PKS 'Tantang' SBY
Bagikan opini, gagasan, atau sudut pandang Anda mengenai isu-isu terkini
Kirim Tulisan

Kolom Djoko Suud

PKS 'Tantang' SBY

Senin, 10 Okt 2011 06:19 WIB
Catatan: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com
PKS Tantang SBY
Jakarta - SBY godok nama calon pembantunya. Kayaknya pekan-pekan ini nama menteri itu akan diumumkan. Di tengah itu varian reaksi terlontar. Partai-partai koalisi relatif tenang, tetapi PKS meradang. Apa itu luapan pesimisme kadernya tetap dipakai? Atau partai ini sedang berganti baju dari putih menjadi hitam?

Reshuffle kabinet menunggu detik-detik terakhir. Rumor yang berkembang ada banyak nama baru dalam kabinet baru ini. Sektor ekonomi mendapat prioritas. Dan hanya kementerian tidak popular yang dijadikan ruang politik dagang sapi.

Menghadapi isu pergantian menteri itu, berbagai partai politik, terutama partai koalisimenyikapinya dengan aneka ragam. Ada yang tenang dan santun. Tapi ada yang agitatif dan tersirat perlawanan. Padahal semua tahu, reshuffle merupakan hak prerogatif presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sikap-sikap partai koalisi itu sebenarnya mencerminkan 'ketidakamanan' dan 'keamanan' kader partai bersangkutan dalam pergantian menteri kali ini. Partai yang tenang bisa dimaknai karena sadar kadernya yang bermasalah tidak baik untuk partai dan negara ini jika tetap dipertahankan. Dan sikap tenang itu juga bisa dijadikan rujukan, jabatan kader partai tertentu itu tetap dipertahankan, malah mungkin mendapat jatah tambahan.

Tapi situasi seperti itu tidak terjadi dengan PKS. Elit politik partai ini meradang. Bilang kadernya aman. Bilang punya kontrak khusus dengan SBY. Tapi ucapan itu diungkapkan dengan cara yang membuat telinga merah. Adakah itu tanda bahwa kader partai ini benar-benar akan dihabisi? Dan jika tidak, adakah agenda lain di balik sikapnya yang keras dan sinis terhadap pemerintah itu?

Kader PKS di kementerian yang katanya aman-aman saja sepertinya terbalik. Kontrak khusus dengan SBY yang disebut-sebut Anis Matta rasanya juga tidak mungkin. Itu tidak logis. Mana ada menterinya aman karena mendapat kontrak khusus kok disikapi dengan 'marah-marah'. Lantang bersuara. Dan terkesan 'menantang' serta menguji keberanian SBY mereshuflle kadernya.

Pembuktian PKS mendapat kontrak khusus dari SBY serta jabatan kader PKS di kementerian aman, perlu menunggu pengumuman reshuffle kabinet. Tapi soal berbagai sikap partai ini yang katanya berkaitan dengan agenda khusus ke depan, seperti kata para petingginya agak aneh. Itu mendekonstruksi diri sendiri. Masak menjauhkan dengan konstituen kok agenda masa depan?

Luapan ucapan elit PKS itu amat disayangkan. Sebagai orang yang pernah simpati dengan partai ini, saya melihat sekarang tidak terlihat lagi suasana sejuk di partai ini. Kader dan pengurus tidak mampu menjaga imaji yang berhasil mempengaruhi orang berbondong-bondong mencoblos partai ini. Mereka tidak mampu memberi rasa teduh dan 'bersih' seperti dulu lagi.

Partai ini tahun-tahun belakangan berubah total. Yang terlihat selalu kekisruhan dan amarah. Kadernya tersandung korupsi. Pengurusnya 'diusili' soal perempuan. Wakilnya di DPR nonton video porno ketika sidang. Mewacanakan pembubaran KPK. Dan ketika mendengar reshuffle kabinet bereaksi keras dan 'menantang'.

Jika ungkapan-ungkapan itu disebutnya sebagai bagian dari agenda khusus, maka agenda apa pula itu. Adakah partai yang berslogan putih itu akan diganti bajunya berwarna hitam. Untuk itu aksesorisnya adalah dengan berteriak keras, ucapan kontra-produktif, dan jika tidak diuntungkan melawan?

Semua tahu, tujuan dari itu adalah kekuasaan. Tapi apakah dengan cara begitu dalam melampiaskan ambisi untuk merebut jabatan itu? Haruskah segala yang terganjal harus direbut secara profan?

Sebagai pengingat saja, konstituen mencoblos PKS bukan karena itu. Mereka rela memberikan suaranya karena PKS dulu dipimpin orang-orang bersih, santun, dan rendah hati. Untuk itu jika ingin hilang suara PKS di tahun 2014 nanti, teruskan gaya ini.

Dan lagi, adakah dengan sikapnya itu SBY menjadi takut? Kader PKS tidak diganti dan malah ditambah? Senyampang nama-nama menteri baru belum diumumkan, kita lihat sama-sama, apakah strategi PKS ini mujarab mempertahankan tiga kadernya di kementerian yang mulai cenut-cenut.

Semua masih wait and see. Hanya yang pasti, rakyat mulai terusik dengan partai yang hablum minannas-nya semakin jelek ini. Terkesan kian arogan dan sombong. Atau ini sebagai bentuk penghayatan sempurna sebagai umaro?

*) Djoko Suud, pemerhati sosial budaya

(asy/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads