DetikNews
Selasa 17 Oktober 2017, 11:25 WIB

Kolom

Menagih Janji Anies-Sandi dalam Mengurai Pengangguran

Triyono - detikNews
Menagih Janji Anies-Sandi dalam Mengurai Pengangguran Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Janji manis dalam kampanye Pilkada DKI Jakarta sudah diucapkan. Pertarungan kontestasi politik yang menguras energi anak bangsa ini telah usai dengan terpilihnya Anies-Sandi sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Setelah beberapa lama menunggu akhirnya pelantikan gubernur dan wakil gubernur dilaksanakan pada Senin 16 Oktober 2017. Setelah pelantikan, tugas berat menanti gubernur. Tugas tersebut yaitu melaksanakan janji ketika kampanye berlangsung.

Berbagai harapan muncul dari warga masyarakat DKI Jakarta. Jutaan harapan baru dari masyarakat Jakarta tersebut merupakan suatu yang wajar. DKI Jakarta sebagai ibukota negara memiliki masalah yang cukup pelik dari berbagai sisi baik sisi sosial, politik maupun ekonomi. Salah satu masalah ekonomi yang harus segera dituntaskan adalah dalam mengurai masalah pengangguran.

Masalah pengangguran berkaitan erat dengan kondisi sosial dan keamanan ibukota. Pengangguran yang besar akan bermuara kepada tingginya kriminalitas dan lesunya daya beli masyarakat. Di sisi lain predikat sebagai ibukota negara tentunya membuat DKI Jakarta menjadi barometer nasional dalam mengurai pengangguran yaitu dengan penciptaan lapangan pekerjaan.

DKI Jakarta memiliki berbagai tantangan dalam hal ini. Antara lain kondisi ekonomi nasional, Upah Minimum Propinsi, iklim investasi, dan kualitas tenaga kerja. Dalam melihat permasalahan ini tentunya dunia usaha menjadi mitra strategi dalam menciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu diharapkan adanya iklim investasi yang kondusif di DKI Jakarta.

Kualitas tenaga kerja tentunya akan bersinggungan dengan kesempatan kerja. Sudah menjadi kelaziman bahwa lowongan kerja yang ada di DKI Jakarta bukan hanya warga Jakarta saja yang melamar. Namun, warga daerah lain pun juga ikut berkompetisi untuk mendapatkan lowongan pekerjaan tersebut.

Kesempatan kerja yang ada di DKI Jakarta ibaratnya gula yang siap diburu oleh masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia. Meskipun saat ini telah ada otonomi daerah, namun dalam kenyataannya perekonomian masih berpusat di DKI Jakarta, sehingga masyarakat tetap migrasi ke Ibukota.

Pengangguran di DKI Jakarta sendiri saat ini masih cukup tinggi. Berdasarkan data BPS DKI Jakarta, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2017 sebesar 5,36 persen atau 293.000 orang dari total jumlah angkatan kerja sebanyak 5.461.000 orang. Angka tersebut sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,77 persen.

Sebagai gambaran perbandingan, angka TPT Nasional pada Februari 2017 adalah 5,33 persen. Kondisi tersebut tentunya menjadi salah tugas yang cukup menantang bagi Anies-Sandi sebagai gubernur dan wakil gubernur periode 2017-2022.

Melihat permasalahan pengangguran di DKI Jakarta tersebut Anies- Sandi telah memiliki road map yang cukup jelas untuk mengurainya. Dari visi dan misi dalam kampanye disebutkan bahwa dalam mencapai kesejahteraan masyarakat, poin utama yang dilakukan adalah dengan menciptakan lapangan kerja. Adapun yang dilakukan oleh Anies-Sandi dalam membuka lapangan kerja antara lain membangun entrepreneurship center di kelurahan-kelurahan, mengembangkan magang, program bantuan modal dan pengembangan usaha untuk UMKM sebagai penyerap tenaga kerja serta menjembatani antara lulusan pendidikan dan dunia kerja.

Melihat berbagai strategi yang akan dilaksanakan oleh Anies- Sandi tersebut sangat menjanjikan. Dengan latar belakang Sandi sebagai seorang pengusaha tentunya akan menjadi nilai lebih dalam melaksanakan janji tersebut. Namun demikian strategi tersebut tidak akan berjalan jika tidak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dukungan dari berbagai kalangan sangat dinantikan setelah beberapa saat yang lalu sempat terfragmentasi akibat pilkada.

Semoga Anies-Sandi mampu mengemban dan membuktikan janji manisnya dalam kampanye yang lalu. Karena janji adalah utang yang harus segera ditunaikan. Jika janji khususnya dalam masalah penciptaan lapangan kerja tidak ditepati, maka banjir pengangguran akan segera menanti.

Triyono peneliti ketenagakerjaan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

(mmu/mmu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed