Kolom

Menjadi Extraordinary Leader

TP. Rachmat - detikNews
Senin, 16 Okt 2017 12:00 WIB
TP. Rachmat (Foto: Dok.)
Jakarta - With great power comes great responsibility, dengan menjadi seorang pemimpin maka kita menjadi seorang yang mengemban amanah serta tanggung jawab yang sangat besar. Semakin besar kekuatan yang dimiliki oleh seorang pemimpin maka semakin besar tanggung jawab yang diembannya.

Di dunia ini ada dua macam pemimpin, yaitu ordinary leaders yang cenderung hanya menjalankan teknis SOP sebagai seorang manajer, dan extraordinary leaders yang tidak hanya terikat dengan rutinitas teknis tersebut. Dia bergerak jauh di luar ekspektasi sebagai seorang manajer teknis. Dia menjalankan amanah serta tanggung jawab yang diembannya bukan hanya untuk kemajuan perusahaan, namun lebih jauhnya dia ikut berkontribusi dalam membangun budaya dan kemajuan bangsa ke arah yang jauh lebih baik.

Setidaknya ada tiga hal yang harus dimiliki oleh pemimpin yang uncommon ini. Pertama adalah purpose. Dalam sebuah kesempatan talk show televisi, saya menyatakan bahwa saya akan terus bekerja sampai di Indonesia tidak ada kemiskinan lagi. Saya sadar, bahwa kondisi itu sangat sulit terjadi, atau mungkin tidak akan pernah terjadi. Tapi saya juga sadar, bahwa sebagai manusia yang lahir, tumbuh, dan berusaha di Indonesia, saya harus jadi bagian yang turut membangun Indonesia. Semampu saya, sekuat saya. Itulah yang saya bisa berikan kepada Indonesia. Negara yang telah memberi begitu banyak kesempatan kepada saya.

Sebagai seorang CEO yang memiliki amanah dan tanggung jawab, saya ingin menjawab pertanyaan berikut secara pribadi, "Apakah purpose of life saya?" Pertanyaan itu sangat penting untuk dijawab dengan sungguh-sungguh dan jujur. Saya mengutip kata-kata Steve Jobs, "If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?"

Time is precious, waktu yang kita miliki sangatlah berharga karena waktu kita semua terbatas. Penting untuk memastikan bahwa apa yang kita lakukan dari hari ke hari, mendekatkan kita pada purpose of life kita. Itu cara terbaik untuk bersyukur atas kehidupan yang Tuhan berikan.

Hal kedua yang harus dimiliki oleh extraordinary leader adalah sense of mission. Orang-orang hebat memiliki satu kesamaan, mereka memiliki sense of mission yang sangat kuat. Para pemimpin adalah orang-orang hebat, yang diberi amanah besar untuk memimpin. Amanah untuk membawa perusahaan dari saat ini ke masa depan. Amanah untuk membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Membuat Indonesia menjadi lebih maju, adil dan makmur.

Angela Duckworth, seorang psikolog dari Amerika memperkenalkan istilah "grit" sebagai faktor penentu kesuksesan. Grit adalah gabungan dari purpose, passion, dan perseverance. Adanya grit membuat orang akan konsisten, tahan uji, dan tidak mengenal lelah dalam mewujudkan misinya. Adanya grit membuat kita bangun paling pagi, pulang paling malam untuk memastikan eksekusi yang disiplin dan militan. Grit yang membedakan Anda sebagai extraordinary leaders dengan ordinary leaders.

Make or break-nya perusahaan atau organisasi yang Anda pimpin ada di tangan Anda. Hal yang sama juga terjadi dalam konteks berbangsa dan bernegara bahwa make or break-nya bangsa ini, juga menjadi tanggung jawab Anda dan kita semua sebagai pemimpin. Manusia yang memiliki sense of mission adalah manusia yang sudah selesai dengan dirinya. Menempatkan kepentingan yang lebih mulia di atas kepentingan diri. Mother Teresa adalah contoh yang hampir sempurna tentang sense of mission. Seluruh hidupnya dipersembahkan kepada kemanusiaan.

Hal ketiga yang harus dimiliki oleh seorang extraordinary leader adalah values. Saya mengutip kata-kata mendiang Bapak Benny Subianto, "We have to change with changing time, but we have to hold on to unchanged values." Kekuatan yang besar tanpa values yang kokoh membuat manusia menjadi serakah, kejam, cacat etika, dan cacat integritas. Kekuatan tanpa values mengerdilkan, melemahkan, bahkan bisa mematikan.

Keluarga berantakan karena tidak kokohnya values. Banyak perusahaan tidak sustainable karena rapuhnya values. Negara hancur dan tidak menjadi apa-apa karena mengabaikan pentingnya values. Banyak masalah bangsa Indonesia, yang juga terjadi karena tidak kokohnya values.

Saya, Anda, kita semua mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menghidupkan values dalam lingkup kehidupan kita masing-masing. Values yang kokoh harus dimulai dari keselarasan kata dan perbuatan para pemimpin. Tidak lebih, tidak kurang. Kita harus menjadi pemimpin yang menjadi panutan. Pemimpin yang walk the talk.

Membangun bisnis adalah membangun values. Bisnis yang dibangun tanpa values niscaya berantakan dan tidak akan bertahan lama. Tanggung jawab kita sebagai pemimpin, tidak hanya berhenti sampai menghasilkan kinerja finansial yang luar biasa, tapi juga menjadi bagian dari bangsa untuk membangun generasi yang memiliki values yang kokoh. Values yang dimulai dengan integritas.

Kita semua memiliki tanggung jawab moral. Betapa akan lebih mudahnya seluruh upaya pembangunan bangsa kita, apabila semua pelaku bisnis juga terpanggil dan ambil bagian nyata dalam penanaman values.

Less for self, more for others, enough for everybody. Menjadi pemimpin tidak mudah. Di dalamnya terkandung amanah yang besar dan mulia, untuk tidak semata-mata mengejar dan mengutamakan kepentingan pribadi, tetapi memberi dampak positif bagi banyak pihak. Itulah reason of being dari true leader.

Saya akan menutup tulisan ini dengan menuliskan sebuah janji yang tulus dan sederhana mengenai values. Janji ini juga menjadi guiding principles bagi seluruh pemimpin di negeri yang kita cintai ini. Hari ini, saya berjanji untuk menjalani hidup dengan transparan dan jujur, untuk memberikan lebih dari yang diharapkan, dalam situasi apapun, untuk menempatkan kemanusiaan dan tujuan yang lebih mulia di atas kepentingan pribadi, untuk menjadi pribadi yang rendah hati, membuka diri, dan terus memperbaiki diri. Janji ini saya nyatakan dengan tulus dan sepenuh hati kepada diri sendiri, keluarga, perusahaan, Indonesia, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.

TP. Rachmat anggota Indonesia Economic Forum

(mmu/mmu)