Ke Yunani, beralasan mau belajar etika itu sudah jelas kebohongan sekaligus kebodohan. Pantaslah kalau dikatakan oleh Maswadi Rauf: DPR Kalau Menipu, Pintar Sedikitlah. Akui saja dengan jujur ke Yunani itu tujuannya mau jalan-jalan dan membobol uang negara secara legal menurut orang DPR, tapi tidak etis menurut moral waras dan adab umum masyarakat. Di Eropa, Yunani itu termasuk paling brengsek, peradaban terpuruk. Korupsi dan skandal demi skandal politik telah menjerembabkan negeri ini ke dalam krisis. Rekayasa laporan keuangan ke Brussel, defisit anggaran -13,6% dipermak seolah-olah sesuai norma Maastricht -3%. Total utang negara 115,1% dari GDP (Eurostat, 2009). Ruilslag bodong tanah biara melibatkan orang dekat PM Karamanlis (Skandal Biara Athos 2008). Sebagian utang negara digelapkan (Skandal Goldman Sachs 2002). Anggota parlemen Theódoros Tsoulákos dan menteri Perhubungan Tasos Mandelis menerima sogok (Skandal Siemens 1998).
Disiplin warga Yunani juga rendah. Pemandangan jalanan mirip Jakarta. Main serobot tiap ada sedikit ruang, mengakibatkan semakin macet. Pemotor juga tak peduli peraturan lalulintas. Wajib pakai helm, tapi cuek. Polisi yang menyaksikan juga membiarkan seperti tak faham peraturan. Mirip pemandangan di jalanan pantura Karawang dan Subang. Komplit sudah. Yunani kini, bukan Yunani kuno dengan filsafat-filsafat yang agung. Yunani yang seperti ini ada di perpustakaan UI dan universitas lain di Indonesia bahkan di sekolah menengah atau toko buku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelakuan orang-orang DPR itu mengingatkan pada Tantalus dari mitologi Yunani. Orang-orang DPR mengkhianati rakyat, Tantalus mengkhianati Zeus. Sudah mengkhianati, masih mencuri pula. Mereka mencuri (baca: mengambil uang rakyat untuk tujuan bodong), Tantalus mencuri nektar dan ambrosia. Tantalus lalu dihukum dengan cara diikat pada sebuah pohon, di mana dia tak bisa menjangkau buahnya yang lezat. Tubuhnya terendam air, namun tak kuasa meneguk. Dengan begitu dia menderita lapar dan haus selama berabad-abad. Nah, orang-orang DPR itu mau dihukum apa? (es/es)











































