Ruang publik atau barang publik akan menghadapi bencana karena tidak ada aturan dalam memakainya, tidak ada regulasi, dan ada partisipasi berlebihan semaunya. Misalnya lapangan rumput hanya seluas lapangan bola dipakai sebagai padang gembala berlebihan, maka padang rumput tersebut akan rusak. Perairan laut Jawa sekarang sudah rusak karena eksploitasi berlebihan tanpa aturan main yang menjamin kesinambungannya.
Banyak ruang publik menghadapi kehancuran karena karena kita tidak mengantisipasinya dengan arsitektur norma dan aturan kolektif bersama. Sama persis dengan ruang publik sekarang yang dijejali sosial media akan menyebabkan kerusakan tatanan sosial, yang sudah lama mengharmoniskan kehidupan manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menjadi masalah adalah muatan-muatan yang bertentangan dan merusak yang ada di dalam sistem teknologi komunikasi tersebut kemudian secara masif ke dalam tatanan sosial masyarakat. Resistensi yang hebat juga akan muncul ke permukaan sehingga akan menimbulkan gejolak sosial, yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Saya dapat mengatakan bahwa satu sisi dari media sosial adalah bencana. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi yang cepat tidak bisa dibiarkan melenggang tanpa norma, aturan main dan regulasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masyarakat dalam menerima kehadiran media sosial tersebut. Jika kita bersama diam dan tidak mampu menciptakan arsitektur aturan main bersama, maka bencana tragedy of the common akan terjadi cepat atau lambat.
Media sosial yang bebas bisa meretas norma dan lembaga yang sudah hidup ratusan atau bahkan ribuan tahun. Dengan ruang publik yang terbuka, maka bangunan norma-norma itu hancur. Proses kehancuran norma-norma tadi tidak tiba-tiba tapi berproses sangat lama dan menghasilkan pertentangan kemanusiaan yang dahsyat. Jadi proses yang terjadi sekarang adalah satu sisi dari media sosial yang menghancurkan bersamaan dengan sisi positif teknologisnya.
Jadi dengan memotret sistem yang berjalan dengan perubahan ruang publik yang terbuka dengan satu teori ekonomi politik jernih dan sederhana, maka kita sebenarnya sudah mungerti masalahnya dan bisa mengantisipasi bagaimana cara mengatasinya. Tragedy of the common bisa merupakan bencana sebagai produk dari media sosial yang liar tanpa kendali.
Tatanan sosial di ruang publik yang bagus dan harmoni akan rusak dan hancur lebur ketika banyak sekali yang masuk memanfaatkannya tanpa aturan, tanpa norma, tanpa regulasi.
Didik J Rachbini
Ekonom (erd/erd)











































