DetikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Rabu 24 April 2019, 13:20 WIB

Kolom

Takziah untuk Dynan Fariz

Anang Hermansyah - detikNews
Takziah untuk Dynan Fariz Dynan Fariz (Foto: Instagram @jemberfashioncarnaval)
Jakarta -

Hari ini, Rabu (24/4), genap tujuh hari, sahabat baik saya, Dynan Fariz kembali ke haribaan-Nya. Kepergian Dynan tenggelam di tengah hiruk pikuk pesta demokrasi Pemilu 2019. Ia kembali ke pangkuan Ilahi bertepatan dengan hajat demokrasi di negeri ini.

Saat pertama kali mendengar informasi kepergian Dynan, dada ini terasa sesak. Rasanya baru kemarin, Dynan mengajak saya untuk turut serta mengembangkan keberlangsungan Jember Fashion Carnaval (JFC). Dynan dan JFC seperti dua sisi koin mata uang. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Berkat Dynan nama Jember melambung ke pentas internasional. Jember menjadi inspirasi dunia berkat putra Garahan, Jember itu.

Dua tahun lalu, 21 Juli 2017, bertempat di kantor Kementerian Pariwisata, saya menjadi saksi saat pemerintah mendaulat Jember, kampung saya dan Dynan, sebagai kota karnaval pertama di Indonesia. Raut bahagia Dynan sebagai aktor utama gelaran JFC yang melegenda itu tak bisa ditutupi.

Dynan membuktikan adagium lama; siapa yang menanam, ia akan memanen. Dynan telah lama menanam hajatan karnaval di Jember. Panen itu kini dirasakan seluruh warga Jember, bahkan masyarakat internasional. JFC telah menjadi kebanggaan bersama masyarakat Jember dan Indonesia.

Presiden JFC, atribut yang disandang Dynan cukuplah tepat. Ia tak hanya menjadi pemimpin karnaval yang tahun ini memasuki tahun ke-19 di Jember itu, namun tangan dingin Dynan telah menginspirasi kota-kota lain. Kepemimpinan Dynan telah membangkitkan ekonomi kreatif di kota-kota lainnya di Indonesia. Tidak hanya itu, Dynan telah melegenda di ajang karnaval dunia.

Dari Desa untuk Dunia

Dynan bukanlah generasi yang lahir di era milenium. Ia bukanlah generasi milenial. Dynan yang lahir pada 1963 itu sejatinya masuk di generasi baby boomer alias generasi televisi. Namun, berkat ide kreatifnya, ia mampu mencuri perhatian khalayak dunia.

Dynan juga bukanlah lahir di kota metropolitan. Ia lahir di kampung Garahan, Silo, Kabupaten Jember. Jaraknya sekira 30 kilo meter dari kota Jember. Namun, ide Dynan mampu menembus batas geografi serta teritori bahkan lintas negara. Dynan yang dari desa mampu berkreasi dan diakui dunia.

Gelaran Miss Universe 2014 lalu menjadi pembuktian Dynan. Berkat sentuhan dingin ide kreatifnya, desain busana yang dikenakan peserta Miss Universe dari Indonesia dengan tema The Chronicle of Borobudur didaulat sebagai best national costume.

Kunci sukses Dynan tak lain soal konsistensi dan kreativitas. Dynan setia dengan pilihan hidupnya. Ia juga tak bisa dipisahkan dari kreativitas. Kreativitas bagi Dynan merupakan hukum alam atau sunnatullah.

Dynan menjadi inspirasi bagi siapa saja, khususnya anak-anak Nusantara. Meski dari desa, namun tak menghalangi ruang untuk berkarya. Dynan yang berasal dari desa justru karyanya melegenda dan mendunia.

Role Model

Kepergian Dynan telah meninggalkan legacy yang tidak kecil bagi industri kreatif di Tanah Air. Kreativitas Dynan telah menembus dan mengurai rumitnya birokrasi. Dynan menjadi role model dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia yang memang khitahnya berasal dari masyarakat sipil (civil society). Ide dan kreasinyalah yang mampu menembus batas-batas kerumitan itu.

Dynan telah menjadi kiblat bagi aktor kreatif di Indonesia. Kegigihannya dalam berkreasi telah mengangkat derajat banyak pihak, menikmati dampak turunan dari gelaran JFC setiap tahun di Jember. Tak terkecuali bagi pemerintah Kabupaten Jember.

Kini, warisan Dynan harus terus dikembangkan khususnya untuk kemajuan daerah Jember, dan umumnya bagi industri kreatif di Indonesia. Dynan telah mewariskan karya kreatif yang tak ternilai harganya.

Dynan, kembalilah ke pangkuan-Nya dengan tenang. Masuklah ke surga-Nya. Semoga warisan kreativitasmu menjadi amal jariah yang tak putus-putus.

Anang Hermansyah Anggota DPR Dapil Jatim IV (Jember-Lumajang)


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed