Kolom

Restorasi Sungai Citarum untuk Akses Air Universal

Abner Wisaksono - detikNews
Sabtu, 22 Jun 2019 15:00 WIB
Sungai Citarum (Foto: Raisan Al Farisi/Antara)
Jakarta -

Tanggal 22 Maret ditetapkan sebagai Hari Air Sedunia. Hari Air dirayakan untuk mengingat dan mengusahakan pentingnya air dan kebutuhan air bersih yang berkelanjutan. Dalam mendapatkan air bersih, tentunya dibutuhkan akses sumber air yang bersih juga. Air bersih merupakan hak asasi manusia; setiap manusia berhak untuk mendapatkan akses air bersih yang layak.

Hari Air 2019 ini memiliki tema Leaving No One Behind atau Tidak Meninggalkan Satu pun di Belakang. Tema ini dapat diartikan sebagai akses universal bagi seluruh manusia. Dalam mencapai akses universal tentunya dapat dimulai dari hal yang kecil, yaitu dari daerah masing-masing.

Di daerah Jawa Barat, air bersih bersumber dari DAS Citarum. Citarum merupakan salah satu sungai yang berada pada DAS di Jawa Barat, dan merupakan sungai utama dan terbesar di Pulau Jawa. Sebanyak 9 kabupaten termasuk dalam DPS Citarum. Menurut Peraturan Daerah Jawa Barat Nomor 39 Tahun 2000, Sungai Citarum dapat dimanfaatkan sebagai air baku, air minum, perikanan dan peternakan, serta pertanian.

Kondisi yang dihadapi oleh Sungai Citarum saat ini adalah pencemaran yang terjadi akibat limbah industri dan sampah yang dibuang sembarangan oleh penduduk sepanjang sungai. Kurang lebih terdapat sekitar 500 industri pada DAS Citarum, dan hanya 20% saja yang mempunyai izin untuk membuang limbah cair, sedangkan di seluruh Jawa Barat hanya kurang lebih 2% yang mempunyai izin pembuangan limbah cair.

Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya sumber daya air juga menjadi penyebab pencemaran pada Sungai Citarum. Karena kondisi itulah, muncul sebuah pertanyaan, mungkinkah Citarum direstorasi? Restorasi bertujuan untuk mengembalikan Sungai Citarum sesuai dengan fungsinya. Yakni, menjadi sumber air baku, air minum, perikanan dan peternakan, serta pertanian.

Merestorasi dapat dilakukan dengan cara menghentikan sumber pencemarannya dan melakukan remidiasi. Menghentikan sumber pencemaran berarti mengurangi dan memperbaiki kualitas buangan air limbah pabrik. Kualitas buangan air limbah yang baik akan sangat berpengaruh pada parameter-parameter kualitas air.

Proses restorasi tidak dapat dilakukan dengan instan, tetapi membutuhkan proses yang cukup lama. Saat ini, yang terpenting menghentikan sumber pencemaran utamanya terlebih dahulu, dan melakukan pemeriksaan mengenai izin pembuangan limbah cair industri. Penegakan melalui program "Citarum Harum" dengan melibatkan banyak pihak seperti TNI dan Polri akan sangat berdampak dalam monitoring serta restorasi Sungai Citarum. Mari kembalikan lagi Citarum dan dukung program "Citarum Harum"!

(mmu/mmu)