Era Baru Menuju Integrasi Ekonomi ASEAN

- detikNews
Kamis, 22 Nov 2012 12:46 WIB
Jakarta - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke- ke-21, di di Phnom Penh Kamboja telah dilaksanakan. Pelaksanaan KTT dihadiri para pemimpin negara anggota ASEAN dan sahabat. Dalam forum ini, membahas permasalahan terkait persiapan mewujudkan komunitas ASEAN yang direncanakan berlaku 2015.

Sebelumnya pada Deklarasi Bali, pada KTT ASEAN ke-19, di Nusa Dua, menghasilkan tiga pilar utama untuk menjadi dasar dari perwujudan Komunitas ASEAN 2015, yang terdiri dari ASEAN Political-Security, ASEAN Economic Security, dan ASEAN Socia-Cultural Community.

Seperti kita ketahui, bahwa Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Tujuan dari organisasi ini awalnya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regional.
Namun, sejak tahun 1997, para pemimpin ASEAN mulai berpikir tentang pembangunan identitas bersama di antara masyarakat ASEAN melalui pencanangan ASEAN VISION 2020 sebagai komunitas Asia Tenggara yang saling peduli dan berbagi.

Mengingat kebutuhan yang mendesak, pada KTT ASEAN ke-12 di Cebu, Filipina di putuskan untuk mempercepat pembentukan komunitas ASEAN, dari rencana semula tahun 2020 menjadi 2015. Kebutuhan ini terkait keberadaan ASEAN, bukan hanya sebatas jantung Asia tetapi sudah mampu memainkan peran yang makin penting di kawasan dan dunia. Resesi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa membuat Asia kini tampil sebagai motor pertumbuhan ekonomi dunia.

Sebelum digantikan oleh Deputi Menteri Luar Negeri Vietnam Le Luong Minh sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN untuk masa jabatan 2013-2017, Surin Pitsuwan, berpendapat bahwa Asia Tenggara bersama-sama dengan China, India, Korea Selatan, dan Jepang bukan hanya menjadi pasar konsumen terbesar di dunia, tetapi juga pusat R&D (riset dan pengembangan, red) dunia, pemilik sumber daya alam terbanyak dunia, dan sumber investasi yang paling kaya di dunia.

Nilai investasi asing yang masuk ke ASEAN pada tahun 2010 telah mencapai rekor tertinggi 75,8 miliar dollar AS. Sumber dana terbesar berasal dari Uni Eropa (22 persen), intra-ASEAN (16 persen), Jepang (11 persen), dan Amerika Serikat (11 persen). Pencapaian rekor nilai arus investasi asing yang masuk ke ASEAN ditopang tingginya nilai arus investasi asing yang masuk ke Singapura (35,5 miliar dollar), Indonesia (13,3 miliar dollar), Malaysia ( 9,1 miliar dollar), dan Vietnam (8 miliar dollar AS)

Potensi Indonesia

Kiprah Indonesia dalam mewujudkan komunitas ASEAN, terlihat jelas memainkan peran yang cukup vital. Jika dilihat dari realitas yang ada, Indonesia dapat dikategorikan negara yang pertumbuhan ekonominya paling cepat berkembang, dan menjadi salah satu negara yang perekonomiannya paling stabil di Asia.

Dengan jumlah penduduk yang mencapai 39% dari total penduduk ASEAN sebanyak 608 juta jiwa, Indonesia juga berpotensi memberikan pengaruh yang besar bagi terwujudnya Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) pada 2015 mendatang.

Nilai ekspor Indonesia ke ASEAN sepanjang 2011 tercatat 32,2 miliar dollar AS, sementara impor 29,7 miliar dollar AS atau surplus 3,5 miliar dollar AS. Namun pada periode Januari – Mei 2012, ekspor Indonesia ke ASEAN tercatat 12,85 miliar dollar AS, dan impor 13,39 miliar dollar AS atau defisit 540 juta dollar AS.

Keberadaan Indonesia di kawasan Asia terbukti mampu memainkan peran penting dalam pemulihan ekonomi regional dan global, bahkan menjadi salah satu negara yang paling cepat berkembang, dan salah satu negara yang perekonomiannya paling stabil di Asia. Realitas ini lah yang menjadikan Indonesia di kawasan Asia menjadi primadona investasi di kawasan Asia Tenggara.

Dalam pandangan investor, Indonesia meski memiliki kekurangannya yang ada, namun masih tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi investor untuk menanamkan investasinya, dibandingkan dengan sembilan negara anggota ASEAN lainnya. Tak dapat dipungkiri, Indonesia sebagai salah satu lokomotif di ASEAN dan negara yang mampu bertahan dari terpaan krisis di Eropa.

Pandangan inilah yang menyebabkan banyak investor yang merelokasi investasinya ke negara yang memiliki ekonomi stabil. Posisi tawar Indonesia saat ini, menempati urutan kedua terbaik di G20 dengan pertumbuhan 6,4%. Apa lagi secara keseluruhan, perkiraan pertumbuhan GDP di Asia pada 2012 menurun sebesar 0,2 persen dari tahun sebelumnya 7,9 persen menjadi 7,7 persen

Meski Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2012 mengalami perlambatan, bukan berarti perekonomian nasional mengalami kehancuran. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2012 menembus 6,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya pertumbuhan nasional, mengalami kenaikan hingga 3,21% dibanding triwulan sebelumnya. Tercatat pada triwulan III-2012 Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp 671,5 triliun. Sementara itu Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp 2.122,8 triliun rupiah.

Jika dilihat dari realitas yang ada, Indonesia dapat dikategorikan negara yang pertumbuhan ekonominya paling cepat berkembang, dan menjadi salah satu negara yang perekonomiannya paling stabil di Asia.

Terkait tema yang diusung pada pertemuan yang ke-21, "Satu Komunitas, Satu Tujuan dalam Persiapan Menuju Masyarakat ASEAN 2015", memperlihatkan sebuah pesan penting kepada masyarakat dunia, konferensi yang diselengarakan di Phnom Penh Kamboja ini diplot untuk lebih dimatangkan dalam mempersiapan terwujudnya komunitas ASEAN yang direncanakan berlaku 2015.

Komunitas ini tidak sama dengan komisi Uni Eropa, namun harapan terbesar dengan terbentuknya Komunitas ASEAN, mampu menjadi bagian dalam pembangun semangat baru integrasi ekonomi dan meningkatkan daya saing kawasan agar dapat merebut investasi asing yang mulai mengarah pada negara-negara yang memiliki pasar investasi yang menguntungkan. Pembentukan Komunitas ASEAN ini sendiri, terjadi akibat adanya pemikiran bahwa, Asia Tenggara akan tertinggal jauh dari pesatnya ekonomi negara China dan India.

Pertemuan ini sekaligus menandakan sesuatu yang penting dan tonggak sejarah bagi ASEAN sejak berdiri 1967. Elaborasi arti penting pelaksanaan KTT ASEAN dan kehadiran Indonesia dalam forum ini, di tengah krisis dan resesi ekonomi global saat ini

*) Ferry Ferdiansyah merupakan Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Mercubuana Jakarta Program Studi Magister Komunikasi

(nwk/nwk)