detikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Selasa 11 Desember 2018, 16:30 WIB

Industri Animasi di Zaman Milenium

Ishadi SK - detikNews
Industri Animasi di Zaman Milenium Ishadi SK (Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Di zaman sekarang ini animasi merupakan industri yang paling "demanding", karena begitu banyak tuntutan karya animasi sebagai perangkat hiburan film bioskop dan televisi, promosi, dan branding berbagai perusahaan dunia. Tahun ini Indonesia sebagai pusat industri kreatif animasi terbesar di Asia Tenggara dituntut untuk bisa menyediakan tenaga kerja kreatif animasi. Padahal sekolah-sekolah animasi masih sangat terbatas. Adalah Garin Nugroho yang menggarap animasi 3D pertama di Indonesia, dalam studio Gangsar Waskito (2004).

Gangsar Waskito segera viral dan mendorong banyak permintaan untuk membuat animasi serupa. Hal ini mendorong bangkitnya sekolah-sekolah animasi, di antaranya HelloMotion Academy yang didirikan oleh Wahyu Aditya pada 2004. Aditya berpengalaman lama di dunia animasi, menyelenggarakan event HelloFest, yang segera saja diklaim sebagai tolok ukur perkembangan animasi di Indonesia.

Berikutnya Animation Academy didirikan pada 11 Maret 2011 di Surabaya, memiliki program belajar desain grafis, desain produk, desain interior, software multimedia dan animasi. Tidak mau kalah, PT Telkom Tbk mendirikan sekolah animasi dalam program Indigo Fellowship. Ada beberapa kelas, setiap kelas terdiri dari empat siswa dengan satu orang mentor. Mereka tidak hanya belajar animasi, namun juga belajar cara berbisnis di industri kreatif. Andre Surya, salah satu Digital Artist Indonesia yang pernah terlibat di program Industrial Light and Magic (ILM) Lucas Film Singapore. Espire School of Digital Art (ESDA) terdiri dari program belajar 2D Digital Painting, 3D Fundamental Course dan 3D Animation.

Kemudian sekolah Internasional Design School (IDS) didirikan pada 1999, merupakan akademi animasi pertama di Indonesia. Menawarkan antara lain advanced college, bachelor program, dan holiday program. Selama liburan siswa diminta untuk mengikuti CBC atau Creative Boot Camp, dengan belajar tentang animasi, desain, dan film.

Sekolah animasi bukan hanya monopoli Jakarta yang amat menonjol, adalah SMK Animasi di Kudus, SMK Raden Umar Said didirikan pada 2015 dengan dukungan dana dari Djarum Foundation, sebagai bagian dari CSR-nya. Mereka tidak mendirikan sekolah, namun men-support dalam bentuk dana maupun peralatan animasi kepada banyak SMK di Kudus dan sekitarnya. Khusus untuk SMK animasi, peralatannya menghabiskan dana Rp 30 Miliar, berupa perangkat animasi tercanggih, sama canggihnya dengan perangkat latihan untuk sekolah-sekolah animasi di Singapura, Filipina, dan Jepang.

Lewat tes masuk yang ketat dipilih 26 anak desa yang berbakat untuk menjadi operator animasi. Dalam tiga tahun, 25 siswa dinyatakan lulus, 18 orang di antaranya langsung bekerja di Kudus dan kota lainnya, di Jawa khususnya. Di usia 18 tahun mereka bekerja di perusahaan Astra Toyota, BCA, dan produser film kartun di Singapura dan Malaysia.

Upin & Ipin adalah film animasi paling populer di salah satu stasiun TV, MNC TV. Produksinya digarap oleh lulusan SMK Raden Umar Said Kudus. Upin & Ipin adalah kasus yang menarik. Biaya produksinya per episode sekitar Rp 2 Miliar. Meski demikian, program itu bisa ditayangkan di sebuah stasiun TV Indonesia dengan harga Rp 40 Juta. Mengapa begitu murah? Karena pemerintah memberi subsidi 50% dari setiap episode, sementara 30% didukung oleh penjualan franchise Upin & Ipin, seperti boneka, gambar-gambar di buku-buku sekolah, tas sekolah, dan kaos, sehingga produser animasi Upin & Ipin hanya membayar 10% saja dari seluruh biaya produksi. Upin & Ipin ditayangkan di 12 negara Asia dan Afrika.

Pihak sponsor kemudian tidak saja membantu SMK Animasi, namun juga SMA Mesin, SMK Maritim, SMK Kuliner, dan SMK Fashion. Yang paling laris setelah tamat adalah Jurusan Mesin, rata-rata 95% dari seluruh siswa telah mendapat pekerjaan tiga bulan sebelum Ujian Akhir, dan mendapat gaji rata-rata sembilan kali UMR.

SMK Fashion juga sangat cepat mendapat pekerjaan karena siswa tidak semata-mata diajarkan menjahit, namun lebih banyak merancang desain fashion dan mereka-reka tren desain fashion yang akan "hits" 2-3 tahun ke depan.

Lulusannya juga banyak dikirim ke berbagai negara termasuk Jepang, Malaysia, dan Hong Kong. Prestasi terakhir adalah ketika SMK Fashion mengirim lulusannya ke Prancis. Masing-masing dua orang yang mendesain fashion dan dua orang lainnya sebagai perias make up. Selama seminggu dalam sebuah fashion show bergengsi di Prancis. Mereka bekerja sebagai fashion designer dan make up. Para peragawan dan peragawati yang tampil umumnya merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan mereka.

Menggarap SMK di Indonesia adalah pilihan yang tepat. Ada 14.000 SMK di Indonesia namun bagian terbesar melatih dan memberikan keterampilan dasar khususnya pertanian dan peternakan saja.

Apa yang dilakukan di Kudus lebih kepada upaya lulusannya mempunyai nilai plus dan langsung bisa bekerja. SMK Maritim misalnya, lulusannya langsung bisa bekerja dan bahkan menjadi Nahkoda untuk kapal-kapal kecil <5.000 DWT. Untuk bisa menjadi Nahkoda kapal besar diperlukan masa bekerja dua tahun sebagai pelaut aktif ditambah kursus singkat enam bulan. Pada saat itu Ia sudah setara dengan Nahkoda Tingkat III dan bisa bekerja di atas kapal >5.000 DWT.

SMK Fashion adalah contoh lain. Mereka mempunyai kapasitas dan kemampuan desainer. Sekarang ini sedang tren modest wear --pakaian sopan untuk wanita. Merek besar seperti Valentino, Prada, Louis Vuitton sudah memproduksi modest wear ini secara besar-besaran. Indonesia yang mayoritasnya Muslim mempunyai potensi menjadi Mekkah-nya fashion Muslim dunia.

Tenaga-tenaga tamatan SMK Fashion akan menjadi pelopor dalam mengembangkan Indonesia sebagai pusat fashion Muslim dunia. Lewat Bukalapak, Blibli dan aneka pasar online lainnya telah mempermudah penjualan busana Muslim ke berbagai negara.

Pada 2017 lalu pada kompetisi Sakura Collection Asia Student Awards 2018, dari 100 finalis hasilnya SMK Nahdatul Ulama BANAT merebut juara I, Nia Faradiska yang menampilkan koleksi bertema "Koinobori". Dari SMK yang sama, Farah Aurellia dengan koleksi "Kyoto" terpilih sebagai juara kedua. Nia Faradiska merebut kesempatan melakukan perjalanan ke Jepang untuk magang di Bunka Fashion College yang merupakan sekolah fashion terbaik keenam sedunia.

SMK unggulan yang telah diubah menjadi SMK khusus yang disesuaikan kebutuhan pasar seperti SMK Fashion, SMK Mesin, SMK Pipa Gas, SMK Kuliner, SMK Robotik, SMK Beauty & Spa, akan menerobos kelangkaan tuntutan pekerja kelas menengah keterampilan yang diperlukan Indonesia 5-10 tahun ke depan.

Terdapat 14.000 SMK di Indonesia. Yang diperlukan adalah Bapak angkat berupa perusahaan-perusahaan besar yang membantu perangkat praktik, guru-guru yang berkualitas dan network ke pasar kerja terampil di berbagai jenis usaha. Diperlukan ratusan perusahaan untuk meng-upgrade SMK yang ada. Pada akhirnya perusahaan itu yang akan menikmati dalam memenuhi tenaga terampil yang dituntut di pasar kerja.

Ishadi SK Komisaris Transmedia


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed