detikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Sabtu 05 Oktober 2019, 12:28 WIB

Pustaka

Berkah Sejarah Jawa

Shinta Prasasti - detikNews
Berkah Sejarah Jawa Foto: penerbit buku kompas
Jakarta -

Judul Buku: Urip iku Urub, Untaian Persembahan 70 Tahun Profesor Peter Carey; Editor: FX Domini BB Hera; Penerbit: Kompas, Jakarta, 2019; Tebal: xi + 568 hlm

Peter Carey bukan nama yang asing bagi penikmat literatur sejarah Indonesia. Profesor emeritus sejarah di Trinity College, Oxford, Inggris ini dikenal dengan penelitiannya yang otoritatif mengenai Perang Jawa (1825-1830) dan biografi Pangeran Diponegoro (1785-1855).

Sementara bagi masyarakat Yogya, Carey bersama sejarawan M.C. Ricklefs dan J. Noorduyn (1926-1994) berjasa membuat buku Asal Usul Nama Yogyakarta dan Malioboro" (2015) dari segi studi toponimi yang masih jarang di republik ini. Karya–karya Carey tersebut membuat namanya tidak lagi asing bagi masyarakat Yogyakarta.

Buku Urip iku Urub: Untaian Persembahan 70 Tahun Peter Carey ini mampu menampilkan lebih dalam dari sosok yang humanis tersebut. Buku ini mengungkap sisi lain Peter Carey sebagai sejarawan yang telah dikenal dengan totalitasnya dalam meneliti Pangeran Diponegoro.

Tulisan-tulisan tentang Peter Carey yang dihimpun dalam buku ini menjadi menarik karena ditulis oleh orang-orang yang pernah mengenalnya cukup lama maupun orang yang baru mengenalnya. Misalnya Simon Head, sahabat Carey sejak menjadi mahasiswa pascasarjana dan menjadi penyelamat nyawa Carey saat ia hampir meninggal dunia dalam perjalanan ke Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 1970.

Kemudian ada prakata dari M.C. Riklefs, salah seorang penguji disertasi Carey di Oxford dan ahli yang sohor dengan risetnya tentang Sri Sultan Hamengku Buwono I (1717-1792).

Kisah–kisah masa lalu Peter Carey kembali ditampilkan, khususnya yang berkaitan dengan pengalamannya saat pertama kali datang ke Indonesia. Serta keputusannya untuk meninggalkan Inggris dan menetap di Indonesia mulai 2008.

Sementara sejumlah artikel lain ditulis oleh orang yang baru mengenal Carey setelah terbitnya buku Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa 1785-1855 (2012), seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI 1993-1998 Wardiman Djojonegoro; salah satu trah dari keturunan Pangeran Diponegoro, Ki Roni Sudewo; dan juga dari Catrini Kubontubuh, Direktur Yayasan Arsari Djojohadikusumo sebagai salah satu sponsor penerbitan buku Carey.

Tulisan-tulisan mereka mampu memberikan sudut pandang yang berbeda tentang figur peneliti Peter Carey.

Buku ini juga memberikan penegasan Perang Jawa sebagai periode penting dalam sejarah Jawa. Periode ini merupakan titik fokus dari penelitian yang dilakukan Peter Carey selama hampir setengah abad ini. Periode Perang Jawa memang menjadi penanda dari akhir sebuah tatanan lama, namun sekaligus dimulainya sebuah tatanan baru di Jawa. Tidak mengherankan tulisan-tulisan yang tersaji dalam buku ini berfokus pada periode sebelum, sesaat, dan sesudah masa Perang Jawa.

Sementara tulisan mengenai Perang Jawa sendiri disusun dari perspektif yang sedikit berbeda, yaitu dari dunia seni. Tulisan-tulisan tersebut dibuat oleh seniman yang memang tertarik pada pernak-pernik periode kritis itu. Tulisan tersebut memberikan khazanah dan perspektif baru dalam penelitian sejarah Jawa.

Para penulis yang terlibat ini mampu membuat pembaca menjadi semakin tertarik pada kajian sejarah Jawa. Sehingga pembaca tidak pernah bosan untuk membolak balik lembaran buku ini untuk merampungkan setiap artikel.

Selain itu, terdapat sejumlah tulisan yang berhubungan dengan Jawa, Perang Jawa, dan Pangeran Diponegoro yang juga ditulis berbagai kalangan, di antaranya sejarawan, filolog, sutradara film dokumenter, maupun komikus.

Kumpulan tulisan ini juga menyajikan sejumlah alternatif jawaban atau pendapat mengenai sejumlah topik menarik. Salah satunya hubungan orang Jawa dengan dunia kolonial dari masa Mataram Islam. Kemudian dunia pesantren dan kaitannya dengan Pangeran Diponegoro serta Perang Jawa.

Semisal tulisan Pandangan Dunia Maritim Masyarakat Agraris Jawa dan Orang-orang Niaga Eropa Pertama di Istana Mataram 1558-1646 karya sejarawan Sri Margana. Tulisan ini memberikan penekanan interaksi orang Jawa dengan orang Eropa dan bagaimana sikap dari orang Jawa terhadap orang Eropa. Tulisan Margana mampu menelaah simbol yang tertera dalam sejumlah karya sastra dan data artefaktual sehingga memberikan kesimpulan yang menarik perihal interaksi kedua belah pihak, bahkan jauh sebelum masa Perang Jawa dimulai.

Buku ini disusun sebagai bentuk penghormatan kepada Profesor Peter Carey di usianya yang ke-70 tahun dan turut mengapresiasi kiprahnya dalam kajian sejarah Indonesia. Selama ini, tulisan dari Peter Carey mengenai Pangeran Diponegoro sudah memberi sumbangan besar dalam kajian sejarah Indonesia.

Ketekunan dan kecintaan Peter Carey pada Jawa dan Pangeran Diponegoro telah mampu membuat sejarah Indonesia, khususnya Jawa menjadi semakin menarik. Maka sejumlah esai dan artikel yang ditampilkan dalam buku ini pun tidak kalah mempesona. Dengan menyesuaikan perhatian Peter Carey pada Jawa, para penulis menyajikan sejumlah tulisan yang mampu membuat pembaca makin tertarik pada sejarah Jawa.

Ada banyak perspektif yang digunakan dalam buku ini. Hal yang wajar mengingat keberadaannya sebagai kumpulan tulisan (antologi). Jika sejarawan yang menulis artikel terkait sejumlah topik tentunya perspektif sejarah yang digunakan. Tetapi ada juga yang menggunakan perspektif deskriptif analitis untuk topik terkait pendidikan sejarah. Sementara untuk tulisan terkait Peter Carey sendiri banyak memakai perspektif deskriptif saja.

Sesuai dengan judulnya Urip iku Urub (hidup itu menyala; hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi sesama), kumpulan tulisan ini diharapkan mampu memberikan sejumlah sumbangan yang tidak sedikit bagi kajian sejarah Jawa, baik sebelum, sesaat, maupun sesudah Perang Jawa.

Tujuan awal dari penerbitan buku ini adalah menunjukkan bahwa Peter Carey telah memberikan makna dan tentu saja menjadi "berkah", tidak hanya sekadar dalam bidang akademik saja, tetapi juga kiprahnya sebagai aktivis kemanusiaan.

Totalitas Peter Carey mampu memberikan manfaat yang sangat besar dalam kajian sejarah Indonesia dan kemanusiaan dunia. Keberadaan kumpulan tulisan ini merupakan sebuah persembahan kepada sang sejarawan atas 'pengabdiannya' pada historiografi Indonesia.

Melalui sentuhan sang editor, sejarawan FX Domini BB Hera, kumpulan tulisan ini mampu menjadi magnet tersendiri agar pembaca lebih mengenal sosok Peter Carey sekaligus menampilkan karya para akademisi dalam kerangka sejarah Jawa dan Perang Jawa yang tak bakal habis untuk terus digali dan diteliti.

Shinta Dwi Prasasti staf Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, sedang menempuh S2 Arkeologi di Prodi S2 Arkeologi FIB UGM


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com