detikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Rabu 30 Oktober 2019, 15:30 WIB

Mimbar Mahasiswa

Reklamasi Lahan Pascatambang

Miranti Kurnia Ningsih Muntaha - detikNews
Reklamasi Lahan Pascatambang Lahan bekas tambang bisa direklamasi menjadi tempat wisata (Foto: d'Traveler)
Jakarta - Berdasarkan UU Minerba No.4 Tahun 2009, pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau batu bara yang menyeliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.

Reklamasi lahan bekas tambang dilakukan untuk mengembalikan lahan sesuai dengan rona awal, sehingga nantinya dapat digunakan sebagai lahan pertanian atau lainnya. Oleh karena itu, sudah seharusnya industri pertambangan memikirkan dan memperhatikan dengan saksama upaya penyelamatan alam dan lingkungan sejak awal, bahkan sejak masa perencanaan, jauh sebelum penambangan dilaksanakan.

Kegiatan reklamasi dan pascatambang adalah suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pertambangan. Reklamasi merupakan kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya. Sedangkan, pascatambang adalah kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut setelah akhir sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial menurut kondisi lokal di seluruh wilayah pertambangan.

Pada 2019, pemerintah menargetkan akan melakukan reklamasi lahan bekas tambang seluas 7.000 hektar. Jumlah ini meningkat drastis dari 2014. Di samping melakukan pemulihan lahan, fokus utama dari kegiatan reklamasi ini adalah tentang keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat setelah penutupan tambang. Untuk itu, perlu dilakukan reklamasi lubang bekas tambang yang berwawasan lingkungan untuk mencapai tujuan tersebut.

Dalam melakukan reklamasi, tidak hanya semata harus mengembalikan kondisi bekas pertambangan semaksimal mungkin seperti sebelumnya. Perlu juga dipikirkan bagaimana manfaatnya yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan dapat dikelola secara berkesinambungan. Dengan demikian, meskipun sudah tidak ada lagi operasi pertambangan, namun dapat tetap memberikan keuntungan bagi masyarakat khususnya dan negara pada umumnya.

Dengan mempertimbangkan manfaatnya, maka tidak semua lahan bekas penambangan harus dikembalikan persis seperti sebelumnya dengan melakukan revegetasi (penanaman tumbuhan pohon kembali). Maka reklamasi dapat dilakukan dengan berbagai penyesuaian sesuai kebutuhan dan manfaatnya, salah satu contohnya adalah tempat wisata. Selain dapat menikmati keindahan alam, tempat wisata lubang bekas tambang dapat dijadikan sebagai wisata edukatif untuk memberikan wawasan pertambangan bagi pengunjung yang berwisata.

Lubang bekas tambang dijadikan sebagai tempat wisata menjadi pilihan yang menarik. Contoh lubang bekas tambang yang disulap menjadi tempat wisata adalah dengan dijadikan kolam ikan yang menampung berbagai jenis ikan. Contoh lainnya sebagai wahana olahraga air. Sebelumnya air dalam lubang bekas tambang dilakukan pengolahan terlebih dahulu untuk menghilangkan pengaruh logam berat.

Wisata lubang bekas tambang dapat dimanfaatkan sebagai pendapatan daerah dan memberikan akses bagi warga sekitar untuk mendapatkan penghasilan dengan menyediakan barang dan jasa di tempat wisata sehingga dapat membantu perekonomian warga.

Reklamasi lubang bekas tambang yang berwawasan lingkungan sangat penting untuk kelestarian dan sosial ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. Dengan beberapa upaya yang telah dipaparkan di atas diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan yang akan melakukan reklamasi lahan bekas tambang.

Miranti Kurnia Ningsih Muntaha
mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Khairun Ternate


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com