DetikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Rabu 28 November 2018, 11:40 WIB

Mimbar Mahasiswa

Romantisme Perempuan dan Politik

Dirga Naufal - detikNews
Romantisme Perempuan dan Politik Sebuah deklarasi dukungan emak-emak pada salah satu capres (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -
Politik di Indonesia semakin menarik untuk dibahas menjelang pesta demokrasi yang akan dilaksanakan tidak lama lagi. Pasangan calon saling mengadu argumen, visi, serta misi untuk menggalang dukungan. Banyak hal dilakukan oleh masing-masing calon untuk meraup basis pemilih, seperti dengan blusukan ke pasar, melontarkan pernyataan kontroversial, bahkan dengan mengikuti tren kekinian.

Berbicara soal basis pemilih, kita tidak bisa jauh dengan pemilih perempuan karena merupakan basis pemilih terbesar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019 sebanyak 187.781.884 orang. Rinciannya, 185.732.093 pemilih dalam negeri dan 2.049.791 pemilih di luar negeri. Jumlah pemilih perempuan lebih banyak sekitar 126 ribu dibanding pria, dengan jumlah pemilih laki-laki di dalam negeri mencapai 92.802.671. Sementara, jumlah pemilih perempuan di dalam negeri mencapai 92.929.422.

Dilihat dari data di atas tidak heran jika pasangan calon membuat perhatian lebih ke basis pemilih perempuan dengan pencitraan yang begitu apik. Hal ini juga didukung dengan berbagai isu yang sangat mudah digoreng untuk mendapatkan dukungan pemilih perempuan, seperti isu sembako yang digembar-gemborkan oleh pasangan Prabowo-Sandi, atau perang nama pendukung dengan "Emak-Emak" dari pasangan Prabowo-Sandi melawan "Ibu Negara" dari pasangan Jokowi–Ma'aruf Amin.

Respons dari para pemilih perempuan sendiri juga sangat antusias, dengan ikut mendeklarasikan diri mendukung salah satu pasangan calon, seperti deklarasi Emak-Emak Militan yang mendukung pasangan calon Prabowo–Sandi, atau yang terbaru deklarasi Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi) yang mendukung pasangan calon Jokowi– Ma'aruf Amin.

Hal ini seperti romantisme perempuan dalam politik karena semakin antusiasnya para perempuan khususnya ibu-ibu rumah tangga yang biasanya seakan alergi dengan dinamika perpolitikan di Indonesia berbalik menjadi garda terdepan dalam pesta demokrasi. Jika fenomena seperti ini dapat bertahan lama, akan terjadi sinergi dan kolaborasi dalam menciptakan pesta demokrasi yang romantis dan dinamis.

Tetapi, di balik sebuah kemajuan pasti ada pertentangan seperti yang akhir-akhir ini terjadi dengan adanya demo menentang politisasi emak-emak dalam Pilpres 2019. Pertentangan seperti ini wajar karena para pasangan calon sangat intens menyasar basis pemilih perempuan dan menghasilkan dua kubu dari pasangan calon yang kadang bersitegang dalam aksi dukungan. Demo politisasi perempuan juga beralasan dikarenakan kekhawatiran para perempuan hanya dimanfaatkan sementara oleh para elite politik dalam pesta demokrasi.

Politisasi biasa dilakukan oleh elite politik atau pasangan calon presiden dengan menggiring opini publik dengan mengaitkan kehidupan sehari-hari perempuan dengan isu-isu yang digoreng oleh media yang dapat menimbulkan perpecahan di antara para pendukung perempuan masing masing. Jika hal ini terus terjadi, akan terjadi sebuah konflik yang akan menodai pesta demokrasi yang berlandaskan kekeluargaan.

Romantisme perempuan dalam politik sangat dirindukan dan dinantikan karena para perempuan juga diberi hak yang sama dalam perpolitikan di Indonesia. Sebuah kemajuan pasti ada pertentangan dan perdebatan yang mendasar karena dinamika perpolitikan yang begitu fluktuatif sehingga diperlukan sebuah sinergi dan integrasi dari semua elemen. Hal ini juga harus diperhatikan oleh para pasangan calon dengan memberi edukasi perpolitikan yang baik, bukan hanya orasi dan pernyataan kontroversial yang menggiring opini publik ke arah perpecahan.

Dirga Naufal Widyatama mahasiswa Fakultas Iilmu Administrasi Universitas Brawijaya


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed