DetikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Minggu 16 September 2018, 12:04 WIB

"Sheila on Stage"

Ishadi SK - detikNews
Sheila on Stage Ishadi SK (Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Jumat (14/9) malam kemarin Trans 7 menggandeng Sheila On 7 untuk mengisi acara Konser Musik Spesial di Gedung Balai Sarbini Jakarta. Ini adalah konser musik spesial keempat sejenis yang sudah dijalankan oleh Trans 7. Mulai dengan Ari Lasso and his gank pada Oktober 2017 setelah itu Slank pada Februari 2018 kemudian Via Vallen pada April 2018, dan terakhir Sheila On 7.

Sheila On 7 menjadi sangat menarik karena grup musik ini telah melewati masa "up and down" bahkan nyaris berhenti di masa galau pada 2006-2008. Sheila On 7 digagas oleh Adam Muhammad Subarkah yang mendirikan band sekolah SMA yang diberi nama W.H.Y Gank. Pada 1995 Adam (bassis) mengajak Sakti (gitaris) dan pada 1996 menggandeng Akhdiyat Duta Modjo (vokalis) dan Eros Candra (lead guitar) serta Anton (drumer). Mereka mulai sebagai grup pengiring kelompok musik GIGI, AB Three, dan Ahmad Band (Ahmad Dhani Grup). Setelah itu dengan cerdas mereka kemudian mangkal di radio anak muda Yogyakarta, Geronimo FM, menyebabkan mereka menjadi sangat populer merintis genre pop rock dan alternatif rock yang waktu itu belum banyak dikenal.

Pada 6 Mei 1996 mereka mengubah nama grupnya menjadi Sheila Gank sekaligus menetapkan sebagai tanggal kelahiran grup band mereka. Pupularitasnya lewat Radio Geronimo FM semakin meningkat khususnya di kalangan anak muda. Pada 1999 memberanikan diri membuat album perdana judulnya Sheila On 7. Album kedua terdapat lagu Sephia ciptaan Erros yang menurut Adam merupakan lagu yang terbaik hingga saat ini. Pada 1998 mereka bertemu Jan Djuhana, produser musik yang tinggal di Jakarta.

Jan jugalah yang menarik Sheila On 7 ke dapur rekaman lewat label Sony Music pada 1999. Segera saja grup band asal Jogja ini menembus barisan grup band musik papan atas lewat lagu-lagu yang disukai anak-anak muda. Di antaranya Pemuja Rahasia, Melompat Lebih Tinggi, Itu Aku, Kita, Dan, Sahabat Sejati, J.A.P, Tunggu Aku di Jakarta, Sebuah Kisah Klasik, dan banyak lagi. Sheila on 7 pernah terhenti 2 tahun (2006-2008) setelah itu melejit kembali sehingga mendorong Trans 7 untuk menampilkan dalam acara Konser Musik Spesial.

Kontak dengan Adam oleh Sisca, Produser Trans 7, sudah berlangsung sejak Februari tahun ini. Diskusi intensif berlangsung sejak April, 5 bulan sebelum Konser Musik Spesial, Jumat kemarin berlangsung. Awalnya konser akan dilakukan pada Agustus 2018 dan judul yang disiapkan Kita Indonesia, namun karena masalah teknis acara diundur jadwalnya menjadi September dengan judul Sebuah Kisah Klasik sama dengan salah satu judul lagu mereka. Judul dipilih lewat diskusi panjang karena harus eye catching dan terus diingat. Pagelaran Ari Lasso judulnya Sepenuh Hati, bersamaan dengan 25 tahun karier musiknya. Grup musik Slank judulnya In Love, sedangkan Via Vallen judulnya Dangdut Never Die (Dangdut Ga Ada Matinye).

Awalnya Duta dan Adam menolak penyanyi tamu, namun setelah dijelaskan bahwa grup musik sebelumnya juga diramaikan dengan penyanyi tamu, dan ini membuat share dan rating tinggi. Adam dan Duta setuju meski itu berarti penambahan effort untuk latihan bareng. Adam kemudian menyadari bahwa pentas di televisi memerlukan pemahaman mengenai budaya televisi. "Kita tidak bisa memonitor jutaan penonton yang mengamati pertunjukan kita. Dunia televisi memerlukan banyak gimmick untuk membuat acara lebih menarik untuk ditonton di rumah." Kami hanya mencoba persepsi penonton di rumah dari penonton kami yang ada di Gedung Sarbini saat itu.

"Kita harus menyesuaikan durasi dan segmentasi media televisi karena harus jeda setiap 15-30 menit." Selanjutnya Adam mengatakan, "Lagu itu dinilai bagus atau tidak berdasarkan feeling." Sedangkan TV menuntut hal yang berbeda: "laku atau tidak". Konser Sheila On 7 didukung juga musisi berbagai segmen: penyanyi senior Kris Dayanti, pendatang baru Wizzy, Tulus, aktor Chicco Jerikho, dan grup musik Kotak dengan menampilkan Tantri diiringi oleh Chua (bassis) dan Cella (gitaris) mereka semua menambah warna pagelaran Sheila On 7 menjadi lebih menarik.

Tanpa terasa pertunjukan berlangsung 4 jam lebih. Sekitar 200 penonton yang berada di panggung festival selama pertunjukan berlangsung tidak pernah berhenti mengentakkan kaki dan melompat-lompat sesuai dengan irama lagu Sheila On 7 yang terus-menerus memang secara umum mengajak orang untuk bergerak. Tidak hanya di festival, di panggung VIP pun penonton berdiri dan ikut bergoyang. Pagelaran Konser Musik Spesial ini berhasil karena ada kerja sama yang baik antara tim produksi, kreatif, dan teknik yang berhasil membangun symphony orchestra musik pop rock yang tidak pernah berhenti mengentak sampai akhir. Bravo, Sheila On 7!

Ishadi SK Komisaris Transmedia


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed