DetikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Kamis 14 Februari 2019, 10:52 WIB

Jurus Langka Creativepreneur

Ishadi SK - detikNews
Jurus Langka Creativepreneur Ishadi SK (Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Creativepreneur menurut pakar marketing Llise Benun (2011) adalah seseorang yang memulai atau menjual bisnisnya menggunakan ide kreatif. Ada yang menyebutkan, creativepreneur sebagai bisnis berbasis kreativitas. Creativepreneur basisnya adalah kreatif. Sehingga di era Milenial, creativepreneur berkembang dengan amat pesat tanpa batas karena tidak lagi berbabis pada aturan ekonomi bisnis masa lalu.

Bluebird, perusahaan taksi paling besar di Indonesia, memiliki 500 ribu taksi. Bluebird tidak mempunyai pesaing. Lalu datang creativepreneur, didirikan Uber di mana perusahaan tersebut bisa menyewakan satu juta taksi tanpa memiliki sebuah mobil pun. Gojek menjadi alat transportasi komersial untuk mengantarkan orang maupun barang dan makanan tanpa memiliki satu buah pun kendaraan bermotor. Perusahaan AirBnB menyewakan ratusan ribu kamar penginapan tanpa mempunyai satu hotel. Jack Ma membangun Alibaba, sebuah platform e-commerce yang dimulai dari Cina dan kemudian ke seluruh dunia sehingga menjadi salah seorang terkaya di dunia hanya dalam kurun waktu 15 tahun.

Keajaiban-keajaiban seperti ini mendorong jutaan anak muda untuk melakukan bisnis yang "tidak wajar". Bisnis yang tidak memerlukan investasi, meminjam modal ke bank atau menggadaikan barangnya.

Karena model bisnis sekarang hanya mengandalkan kreativitas, jutaan orang-orang muda ingin belajar dan mencontoh kisah sukses para entrepreneur. Inilah yang kemudian ditangkap oleh seseorang yang tengah menyelesaikan pendidikannya di Anglo-Chinese School di Singapura. Pada 2014, pada usia 18 tahun Putri Tanjung yang amat berbakat di bidang bisnis mewarisi orangtuanya memproklamasikan program "dialog creativepreneur" di Senayan City, Jakarta. Konsep dialognya dengan para creativepreneur sukses di Indonesia digabungkan dengan Sheila On 7 untuk menjalin daya tarik. Makanya konsepnya disebut "Creativepreneur Berjuang". Lewat berbagai media sosial, Putri Tanjung menggebrak konsep training para calon entrepreneur berbakat untuk diundang berdiskusi dengan orang-orang muda yang selama ini telah sukses mengembangkan usahanya di bidang usaha kreatif, seperti Bukalapak, Tiket.com, Traveloka, Gojek, dan Tokopedia.

Sekitar dua ribu orang datang, hampir seluruhnya anak-anak muda memenuhi Gedung Convention di Senayan City, meskipun harus membayar Rp 150 ribu rupiah per orang. Diskusi berlangsung dalam irama yang cepat dari pukul 10:00 sampai dengan pukul 18:00 diselingi dengan pertunjukan Sheila On 7. Dengan cerdik Putri membuat programnya sebagai sebuah event yang tidak hanya menawarkan para entrepreneur muda yang sukses untuk bicara menjelaskan awal langkah mereka sehingga berhasil mengembangkan usahanya secara luar biasa. Namun, juga sekaligus menjadi ajang promo dan sponsorship plus bazar berbagai produk-produk kreatif.

Kegiatan tersebut sukses dan menjadi perbincangan di media sosial. Konsep yang sama diselenggarakan setiap tahun dari 2014-2017 di tempat yang sama. Karena sukses besar yang diraih pada 2018, Putri menyelenggarakan dialog creativepreneur dalam format yang berbeda. Tidak lagi ada konser musik, namun sepenuhnya diskusi. Sebagai gantinya pembawa acara dan moderator ditunjuk para pemenang stand up comedy sehingga membuat penonton betah untuk mengikuti program dialog selama delapan jam.

Pada 2018 Putri melanjutkan studi di Academy of Arts University di San Francisco. Meskipun demikian, pada setiap libur panjang ia pulang ke Jakarta dan menyelenggarakan program dialognya karena karena "Creativepreneur" sudah menjadi brand yang kuat. Pada tahun itu pula program tersebut diselenggarakan di Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya. Di Bandung, ia minta Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi salah satu pembicara. Ibu Susi bersedia dengan syarat disiapkan helikopter karena waktu itu beliau berada di Cirebon dan harus kembali ke Jakarta. Putri menyanggupi. Ini menunjukkan bahwa secara usaha ia sudah mempunyai kemampuan finansial yang cukup besar. Pada tahun itu, Putri memperbesar jumlah timnya menjadi 12 orang, terdiri dari kreatif, videografer dan audioman, spesialis set dekor, engineer, sales & marketing, dan penghubung para narasumber.

Setelah itu kegiatannya tak terbendung. Sejak 2014 dialog creativepreneur juga berlangsung di berbagai universitas; UI di Jakarta, IPB di Bogor, ITB di Bandung, dan empat universitas besar lainnya. Mahasiswa tidak dipungut bayaran karena merupakan bagian dari CSR Creativepreneur Corner. Terakhir 2019, diselenggarakan di Medan, Malang, dan Makassar. Sebuah lompatan usaha karena jarang yang demikian jauh satu sama lain.

Tidak mudah untuk menyelenggarakan event seperti ini karena harus mengundang pembicara-pembicara papan atas, orang-orang yang telah berhasil dan sukses besar tidak hanya dalam usaha lingkup nasional, namun juga lingkup global. Seperti Gaery Undarsa - Co-Founder dan CCO Tiket.com, Achmad Zaky - Bukalapak, Nadiem Makariem - Gojek, Belva Devara - Founder Ruangguru.com, dan Al Fatih Timur - Kitabisa.com.

Hingga tahun ini sudah diselenggarakan 14 kali kegiatan di tujuh kota, seluruhnya tanpa bantuan sedikit pun dari orangtuanya. Dan, diikuti oleh lebih dari sepuluh ribu peserta. Sebagian telah berhasil merintis usaha creativepreneur. "Creativepreneur Corner" telah menjadi brand dan Putri mendapat rata-rata 40 permintaan untuk memberikan ceramah setiap bulannya. Tentu tidak seluruhnya dipenuhi, namun semangatnya untuk menggugah orang-orang muda mencoba bisnis dan menjadi creativepreneur berkembang di mana-mana di seluruh daerah.

Kisah sukses "Creativepreneur Corner" segera akan diikuti oleh program-program serupa di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Tidak mudah memang, tapi animo yang demikian besar untuk ikut serta dalam acara "Creativepreneur" mendorong program seperti ini terus akan berlangsung secara lebih intensif dalam waktu dekat.

Ishadi SK Komisaris Transmedia


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed