detikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Sabtu 26 Oktober 2019, 14:27 WIB

Kolom

Kemilau Ekspor Cengkih

Ouditiana Safitri - detikNews
Kemilau Ekspor Cengkih Cengkih (Foto: Rinto Heksantoro)
Jakarta -
Ekspor komoditas cengkih Indonesia tengah berjaya. Produksi dalam negeri berlebih dan penyerapan dalam negeri terhitung aktif, sehingga sisa cengkeh yang tidak diserap oleh industri berhasil diekspor dengan nilai lebih.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), untuk periode Januari-Juli 2019, ekspor cengkih dari Indonesia mencapai 54,91 juta dolar AS alias naik 137,60% dari periode sama pada tahun lalu yaitu sebesar 23,110 juta dolar AS. Sebelumnya, negara tujuan ekspor didominasi oleh Saudi Arabia yaitu sebanyak 797,8 ton. Untuk periode yang sama pada 2019, negara tujuan ekspor didominasi oleh India yang membeli hingga 4,25 juta ton cengkih senilai 15,8 juta dolar AS.

Hal ini merupakan akibat dari permintaan sejumlah negara atas cengkeh yang melejit. Misalkan saja permintaan cengkih dari negara Sudan. Pada periode sebelumnya Sudan bukan menjadi negara tujuan ekspor cengkih dari Indonesia, tetapi pada 2019 Sudan mengimpor hingga 146,4 ribu ton cengkih dari Indonesia atau senilai 913 ribu dolar AS.

Semakin Menjanjikan

Cengkih sebagai salah satu komoditas unggulan di sektor perkebunan ini merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman cengkih banyak ditanam di seluruh wilayah Nusantara. Berdasarkan data pada Kementerian Pertanian, selama lima tahun terakhir produksi cengkih terbesar didominasi oleh Provinsi Maluku sebesar 21,16 pada 2019 atau sekitar 17,06 % dari total produksi cengkih. Total produksi cengkih tahun ini diperkirakan mencapai 124 ribu ton dengan luas lahan sekitar 561 ribu hektar.

Tanaman cengkih adalah tanaman yang hidup dengan baik pada musim dengan curah hujan yang cenderung rendah. Hal itulah yang kemudian menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan produksi cengkih yang membaik, mengingat dalam rilis data BMKG musim hujan di Indonesia baru dimulai pada Oktober 2019 serta sepanjang 2018 curah hujan di Indonesia juga cenderung rendah. Jika hal ini terus berlanjut pada 2020, maka produksi cengkih dimungkinkan juga akan kembali meningkat.

Berkat produksinya yang tengah baik, harga cengkeh memang sedang turun ke kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram dari biasanya yang bisa mencapai Rp 100.000 per kilo. Tetapi, hal itu diimbangi dengan peningkatan penyerapan produksi cengkih baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Selama hal ini masih terjaga, maka minat petani masih besar terutama untuk mensuplai produksi pabrik rokok.

Adapun kebutuhan cengkih untuk pabrik rokok setahun adalah 115,32 ribu ton atau menyerap hingga 93% produksi nasional, dan sisanya digunakan untuk obat-obatan, kebutuhan farmasi, dan bumbu-bumbuan. Sehingga dari sisi industri, produksi dalam negeri telah memenuhi kebutuhan sektor pengolahannya.

Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa Indonesia sebenarnya telah swasembada cengkih. Meskipun dengan produksi yang fluktuatif, pabrik rokok dan industri pengelola dapat menyiapkan buffer stock dan menyimpan cengkih. Sama halnya seperti alkohol, kualitas cengkih akan meningkat seiring dengan lama waktu disimpan.

Berdasar hal itulah selayaknya prestasi produksi cengkih ini mulai diperhatikan. Permintaan cengkih dari dalam dan luar negeri yang terus bertambah harus diimbangi dengan produksi cengkih yang masif demi meningkatkan pendapatan nasional dan juga kesejahteraan petani lokal. Hal ini dapat diupayakan dengan melakukan rehabilitasi terhadap lahan cengkih yang rusak, pemberian insentif kepada petani baik berupa bibit maupun penanganan hama penggerek batang cengkih.

Jika hal itu dilakukan, cengkih akan menjadi komoditas ekspor yang semakin menjanjikan.


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com