DetikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Rabu 15 Agustus 2018, 15:40 WIB

Kolom

Wirausaha Sosial dan Ikhtiar Ekonomi Rakyat

Muttaqin Kholis Ali - detikNews
Wirausaha Sosial dan Ikhtiar Ekonomi Rakyat Muttaqin Kholis Ali (kanan)/Foto: dok. pribadi
Jakarta -
Sebagai pemuda yang kini telah berprofesi sebagai pengusaha, penulis, dan pengajar, Faldo Maldini sadar bahwa dia dan temannya, Selvin Andika bukanlah bergerak karena kesuksesan, melainkan kesadaran akan peran mereka untuk tanah kelahiran, Ranah Minang. Melalui Pulang Kampuang, Faldo dan Selvin mengembangkan komunitas yang bergerak dalam penyelenggaraan seminar inspirasi, portal inspirasi, dan crowdfunding.

Mereka mengajak semua orang Minang, baik di rantau maupun di kampung berpartisipasi dalam gerakan ini. Orang-orang Minang yang telah membuat karya diharapkan bisa turut dalam gerakan ini, dan dapat memanfaatkan komunitas ini sebagai wadah berbagi. Selain itu, anak muda yang memiliki semangat dan kreativitas tinggi sangat ditunggu untuk bergabung bersama gerakan Pulang Kampuang.

Gerakan yang dirintis Faldo dan Selvin di atas merupakan satu bentuk sociopreneur yang menggabungkan kegiatan wirausaha dan aksi sosial. Bagaimana pengusaha yang berhasil dalam bisnisnya juga memberi peran sosial dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan jangka pendek dan pembinaan berkelanjutan. Aksi sosial yang memfasilitasi generasi muda untuk mengembangkan potensi di bidang masing-masing, khususnya berwirausaha, berdampak positif untuk pemerataan kesejahteraan sosial di masyarakat.

Generasi Muda

Sociopreneur atau kewirausahaan sosial sudah mulai menjadi perhatian masyarakat Indonesia, terutama generasi muda. Meskipun tidak sesemarak gerakan enterpreneur atau kewirausahaan bisnis, fenomena ini layak untuk diapresiasi. Secara umum, sociopreneur dapat diartikan sebagai pengusaha atau kegiatan usaha yang tujuannya tidak sekadar untuk mendapatkan keuntungan finansial pribadi, namun lebih berorientasi untuk kemaslahatan masyarakat melalui kegiatan sosial.

Gerakan sociopreneur yang mempunyai muatan sosial menjadi harapan atas pengembangan kewirausahaan yang cenderung berorientasi bisnis menuju kewirausahaan yang memiliki visi kesetiakawanan sosial untuk menguatkan kepedulian pada sesama manusia. Gerakan ini dapat mengubah mindset masyarakat yang cenderung memandang wirausaha sekadar bertujuan bisnis untuk mengejar keuntungan.

Kunci di dalam kegiatan sociopreneur adalah adanya kepekaan sosial dan semangat untuk berbagi pada sesama manusia. Di dalam aktivitas sociopreneur terkandung nilai humanisme, ekonomi kreatif, dan religiusitas. Pengembangan usaha bisnis didasari semangat kesetiakawanan sosial untuk berarti bagi kemaslahatan umat manusia yang terwujud karena adanya kecerdasan spiritual. Semakin baik keadaan ekonomi seseorang, semakin besar pula peluangnya untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Kegiatan sociopreneur ini bukanlah semata-mata aktivitas orang-orang tua yang mengisi waktu senjanya dengan dermawan dan memperbanyak amal ibadah, namun juga layak dilakoni pemuda. Pemuda memiliki banyak keunggulan yang menjadi nilai plusnya. Secara kuantitas, jumlah penduduk Indonesia usia 16 sampai dengan 30 tahun tercatat 26% atau sekitar 67 juta jiwa. Secara kualitas, pemuda memilik energi dan semangat tinggi, kreativitas, penguasaan teknologi, dan sangat akrab dengan media digital.

Mengacu pada teori generasi, generasi muda saat ini dapat dikelompokkan ke dalam Generasi Y (lahir 1981- 1994) dan juga Generasi Z (1995- 2010). Generasi Y sangat intens dengan penggunaan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, dan media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram, dan Google. Bahkan Generasi Z merupakan generasi internet yang sudah mengenal media sosial sejak usia dini. Generasi Y dan Z ini sangat cocok untuk menjadi aktor pengembangan kewirausahaan sosial.

Modal Sukses

Ada sedikitnya enam modal yang perlu dimiliki pelaku sociopreneur agar sukses. Pertama, kemampuan bekerja sama. Di dalam menjalin kerja sama, perlu sekali bersikap ramah, komunikatif, dan membuka diri dengan lingkungan sekitar. Generasi muda perlu menanamkan sikap yakin pada diri sendiri, namun juga percaya pada orang lain. Di dalam kerja sama, perlu sekali adanya rasa percaya satu sama lain antarpihak yang menjalin hubungan kerja sama agar tercapai tujuan yang diingankan. Riskan sekali bekerja sendiri dalam memecahkan sebuah masalah, kita butuh berkolaborasi dengan orang lain karena tidak selalu kita memiliki seluruh sumber daya yang dibutuhkan.

Kedua, kemampuan teknologi informasi. Generasi muda tumbuh di masa internet telah menjadi bagian kehidupan sebagian besar masyarakat. Mereka cenderung tidak bisa lepas dari internet dan media sosial. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, generasi muda tidak lepas dari gadget. Media sosial menjadi kebutuhan terbesar dalam menjalin hubungan dengan dunia luar, mencari informasi baru, referensi belajar, berbagi pengalaman, dan promosi diri.

Kemampuan dalam menggunakan gadget dan media sosial merupakan modal istimewa generasi muda untuk mengembangkan gerakan sociopreneur. Akun-akun media sosial yang dimiliki dapat dijadikan media sosialisasi dan promosi yang efektif-efisien. Apalagi dengan kecenderungan warganet untuk memviralkan konten yang menarik minatnya. Klik-posting-share-repost. Jurus ini sangat ampuh untuk mencari dukungan guna menyebarkan informasi tentang pentingnya kegiatan sociopreneur.

Ketiga, pintar membaca peluang usaha. Sifat wirausaha yang mahir membaca peluang bisnis sangat diperlukan. Intuisi dalam menentukan langkah yang tepat dan memilih momen yang pas. Penggerak sociopreneur tahu apa yang tengah menjadi tren, mana yang akan bertahan lama di masyarakat, apa yang dapat mendatangkan income, atau bantuan seperti apa yang paling tepat sasaran.

Keempat, kepedulian sosial. Sociopreneur yang memiliki bisnis bukan hanya berorientasi pada jumlah profit yang tinggi tapi bagi dampak sosial di sekitar mereka. Masyarakat Indonesia dengan usia produktif yang cukup banyak sudah mulai menyadari bahwa masalah sosial dan ekonomi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tapi, sebagai generasi muda yang punya banyak ide untuk mewujudkan kehidupan sosial sekitar perlu ikut berkontribusi ambil bagian. Tanpa kepedulian sosial, wirausahawan akan menjadi orang serakah yang hanya memikirkan perut dan kesenangan pribadi.

Kelima, aktualisasi diri. Generasi muda sangat peduli terhadap aktualisasi diri dan prestasi yang mereka capai. Ketika mengalami kegagalan, generasi muda harus mampu bangkit dan menemukan hasrat baru untuk mengejar ketertinggalan. Kegiatan sociopreneur merupakan wujud dari aktualisasi diri sebagai pribadi yang mempunyai empati terhadap orang lain dan lingkungan. Sebagian besar pemuda merasa hidupnya belum bermakna bila belum pernah terjun dalam kegiatan sosial. Idealisme pemuda dengan segudang gagasan cerdas harus menyumbangkan solusi untuk menyelesaikan persoalan bangsa.

Keenam, kemampuan manajemen. Apa pun bentuk usaha, tak akan dapat berhasil sukses bila tidak ada pengelolaan yang baik atas modal, sumber daya, dan proses aktivitas. Seorang pengusaha perlu mengatur penggunaan sumber daya secara tepat sehingga tidak terjadi kebocoran. M“inyak abih samba tak lamak”, kata orang Minang. Sia-sia saja bila keliru menentukan anggaran dana, persona yang terlibat dalam kerja, serta teknik-metoda yang digunakan. Manajemen ini mencakup tata kelola terhadap segala hal yang terlibat dalam aktivitas usaha.

Sociopreneur adalah potensi besar dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial di masyarakat, seperti anak putus sekolah, kemiskinan, ketelantaran, kerusakan lingkungan, pengangguran, dan kesenjangan sosial. Gerakan ini layak untuk didukung bersama, terutama oleh generasi muda yang punya sumber daya kreatif sebagai penerus bangsa.

Muttaqin Kholis Ali pendiri UKM Pengembangan Karir dan Kewirausahaan UNP


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed