Penangkapan itu bermula dari penyerahan uang di kantor PT Indoguna Utama. Uang kontan senilai Rp 1 miliar pecahan seratus ribu rupiah itu dibawa ke Hotel Le Meridien. Di tempat ini sudah disediakan kamar, dan ada gadis cantik, mahasiswi dari sebuah perguruan tinggi di Jakarta.
Di tempat inilah KPK bergerak. Empat orang itu diamankan. Tiga laki-laki dan satu perempuan. Dibawa bersama barang bukti uang Rp 1 miliar yang disebut sebagai panjar dari Rp 40 miliar, serta buku tabungan. Dari penangkapan ini kemudian Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dijemput di kantor PKS. Sedang gadis yang belum dijelaskan perannya itu dilepaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kesigapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang langsung sebagai tersangka memudarkan sinyalemen itu. Para elit sadar, KPK tak gampang menempatkan seseorang sebagai tersangka jika belum punya bukti kuat. Para pihak pun tahu jika sudah berstatus itu tak bakalan lolos dari jerat hukum.
Perkara ini bak bola salju. Tidak bakalan berhenti sampai disini. Ada indikasi beberapa elite PKS akan ikut terseret. Itu karena modus suap dan materi suapnya soal importasi daging sapi, yang tentu mengarah pada kementerian yang bertalian dengan itu. Apalagi menterinya, Suswono, juga kader PKS.
Kendati Menteri Pertanian sudah membantah soal itu, tetapi KPK bergerak cepat. Penyidiknya mendatangi kementerian ini, dan ruang Dirjen Peternakan di lantai enam sudah disegel. Akankah banyak muncul tersangka baru?
Ini sedang proses. Tapi yang jelas, imbas dari penangkapan presiden PKS itu amat telak. Partai ini akan semakin sulit untuk bangkit. Dua kasus besar yang mendera partai ini telah mengobrak-abrik eksistensinya. Kasus itu membuat rakyat mencibir partai ini. Pertama kadernya, Arifinto politisi PKS menonton video porno saat sidang, dan sekarang pucuk pimpinannya terlibat kasus suap. Ini amat sangat tidak layak dilakukan kader partai yang mengklaim sebagai partai bersih.
Suara PKS diprediksi akan menukik tajam pada pemilu mendatang. Sebagai partai program, kader sesungguhnya tidaklah besar. Partai ini terbanyak dipilih massa mengambang. Massa yang tidak punya pilihan, tetapi tertarik melihat program dan sikap kader PKS yang memberi harapan ke depan. Namun dengan dua kasus itu, apa yang akan 'dijual' PKS?
Malah bisa jadi, dengan kejadian ini, ketika partai-partai lain riuh mencitrakan kebaikan partainya, justru PKS sedang gencar-gencarnya menunjukkan boroknya. Itu karena mendekati pemilu, kasus ini akan memasuki persidangan. Itu yang akan diberitakan secara gencar oleh berbagai media, yang implisit sebagai kampanye buruk untuk partai ini.
Ya, prinsip blantik sapi beneran memang cash & carry. Tapi jika itu blantik sapi di ranah politik, maka uang kontan akan mengundang curiga dan KPK.
*Budayawan, tinggal di Jakarta
(nrl/nrl)











































