Merajut Hati Orang Baik

Merajut Hati Orang Baik

Ishadi SK - detikNews
Rabu, 06 Feb 2019 15:16 WIB
Ishadi SK (Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom)
Ishadi SK (Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Pada akhir trilogi Creativepreneur besutan Putri Tanjung di Makassar, 2 Februari 2019 tampil pembicara muda (27 tahun) Al Fatih Timur namanya. Ia adalah pendiri dan pimpinan KitaBisa.

Ayahnya memberi nama anaknya Al Fatih Timur, diambil dari nama Muhammad Al Fatih, seorang sultan yang memerintah di era dinasti Turki Utsmani. Dia menjadi sangat terkenal ketika berusia 21 tahun menaklukkan Konstantinopel (kini Istanbul) yang waktu itu dikuasai oleh Romawi. Sultan Muhammad Al Fatih memang luar biasa. Sudah diangkat menjadi sultan ketika usianya menginjak 12 tahun.

Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya 400 tahun sebelumnya telah meramalkan: Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baiknya pemimpin. Dan pasukan yang berada di dalam komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan. (H.R. Achmad bin Hanbal Al-Musnat 4/335).

Al Fatih pendiri KitaBisa sejak awal memang mempunyai semangat berbagi. Ketiga aktif dalam lembaga BEM UI ia sudah melakukan kegiatan berbagi. Kegelisahannya untuk berbagi telah ada sejak SD sampai dengan SMA, tatkala sekolah di berbagai kota di Sumatera Barat. "Saya barangkali terinspirasi oleh Bung Hatta ketika beliau sejak muda sudah melancarkan badoncek." Bahasa Minang yang artinya patungan.

Selesai di Fakultas Ekonomi UI pada 2013, ia mem-browsing di media sosial. Mencari-cari bagaimana cara efektif untuk bisa berbagi. Ia kemudian menemukan crowd funding starter yang sudah banyak dijalankan di Eropa dan Amerika.

Al Fatih kemudian memutuskan untuk melakukan pengumpulan dana dan berbagi menggunakan sistem crowd funding. Awalnya dalam kegiatan yayasan, kemudian dikembangkan menjadi PT KitaBisa. Dua tahun setelah berdiri, usahanya berkembang dengan amat besar sebagai social enterprise yang berbasis di media sosial. Ia merekrut tim IT yang andal dan sekelompok orang muda yang mempunyai semangat berbagi.

Usahanya melejit terutama dalam kegiatan: (1) medis yang berhubungan dengan rumah sakit, khususnya orang-orang yang perlu dana untuk biaya pertolongan pertama, (2) program keagamaan, perbaikan masjid, gereja, vihara, candi di Bali, dan (3) program kemanusiaan antara lain bencana alam, kelaparan dan musim kering.

Empat tahun setelah mendirikan program KitaBisa, telah terdaftar 1,3 juta donatur, dengan jumlah donasi sebesar Rp 546 miliar. Yang mendonasi mulai dari Rp 10 ribu rupiah hingga Rp 1 miliar. Perkembangan usaha Al Fatih melejit ketika ia mengembangkan program Kita Bisa di e-commerce --di Bukalapak, Tokopedia, dan beberapa lainnya. Mereka ikut serta menawarkan kegiatan pengumpulan dana lewat membership e-commerce tersebut. Hal ini menyebabkan program KitaBisa berkembang dengan luar biasa cepat. Sehingga dalam hitungan tahun dapat terkumpul kegiatan donasi KitaBisa puluhan miliar rupiah.

Lewat sistem pendaftaran dan proses digital, setiap kegiatan selama 24 jam di-update dalam hitungan detik. Pada saat saya melihat di website, hanya dalam kurun waktu beberapa jam donatur yang join in telah bertambah menjadi 1,4 juta dengan donasi sejumlah Rp 547 miliar.

Saat ini, kategori yang tersedia di KitaBisa adalah kesehatan, hewan korban, pendidikan dan beasiswa, rumah ibadah untuk seluruh kelompok agama, sumbangan pribadi, bencana alam, isu nasional, celebrity fundraising, personal challenge fundraising. Ada memang yang menawarkan biaya nikah, namun sampai batas waktu tidak seorang pun yang memberikan donasi.

Al Fatih juga mampu mengumpulkan dana pembangunan masjid di Jepang, yakni Masjid Cibadi di Tokyo senilai Rp 3,2 miliar. Sukses ini menyebabkan Al Fatih berminat untuk mengembangkan KitaBisa bekerja sama dengan partner di beberapa negara Asia dalam waktu dekat. Ambisinya bahkan mengembangkan hingga ke Afrika dan Amerika Latin.

Di laman KitaBisa.com, kalau Anda buka disebutkan frase menghubungkan #OrangBaik yang ingin: Menggalang dana dengan halaman donasi online untuk beragam tujuan sosial, personal, kreatif; dan: Berdonasi secara online kapan saja lewat KitaBisa.com

Dengan semangat gotong royong menghubungkan kebaikan KitaBisa menerapkan kebijakan open platform. Artinya, dalam hitungan menit siapapun dapat membuat halaman donasi di KitaBisa selama mereka melengkapi syarat verifikasi identitas dan tidak melanggar hukum di Indonesia.

Bagaimana KitaBisa dapat menganggarkan dana operasional yang begitu besar? Jawabnya sebagai social enterprise start up, KitaBisa mengenakan biaya administrasi sebesar 5% dari total donasi kecuali penggalangan bencana alam dan zakat 0% biaya administrasi (pemerintah menetapkan untuk kegiatan sosial diizinkan mengenakan biaya sampai 10%).

Al Fatih mengatakan kepada saya bahwa ia sudah berhasil membangun sistem crowd funding yang sukses. Ia menjamin KitaBisa telah bisa mengembangkan usahanya secara profesional dan dapat di pertanggungjawabkan karena sejak awal menganut paham akuntabilitas yang diumumkan ke publik dari detik ke detik secara terbuka.

So, kapan lagi Anda berbagi? Caranya mudah, lewat KitaBisa. Berbagi untuk sesama mereka yang berkekurangan dicatat oleh malaikat. Percayalah!

Ishadi S.K Komisaris Transmedia
(mmu/mmu)