detikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Minggu 28 Oktober 2018, 21:10 WIB

"Common Sense" Ishadi SK

Frank Gehry dan Museum Guggenheim Bilbao

Ishadi SK - detikNews
Frank Gehry dan Museum Guggenheim Bilbao Ishadi SK (Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Frank Gehry, nama lengkapnya Frank Owen Gehry, adalah seorang arsitek ternama Amerika Serikat kelahiran Kanada. Tanyakan setiap mahasiswa arsitek siapa Frank Gehry, tentu mereka kenal. Pastilah mereka mengenalnya. Bukunya menjadi acuan setiap mahasiswa arsitek di seluruh dunia. Sebagian besar karyanya menjadi ikon dunia arsitek. Di antaranya Walt Disney Concert Hall (downtown Los Angeles), Dancing House (Praha), Cinémathèque Française (Paris), 8 Spruce Street (New York), museum The MARTa Herford (Jerman), dan masih banyak lainnya.

Kota Bilbao terletak di jantung Basque Country di Spanyol yang sebagian besar penghuninya terdiri dari kelompok suku Basque. Basque Country wilayahnya terbentang di sepanjang pantai lautan Atlantik yang sangat strategis, menjadikan pelabuhan laut Bilbao sebagai pusat perdagangan negara-negara di sepanjang lautan Atlantik sejak zaman abad pertengahan hingga sekarang.

Tahun 1970-an, kota Bilbao Basque Country dilanda krisis ekonomi karena industri besi dan baja untuk otomotif andalan mereka di kota itu kalah bersaing dengan industri sejenis di Jerman, Swedia, Inggris, dan Prancis.

Tahun 1974, Bilbao dan Spanyol umumnya terkena dampak krisis minyak. Sebagaimana negara-negara Eropa lainnya, yang mengakibatkan meningkatnya pengangguran dan semakin mundurnya berbagai ragam industri di Bilbao.

Walikota Bilbao, Josu Ortuondo pada 1991 berpikir keras untuk mencari jalan keluar dari krisis ekonomi yang melanda kotanya. Ortuondo berangkat ke New York menemui kurator museum Guggenheim New York untuk mengajak bekerja sama membangun museum Guggenheim di Bilbao. Museum Guggenheim New York sangat terkenal dan dikunjungi oleh jutaan wisatawan dunia yang datang untuk melihat dan menikmati bangunan serta isi museum tersebut.

Bercermin dari sukses Guggenheim New York, Ortuondo kemudian meminta Frank Gehry untuk mendesain dan membangun museum Guggenheim di kota Bilbao, dengan harapan akan dibuat sebuah museum Guggenheim yang lebih besar dan memiliki arsitektur ultra-modern sedemikian rupa sehingga pada waktunya kelak akan menjadi daya tarik jutaan wisatawan untuk dapat menggantikan bisnis industri besi dan baja yang merosot tajam di kota itu.

Frank Gehry bersedia untuk membangun museum Guggenheim yang lebih besar dan lebih memiliki daya tarik dibanding museum Guggenheim di New York. Museum itu pada akhirnya berhasil dibangun dan seperti yang direncanakan menjadi ikon dunia dikarenakan tidak hanya ukurannya yang sangat luas 32,500m2, namun juga dibangun di sepanjang sungai Nervion yang indah yang mengalir ke tepi laut Cantabrian. Materi yang digunakan beragam, di antaranya batu gamping (limestone), gelas kaca, dan titanium.

Ketika meresmikan museum Guggenheim Bilbao, Raja Spanyol Juan Carlos I mengharapkan museum ini menjadi daya tarik wisatawan Eropa. Tatkala terbuka untuk umum pada 1997, museum Guggenheim Bilbao langsung menjadi sebuah ikon arsitek baru "masterpiece abad ke-20". Arsitek ternama Phillip Johnson menyebutnya sebagai "the greatest building of our time". Sementara, majalah The New York Times menyebutnya "an astonishing architectural feat" (prestasi arsitektur yang sangat mengagumkan).

Para kritikus arsitek dunia yakin bahwa ini adalah karya terbaik Frank Gehry selama ini. Pada 1999, museum Guggenheim Bilbao dijadikan latar belakang teaser film James Bond The World Is Not Enough.

Suksesnya museum Guggenheim Bilbao segera diikuti pada 2001 oleh pembangunan Euskalduna Conference and Event Centre. Disusul kemudian dengan pembangunan shopping mall The Palacio Euskalduna menjadi sebuah kompleks convention centre sekaligus shopping mall yang modern dan luas.

Pada 2005, jumlah wisatawan yang datang ke Bilbao mencapai 3,8 juta. Sepuluh tahun kemudian, pada 2015, jumlah pengunjung ke Bilbao mencapai 6 juta orang. Kota Bilbao menjadi pusat kegiatan conference international, wisatawan, dan menjadikan Bilbao kota dengan penghasilan dengan rata-rata tertinggi di Spanyol.

Tanpa sentuhan karya arsitek kelas dunia Frank Gehry, Bilbao akan tetap menjadi wilayah tertinggal dan miskin. Frank Owen Gehry masih terus menghasilkan karya-karya kreatif di berbagai kota, namun museum Guggenheim Bilbao masih tetap merupakan karya terindah di dunia dari sisi karya arsitek sampai sekarang.

Ishadi SK Komisaris Transmedia


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com