DetikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Rabu 21 November 2018, 12:38 WIB

Revolusi Industri Tontonan Hollywood

Ishadi SK - detikNews
Revolusi Industri Tontonan Hollywood Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Jakarta - Zaman kebangkitan Hollywood tahun 1970 diawali dengan berkembangnya teknologi orang menonton film di bioskop dengan diperkenalkannya wide screen (layar lebar) yang dikenal sebagai cinema scope --warna lebih bagus (dengan ditemukannya teknik audio surround), suara lebih bagus, gedung-gedung bioskop tidak lagi stand alone sebagai sebuah gedung yang berdiri sendiri, seperti bioskop Menteng, Garden Hall, Metropole, Mayestik di Kebayoran pada zaman aman tahun 60-an.

Bioskop kemudian menjadi bagian dari mall, shopping center atau apartemen. Animo untuk menonton film di Amerika pada tahun 70-an meningkat tidak hanya karena bioskop-bioskop yang modern dan berada di lokasi strategis, namun juga karena secara keseluruhan ekonomi Amerika sedang membaik. Bersama dengan itu institusi pendidikan perfiilman melahirkan sineas-sineas unggul.

Pada saat itu lima produser dan sutradara muda berhasil menjadi pendobrak "genre" film Hollywood ke depan. Mereka adalah; pertama, William Friedkin, lahir 29 Agustus 1935, memproduksi film action tentang pemberantasan sindikat narkoba di Prancis berjudul French Connection. Friedkin memperkenalkan film action jenis baru berupa adegan kejar-kejaran di gang-gang yang sempit. Adegan kejar-kejaran itu menjadi kekuatan film action tersebut. Film ini sukses besar dan berhasil menjadi model dari berbagai film action sesudahnya, kejar-kejaran antara polisi dengan penjahat menjadi menu dalam setiap film action sesudahnya, bahkan dalam film-film James Bond beberapa tahun kemudian.

Kedua, Peter Bogdanovich, lahir 30 Juli 1939, memproduksi film komedi What's Up, Doc? pada 1972. Film tersebut menggegerkan Hollywood. Dibintangi Barbara Streisand, Ryan O'Neal, dan Madeline Gail Kahn. Mendapatkan penghargaan Best Comedy dan Written Directly For The Screen Award pada 1973, What's Up Doc? menjadi film komedi yang menghasilkan penghasilan terbanyak sepanjang 1972.

Film ini ranking ke-61 dari 100 film komedi terbaik di Amerika Serikat versi American Film Institute (AFI). Dilihat dari sisi perolehan pendapatan What's Up Doc? menjadi film box office yang memperoleh penghasilan kotor 66 juta dolar AS padahal biaya produksinya hanya 4 juta dolar. Selama dua tahun pemutarannya di bioskop-bioskop utama di Amerika Serikat What's Up Doc? mendapat penghargaan bergengsi seperti Golden Globe Award dan dari The American Film Institute.

Ketiga, Francis Ford Coppola (1939), yang membuat film legendaris The Godfather pada 1972, menceritakan kisah tentang keluarga gangster yang terorganisir berdasarkan novel Mario Puso, tentang bagaimana besar kekuasaan tokoh pimpinan penjahat Italia-Amerika Don Vito Corleone yang diperankan oleh Marlone Brando, yang membangun jaringan mafia paling ditakuti di New York dan kota-kota besar di Amerika Serikat.

The Godfather oleh berbagai pengamat film di Amerika Serikat ditetapkan sebagai salah satu film terbaik sepanjang zaman. Film ini kemudian menjadi awal dari puluhan film sejenis yang dibuat oleh para produser film dengan menggunakan latar belakang kehidupan para mafioso di seluruh dunia. Tokoh semacam Don Vito Carleone tampil dalam berbagai film yang bercerita mengenai pertarungan antara pimpinan gengster dengan tokoh pemberantas kejahatan dalam berbagai versi sampai sekarang. Yang paling populer adalah serial film Mission Impossible yang diperankan oleh oleh Tom Cruise. Film tersebut menjadi film box office terus-menerus. Enam serial film Mission Impossible menghasilkan total 3.570 juta dolar AS.

Keempat, George W. Lucas (1944), yang pada 1977 memproduksi Star Wars yang segera mengguncang dunia perfilman Hollywood dan menjadi sebuah fenomena baru tentang pertempuran di angkasa luar, menampilkan tokoh-tokoh fiksi penjahat Darth Vader, mahkluk angkasa luar berhadapan dengan para Heroes dari bumi, Han Solo, Luke Skywalker, Yoda, Leia Organa, Robot C-3PO dan R2-D2.

Star Wars menjadi film serial dan penghasilan tertinggi dalam serial film Hollywood, total penghasilannya sebesar 5,4 miliar dolar AS, tidak terkalahkan sampai sekarang. Penghasilan tidak hanya dari film semata namun dari pernik-pernik perangkat senjata, topeng, pedang, pakaian kostum dan segala bentuk miniatur, karena begitu banyak pernik-pernik Star Wars yang bisa diproduksi dan dibeli oleh jutaan orang di seluruh dunia. Pedang Sky Walker yang menyala menjadi tren di seluruh dunia.

Kelima, Steven Spielberg (1946), yang pada usia 16 tahun sudah menjadi sutradara termuda untuk program televisi anak-anak yang diproduksi oleh Universal Studio. Steven Spielberg dilahirkan sebagai seorang genius di bidang perfilman. Pada usia 29 tahun, ia memproduksi sekaligus menyutradarai film thriller yang tokoh penjahatnya bukan manusia namun hiu ganas The Jaws, menjadi box office dan menghasilkan 470 juta dolar AS. Karya berikutnya Close and Encounter of the Third Kind mendapat nominasi Academy Awards 1977. Pada 1982, Speilberg menyutradarai film E.T yang menjadi film box office sejak diluncurkan.

Setelah itu Spielberg seakan tak terbendung. Pada 1993 dia merilis film Jurasik Park yang menggambarkan bangkitnya makhluk-makhluk dinosaurus. Spielberg yang sebelumnya membuat film-film fiksi ilmiah secara mengejutkan pada 1998 memproduksi film humanis Saving Private Ryan, menceritakan sebuah keluarga yang kehilangan tiga anak laki-laki di medan perang dunia kedua di Eropa. Khawatir akan kehilangan anak keempat, markas besar angkatan bersenjata Amerika Serikat memerintahkan segenap kesatuan pasukan ke Eropa untuk mencari dan menemukan Pritave Ryan hidup atau mati.

Lewat berbagai cara Private Ryan ditemukan dan segera ditarik kembali ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan ayah ibunya. Film yang sangat mengharukan ini memperoleh empat penghargaan Academy Award pada 1999: Best Director, Best Cinematography, Best Sound Mixing, dan Best Editing. Biaya produksinya besar sekali karena mengerahkan begitu banyak pasukan dan peralatan perang, sebesar 70 juta dolar AS, namun menghasilkan total perolehan sebesar 481,8 juta juta. Spielberg sejauh ini sudah memproduksi 32 film, sebagian besar box office.

Kelima pendekar film Hollywood tahun 70-an itu membongkar cara lama memproduksi film dengan biaya murah, menjadi film-film besar bermodalkan ratusan juta dolar. Industri film Hollywood telah memasuki era baru sejak lima tokoh film memberikan contoh bagaimana memproduksi film secara berbeda dibanding dekake sebelumnya. Bersamaan dengan perubahan itu industri film Hollywood memasuki era baru. Tidak lagi diputar di bioskop-bioskop mewah semata namun juga diputar di TV kabel, HBO, Netflix, juga diputar di media online khususnya di Youtube.

Orang menonton film tidak semata-mata lagi di layar bioskop, televisi, "free to air", cable TV namun juga di laptop, tablet, iphone, di pesawat terbang, kereta api, bus kota, taksi, atau go-jek seraya menembus kemacetan kota metropolitan Jakarta di tengah lalu lintas kendaraan yang semakin padat.

Ishadi SK Komisaris Transmedia

(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed