DetikNews
Jadilah bagian dari Kolomnis detikcom
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan poin dan dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis detikcom.
Senin 05 Februari 2018, 16:47 WIB

Kolom

Dilema PLTPB Baturraden dan Pilgub Jateng

Bagus Mizan Albab - detikNews
Dilema PLTPB Baturraden dan Pilgub Jateng Foto: Arbi Anugrah
Jakarta - Pemilihan Gubernur Jawa Tengah diramaikan oleh dua pasangan calon yaitu Ganjar Pranowo-Gus Yasin melawan Sudirman Said-Ida Fauziah. Berbagai macam program unggulan telah ditawarkan oleh kedua pasangan calon tersebut. Program kerja yang unggulan tentunya akan dibarengi dengan konsekuensi yang harus diambil.

Jawa tengah bukanlah wilayah yang kecil. Total luas wilayah provinsi Jawa Tengah adalah 32,801 KM persegi. Jawa Tengah juga memiliki berbagai permasalahan dalam berbagai segi bidang. Seperti ekonomi, sosial, infrastruktur, dan pendidikan. Sudah seharusnya persoalan tersebut dapat diatasi dengan program kerja yang dipersiapkan oleh kedua pasangan calon tersebut. Salah satu permasalahan yang cukup besar di Jawa Tengah, namun tidak cukup terdengar di media nasional —tetapi persoalan tersebut dapat menjadi topik perdebatan kedua pasangan calon— adalah kasus Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturraden.

PLTPB Baturraden dapat menjadi isu yang sangat penting karena luas cakupan pembangunannya yang lebih dari satu kabupaten. Pembangunan proyek seluas 24.660 hektar tersebut meliputi Kab. Brebes, Kab. Banyumas, Kab. Purbalingga, Kab. Tegal, dan Kab. Pemalang. Tentunya dengan cakupan yang sangat luas maka isu ini memiliki dampak yang serius terhadap suara yang didapat oleh pasangan cagub-cawagub nantinya.

Gubernur incumben Ganjar Pranowo memang orang yang paling mungkin untuk diserang mengenai kasus ini. Mengingat proyek pembangunannya terjadi pada periode kerjanya. Isu PLTPB Baturraden dapat menjadi senjata bagi pasangan Sudirman-Ida untuk menarik simpati warga sekitar PLTPB yang mencakup setidaknya 5 kabupaten. Hal ini tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi Sudirman Said-Ida untuk menyuguhkan program kerja yang dapat menyelesaikan permasalahan PLTPB Baturraden.

Sementara itu, Ganjar-Gus pada dasarnya dapat memanfaatkan persoalan tersebut dengan pendekatan yang dilakukannya. Penyuluhan dan sosialisasi mengenai maksud pembangunan PLTPB Baturraden tersebut dan mencari atau menyuguhkan program kerja yang dapat menghasilkan win win solution bagi para pihak yang terlibat dapat menjadi solusi. Artinya adalah kedua paslon dapat berbuat banyak mengenai proyek PLTPB Baturraden tersebut, tergantung siapa yang dapat mendatangkan solusi terhadap persoalan tersebut.

Karena yang terpenting bagi warga sekitar proyek PLTPB adalah persoalan kerusakan lingkungan dan sebagainya akibat dari pembangunan proyek tersebut segera diatasi. Permasalahan ini memang pada dasarnya harus segera dibenahi terutama oleh Gubernur incumben saat ini karena ini adalah sebuah isu yang sangat mungkin untuk dimunculkan.

Kenapa Harus Dibenahi?

Kasus PLTPB Baturraden adalah kasus yang tidak hanya melibatkan satu wilayah melainkan meliputi 5 kabupaten. Pemilih Kabupaten Pemalang pada 2010 berdasarkan data dari KPU Pemalang, data pemilih mencapai 1,049,961 orang. Sementara itu Brebes mencapai1.522.560 pemilih pada 2016, dan Banyumas pada 2014 mencapai 1.318.750 pemilih baik laki-laki maupun perempuan. Dengan demikian, dampak yang ditimbulkan akan signifikan terhadap suara yang diperoleh.

Meskipun incumben Ganjar Pranowo juga harus fokus terhadap pembenahan pabrik semen di Rembang namun tidak menutup kemungkinan untuk Ganjar membenahi kasus PLTPB Baturraden. Pembenahan yang harus dilakukan oleh Ganjar bisa dengan berbagai cara. Bisa dengan sosialisasi mengenai maksud PLTPB, kompensasi, pemulihan lingkungan atau bahkan pemberhentian proyek PLTPB tersebut. Atau, upaya lain yang dapat ditempuh.

Bagi pasangan Sudirman Said isu ini dapat dijadikan untuk menarik simpati warga sekitar PLTPB dengan menyajikan program kerja yang dapat mengatasi persoalan tersebut. Apabila Sudirman Said berani untuk memberhentikan proyek PLTPB Baturraden tersebut maka hal ini menjadi poin plus tersendiri bagi Sudirman Said. Sudirman Said bisa belajar dari Anies Baswedan pada saat Pilkada DKI Jakarta yang menyuarakan untuk memberhentikan reklamasi. Akibatnya adalah adanya efek elektabilitas dan simpati rakyat Jakarta kepadanya. Dengan demikian Sudirman Said bisa belajar dari program Anies untuk mendulang suara pemilih.

Namun demikian, rakyat sekarang sudah cerdas. Rakyat tahu mana janji kampanye semata atau benar-benar program untuk kesejahteraan rakyat. Rakyat sekarang sudah susah dan butuh solusi bukan sekedar janji. Perlu adanya solusi untuk penyelesaian kasus PLTPB Baturraden ini. Siapapun paslonnya diharap bisa mengatasi persoalan ini. Gunung Slamet yang menjadi tempat diadakannya proyek tersebut harus segera diadakan pemulihan. Perlu adanya penyelesaian terhadap semua permasalahan ini. Siapapun paslonnya, yang dibutuhkan oleh warga sekitar PLTPB Baturraden adalah solusi.

Bagus Mizan Albab mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia


(mmu/mmu)
Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca detik, isi dari tulisan di luar tanggung jawab redaksi. Ingin membuat tulisan kamu sendiri? Klik di sini sekarang!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed