Kita senang membohongi diri sendiri bahwa situasi aman, padahal jelas kita masih menghadapi kelompok separatis OPM yang untuk penangannannya harus dilakukan kampanye militer yag berlanjut.
Kasus penembakan di kawasan Freeport yang kini oleh Kapolda Papua diakui sebagai kelompok OPM yag menyebut dirinya Kelompok Kali Kopi sebaiknya dapat digunakan oleh Pemerintah dan TNI serta Polri di Jakarta mengubah strategi dan taktik yang digunakan untuk sepenuhnya mengamankan Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Pelakunya kelompok Kali Kopi), kelompok lama yang juga terlibat dalam serangkaian penembakan di area tambang PT FI pada 2009," kata Tito, Rabu (11/12/2013) malam. Dia mengatakan saat itu korban jiwa yang jatuh mencapai belasan orang. Tito memaparkan, pola aksi kelompok ini adalah hit and run. "Hanya tembak-menembak sebentar terus pergi," kata dia.
Karena medannya hutan, imbuh dia, para pelaku ini dapat muncul di mana saja. Menurut Tito, kelompok Kali Kopi tak punya banyak anggota. "Paling 8 sampai 10 orang (anggota). Senjatanya juga tak banyak," ujar mantan Komandan Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri ini.
Lokasi yang menjadi sasaran penembakan merupakan penghubung antara Timika dengan Tembagapura. Menyusul rentetan tembakan selama tiga hari berturut-turut itu, Tito menggelar pertemuan bersama PT FI dan jajaran TNI di Mimika.
Menurut catatan penulis, Kelompok Kali Kopi yang dimaksud Tito adalah bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dalam struktur Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/OPM, kelompok ini merupakan Komando Militer III Timika yang berpusat di Kali Kopi.
Pusat kelompok tersebut berada di dekat Kampung Nayaro, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Kelompok ini dipimpin oleh Kelly Kwalik, sebelum dia tertembak dan tewas saat diserbu Densus 88 pada Desember 2009. Kelompok ini mencuat setelah menculik dan menyandera sejumlah peneliti Taman Lorenz di Kampung Mpanduma. Sekarang, kelompok ini dipimpin oleh Tenny Kwalik.
Dalam sejarah berbagai negara, pengakuan beberapa negara bahwa Pemerintah dari negara yang bersangkutan sedang menghadapi aksi separatis bersenjata bukan sesuatu yang aib dan memalukan. Dan oleh karenanya Pemerintah dari negara-negara yang menghadapi aksi separatis bersenjata tersebut melakukan operasi militer yang hebat, adalah sebuah berita yang biasa-biasa saja, bukan berita yang memalukan.
Di Inggris, Pemerintah Inggris tidak menutup-nutupi ketika pasukan separatis Republik Irlandia masih aktif. Pemerintah Maroko tidak malu-malu mengakui bahwa mereka sedang menghadapi golongan separatis Sahara Barat. India secara terbuka melakukan operasi militer yang berlanjut terhadap gerakan kemerdekaan Kashmir.
Pemerintah Sri Langka tidak malu-malu melakukan operasi miIiter habis-habisan untuk menghancurkan pemberontakan suku Tamil. Di Burma, seluruh dunia tahu Pemerintah Burma sedang berperang dengan suku Karen. Di Thailand, Pemerintah Thailand tidak malu-malu melakukan operasi berlanjut di tujuh Provinsi Selatan yang beragama Islam demikian pula seluruh dunia tahu bahwa Pemerintah Filipina sudah bertahun-tahun menghadapi separatis bangsa Moro yang beragama Islam di Selatan.
Di Indonesia, sebenarnya kurang jelas mengapa kita membohongi diri sendiri mengatakan Papua aman, tetapi polisi dan tentara terus menerus diganggu atau ditembaki yang sering mengakibatkan jatuhnya korban jiwa ataupun korban yang luka. Oleh karena itu, Indonesia tidak perlu menutup-nutupi adanya gerombolan bersenjata separatis, yang harus ditumpas secara militer karena memang tidak ada yang membenarkan adanya upaya separatis di negara manapun berdasarkan aturan internasional ataupun aturan internal negara tersebut.
Oleh sebab itu, Pemerintah juga tidak usah repot-repot menyatakan Papua tertutup atau ditutup bagi orang asing. Seperti tidak mudah orang asing mengujungi daerah Sahara Barat, daerah suku Tamil, daerah suku Karen dan daerah suku Moro di Filipina
*) Masdarsada, MSi adalah adalah alumnus Kajian Strategik Intelijen, Universitas Indonesia. Berprofesi sebagai dosen dan kolumnis.
(nwk/nwk)











































