Reformis Tak Harus Oposan
Bagikan opini, gagasan, atau sudut pandang Anda mengenai isu-isu terkini
Kirim Tulisan

Reformis Tak Harus Oposan

Rabu, 31 Okt 2012 18:38 WIB
Catatan: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com
Reformis Tak Harus Oposan
Jakarta - Spirit utama reformasi adalah penyelenggaraan pemerintahan yang bebas dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Salah satu kuncinya adalah demokratisasi, momentum itu akhirnya terwujud pada tahun 2004 ketika untuk pertama kalinya Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat.

Siapapun yang terpilih menunjukkan dirinya lebih diharapkan rakyat Indonesia untuk memimpin negara ini. Sehingga keberhasilan dipilih rakyat Indonesia menjadi Presiden merupakan suatu prestasi yang perlu diapresiasi.

Tak hanya sekali SBY terpilih menjadi Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. Dalam Pilpres 2009, SBY juga kembali terpilih untuk kedua kalinya sebagai Presiden. Ini jelas sebuah prestasi tersendiri, sehingga layak untuk diapresiasi. Karena bukan hal mudah bisa dipilih dua kali oleh mayoritas pemilih yang berjumlah 100-an juta lebih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan dasar itulah DPP KNPI memberi penghargaan "Bapak Demokrasi" kepada Presiden SBY. DPP KNPI tidak menutup mata masih banyak kasus korupsi dan masalah-masalah lain yang belum dituntaskan selama masa pemerintahan SBY. Karena itulah DPP KNPI tidak memberikan penghargaan "Bapak Pemberantasan Korupsi" atau "Bapak Pemberantasan Narkoba" kepada Presiden SBY.

Karena itu, sungguh naif kalau penghargaan yang diberikan DPP KNPI kepada Presiden SBY dijadikan indikator mental Orde Baru yang melekat dalam tubuh KNPI. Justru penghargaan itu dimaksudkan untuk membangkitkan semangat para pemuda agar ikut menegakkan demokrasi.

KNPI merasa harus bertanggungjawab, agar bangsa Indonesia terbebas dari kekhawatiran terulangnya masa berlakunya demokrasi liberal yang berganti-ganti kabinet pengelola pemerintahan. Demokrasi bisa menghasilkan pemerintahan yang stabil, sepanjang rakyat dan elemen bangsa juga memberikan kontribusi yang proporsional.

Perlu ditegaskan dalam pandangan KNPI, untuk menjadi reformis tidak harus bersikap oposan terhadap pemerintah dan kebijakannya. Terhadap gagasan dan kebijakan yang bermanfaat harus didukung dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak tegas atau penyelesaian masalah yang tidak tuntas. Mudah-mudahan langkah KNPI bisa memberikan kontribusi bagi kelangsungan reformasi bangsa Indonesia.

*) Taufan EN Rotorasiko adalah Ketua Umum DPP KNPI. Kolom ini adalah tanggapan atas kolom berjudul 'KNPI Masih Bermental Orde Baru' yang ditulis Ardi Winangun, mantan aktivis HMI yang dimuat di detiknews.com, Senin(29/10/2012).

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads