DetikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Rabu 08 Agustus 2018, 17:00 WIB

Kolom

Gempa, Pemda, dan Manajemen Bencana

Zefan A. Golo - detikNews
Gempa, Pemda, dan Manajemen Bencana Korban gempa di Lombok Utara (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta -

Dalam Undang-Undang No. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dinyatakan bahwa pemerintah daerah (pemda) bertanggung jawab atas bencana yang terjadi di wilayahnya. Tapi, pada kenyataannya seringkali fakta di lapangan pascabencana, peran pemda sepertinya tidak terlalu tampak dibandingkan dengan peran lembaga swadaya masyarakat atau organisasi di luar pemerintah yang lebih menonjol dalam mengatur bantuan-bantuan yang diberikan kepada para korban bencana.

Menurut saya, salah satu hal yang menyebabkan tidak tampaknya peran pemerintah (daerah) dalam menghadapi bencana adalah tidak adanya manajemen bencana yang baik. Akibat dari tidak adanya manajemen bencana tersebut membuat pemda seperti tidak percaya diri dalam menghadapi bencana. Beruntunglah ketika pemerintah pusat dan lembaga-lembaga di luar pemerintah selalu turun tangan ketika pemda tidak mampu.

Di dalam manajemen bencana salah satu elemen penting adalah logistik. Pada daerah yang terkena bencana, logistik merupakan hal penting yang sangat menentukan berhasil atau gagalnya pemda menghadapi bencana di daerahnya.

Bencana gempa bumi yang melanda Provinsi NTB tentunya juga mengharuskan pemda setempat untuk memiliki manajemen logistik yang baik agar masyarakat yang menjadi korban dapat tertolong. Menurut saya, Gubernur NTB bahkan harus lebih proaktif lagi memantau setiap bantuan logistik yang ada, agar gempa yang terjadi tidak dianggap oleh segelintir orang sebagai azab bagi masyarakat NTB akibat dari pemimpinnya mendukung Jokowi.

Dampak bencana gempa yang terjadi di NTB bukan hanya terlihat dari kerusakan atau robohnya rumah-rumah warga. Namun, perlu disadari bahwa dampak dari gempa juga menyebabkan munculnya penyakit, baik berupa trauma, patah tulang, atau luka/infeksi akibat dari banyaknya orang yang tertimpa reruntuhan bangunan. Oleh karena itu berbicara mengenai logistik, maka kita tidak hanya menghubungkannya dengan bantuan berupa makanan, pakaian, dan sebagainya tapi juga obat-obatan dan alat-alat penunjang medis. Selain itu pemda setempat juga perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan organisasi di luar pemerintah dalam hal kebutuhan akan tenaga/relawan yang memiliki keahlian dalam menangani kasus dan penyakit-penyakit yang muncul akibat gempa.

Fakta yang perlu diketahui oleh pemda, bahwa kenyataan yang ada di lapangan seringkali bantuan logistik yang ada sebenarnya cukup berlimpah. Namun, masalah yang terjadi adalah masyarakat tidak dapat merasakan bantuan yang memadai akibat dari distribusi logistik yang tidak merata. Penyebabnya tidak lain karena tidak berjalannya koordinasi yang baik antar pemda dengan pemerintah pusat, atau pihak-pihak yang menjadi donatur. Oleh karena itu memang dibutuhkan peran pemda untuk mengatur setiap bantuan logistik yang ada.

Pascabencana memang akan banyak organisasi baik pemerintah maupun non pemerintah datang memberikan bantuan. Apalagi di tahun politik seperti sekarang ini, partai-partai politik dan caleg-calegnya juga akan datang memberikan bantuan baik berupa materi atau masih dalam bentuk janji-janji kampanye. Banyaknya bantuan yang datang tersebut membuat pemda harus siap memiliki kompetensi dalam manajemen logistik agar bantuan-bantuan tersebut bisa jelas siapa donaturnya, tepat penyimpanannya, dan tepat distribusinya ke masyarakat yang membutuhkan.

Ketika masih banyak masyarakat korban gempa yang mengeluh belum mendapatkan bantuan yang memadai, sebenarnya menunjukkan bahwa pemda masih gagal menjalankan perannya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas bencana yang terjadi di daerahnya. Oleh karena itu, memang dibutuhkan sosok pemimpin daerah (gubernur/bupati) yang bukan hanya pandai beretorika, tapi juga memiliki kemampuan memahami manajemen bencana dan logistik yang baik. Hal utama yang perlu dilakukan oleh pemimpin daerah ketika bencana terjadi adalah memastikan bahwa semua korban gempa mendapatkan bantuan sesuai dengan kondisi yang mereka alami.

Kita tidak dapat mengetahui kapan bencana itu datang, karena bencana bisa datang kapan saja. Namun, kita dapat menghadapi bencana itu jika kita (pemda) lebih proaktif dalam menghadapi bencana yang terjadi di daerah kita. Manajemen logistik yang baik menjadi penentu keberhasilan pemda menghadapi bencana.

Zefan A. Golo, S.KM, MARS dosen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan




(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed