DetikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Selasa 22 Januari 2019, 11:30 WIB

Kolom

Terobosan Teknologi 5G pada 2019

Jacob F N Dethan - detikNews
Terobosan Teknologi 5G pada 2019 Uji coba teknologi 5G (Foto: dok. Telkomsel)
Jakarta -

Menyambut tahun 2019, penerapan teknologi 5G adalah satu terobosan teknologi yang dinantikan di berbagai negara. Beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan telah menargetkan penggunaan teknologi jaringan nirkabel 5G yang lebih luas mulai dari tahun 2019 sampai 2020. Lantas, apakah yang menarik dan bermanfaat dari teknologi 5G?

Teknologi 5G telah diprediksikan akan mengubah gaya hidup manusia ke depannya. Seperti halnya ponsel pintar yang telah mengubah sebagian gaya hidup manusia saat ini. Ponsel pintar telah digunakan tidak hanya untuk sebagai alat komunikasi, tetapi sudah menjadi salah satu cara mendapatkan penghasilan.

Munculnya berbagai bisnis online seperti Tokopedia, Bukalapak, Tiket.com, dan Gojek telah melahirkan pengusaha-pengusaha yang bergantung sepenuhnya dengan ponsel pintar untuk menjalankan bisnisnya. Gaya hidup manusia di dalam membaca berita juga telah mengalami perubahan signifikan. Masyarakat sudah cenderung mengakses situs berita online dibandingkan membaca koran. Kemudahan akses dan penggunaan ponsel pintar yang menjadi gaya hidup masyarakat telah mendukung terjadinya transisi kebiasaan membaca masyarakat.

Sejauh ini, ponsel pintar telah didukung oleh jaringan 4G yang memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas secara online. Tapi, inovasi teknologi tidak akan pernah berhenti karena didorong oleh keinginan pengguna teknologi yang selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik dari yang sudah ada. Pengguna teknologi tentunya menginginkan kecepatan akses internet yang secepat mungkin.

Selain itu, penerapan internet of things dan kecerdasan buatan untuk proses otomasi teknologi juga membutuhkan kecepatan akses internet yang mumpuni. Oleh karena itu, teknologi 5G dirancang untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan kecepatan akses internet di masa depan.

Teknologi 4G saat ini menawarkan kecepatan download maksimum 100 Mbps dan tentunya tergantung dari kualitas jaringan yang tersedia. Kecepatan ini dianggap belum cukup cepat untuk menunjang perkembangan teknologi ke depannya. Jaringan 5G dirancang untuk sanggup memberikan kecepatan download 10 Gbps.

Sebagai ilustrasi, jika kita ingin men-donwload sebuah film secara online dengan ukuran 1 GB, maka hanya diperlukan waktu 0.1 detik. Hal ini tentunya akan mengubah gaya hidup masyarakat ke depannya. Kita tidak lagi perlu membuang waktu untuk menunggu proses download berbagai aplikasi berukuran besar secara online.

Selain itu, proses komunikasi kendaraan otomatis secara real time dan proses otomasi peralatan elektronik di perumahan dalam penerapan smart home dan internet of things akan menjadi kenyataan. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada perkembangan ponsel pintar yang kita gunakan.

Telah diprediksi bahwa kemunculan teknologi 5G akan mendorong munculnya era pasca-ponsel pintar. Era ini akan memungkinkan mobil untuk berkomunikasi dengan ponsel pejalan kaki dan lampu lalu lintas yang akan dimanfaatkan untuk menghindari kecelakaan dan mencari rute terbaik.

Terhubungnya lampu lalu lintas dan penerangan jalan dengan mobil yang akan lewat juga memungkinkan terjadinya penghematan energi listrik. Hal-hal ini akan menandakan lahirnya smart city di mana peralatan elektronik, sistem komunikasi, dan transportasi terhubung secara online.

Indonesia tentunya tidak ingin tertinggal dalam pengembangan dan penerapan teknologi 5G. Uji coba jaringan 5G telah dilaksanakan oleh Telkomsel sebagai salah satu operator jaringan seluler terbesar di Indonesia pada 2018, dan juga dilakukan oleh operator jaringan seluler lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan teknologi 5G di Indonesia.

Tentunya pembangunan infrastruktur 5G tidaklah murah dan membutuhkan investasi besar yang harus dipikirkan secara saksama oleh semua pihak terkait termasuk pemerintah. Selain itu, regulasi penentuan frekuensi, tarif, dan efisiensi penggunaan jaringan membutuhkan desain yang efektif dan efisien.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, Indonesia baru akan menerapkan sistem 5G pada tahun 2022 dan penyusunan draft kebijakan 5G dimulai sejak tahun ini. Proses panjang ini tentunya akan dipandang pesimistis oleh sebagian masyarakat yang menginginkan akses internet supercepat secepatnya. Terlebih jika melihat beberapa negara maju yang akan menerapkan teknologi 5G secara luas di tahun ini.

Tapi, langkah yang diambil pemerintah haruslah didukung oleh masyarakat pengguna teknologi karena persiapan untuk beralih ke 5G membutuhkan perencanaan matang yang tidak bisa dilakukan secara instan. Kita tentunya tidak ingin hanya melihat logo 5G terpampang di ponsel kita, tetapi dengan kecepatan download yang tidak ada bedanya dengan jaringan 4G. Selain itu, perlu dipersiapkan teknologi yang siap memanfaatkan tersedianya akses 5G ke depannya.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan fokus ke pengembangan teknologi. Hal ini dapat dimulai dengan mendorong generasi milenial untuk lebih mencintai bidang studi teknik elektro, mesin, mekatronika, dan informatika.

Menurut pangkalan data pendidikan tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang diakses pada 8/1/2019, jumlah mahasiswa teknik berada di peringkat ke 4 dengan jumlah mahasiswa sebanyak 925.933 orang. Mahasiswa Indonesia masih memilih jurusan pendidikan sebagai tujuan perkuliahan favorit dengan total jumlah mahasiswa sebanyak 1.268.773 orang.

Pengembangan teknologi robotik, jaringan nirkabel, dan industri otomasi dapat didorong dengan meningkatnya minat mahasiswa kita untuk mempelajari bidang ilmu teknik yang disertai dengan dukungan penuh pemerintah melalui peningkatan kerja sama pihak industri swasta dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian negara seperti yang telah direncanakan oleh presiden kita untuk melakukan transisi dari pembangunan infrastruktur ke SDM.

Semoga terobosan teknologi 5G yang telah dimulai dapat menjadi pemicu semangat kita untuk lebih mencintai bidang teknik. Dan, diharapkan akan menciptakan lebih banyak e-commerce besar yang membanggakan bangsa dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan ke depannya.

Jacob F N Dethan dosen Teknik Elektro, pencinta teknologi dan dunia pendidikan tinggi


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed