Siapa Berupaya Membunuh Anda, Pak Presiden?
Bagikan opini, gagasan, atau sudut pandang Anda mengenai isu-isu terkini
Kirim Tulisan

Surat kepada Presiden

Siapa Berupaya Membunuh Anda, Pak Presiden?

Senin, 25 Jan 2010 10:34 WIB
Catatan: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com
 Siapa Berupaya Membunuh Anda, Pak Presiden?
Jakarta - Pak Presiden, saya sangat terkejut membaca pengakuan anda di koran Sabtu pagi kemarin tentang adanya rencana, upaya, dan aksi untuk melakukan pembunuhan terhadap anda. "Allah Maha Besar, semua rencana, aksi, dan upaya ini tidak diizinkan," kata anda.

Anda serius dengan pengakuan itu, Pak Presiden? Itulah pertanyaan yang mula-mula terlintas setelah hilang keterkejutan saya. Namun segera saya ralat sendiri pertanyaan itu. Tentu saja anda seorang presiden yang serius. Dalam pidato-pidato anda, sering anda menekankan bahwa anda sangat serius.

Ketika pengakuan yang sama anda lontarkan pertama kali setelah terjadinya aksi bom bunuh diri di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Juli tahun lalu, saya tidak menanggapinya terlalu serius. Tetapi ketika anda menyampaikannya untuk kali kedua, saya nyaris klenger membaca beritanya. Kini saya jadi mafhum kenapa pagar istana perlu direnovasi dengan biaya yang mencapai Rp 22,5 miliar. (Dan saya hanya bisa berharap semoga tidak akan pernah muncul lagi pengakuan ketiga dari anda perihal rencana, upaya, dan aksi pembunuhan setelah pagar istana selesai direnovasi.)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun pengakuan kali ini mengejutkan, terus terang saya tidak memiliki cukup informasi untuk mempercayai atau menyangkal isi pesannya. Saya juga penasaran sekali efek apa yang anda harapkan melalui lontaran pesan pengakuan semacam itu.

Yang bisa saya sampaikan hanyalah bahwa pengakuan itu terlalu umum dan berpotensi membuat orang lain bingung karena kalimatnya kehilangan subjek gramatikal. Saya kira agar tidak timbul saling curiga di kalangan masyarakat luas menyangkut isi pengakuan tersebut, ada baiknya anda sedikit lebih rinci. Saya sangat senang membantu anda untuk menjadikan informasi itu lebih jelas. Yang akan saya lakukan adalah menyodorkkan beberapa pertanyaan kepada anda. Dan berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang bisa saya ajukan.

Jadi, Pak Presiden, siapa tepatnya yang telah membuat rencana, upaya, dan aksi untuk membunuh anda? Saya kira pertanyaan seperti ini diperlukan agar rakyat mendapatkan informasi yang lebih akurat. Memang pengakuan seperti ini aman bagi anda; dengan menghilangkan subjek berarti anda tidak menuding siapa pun dan tidak akan dipaksa oleh siapa pun untuk membuktikan sejauh mana tingkat kebenarannya.

Mengenai rencana pembunuhan itu, yang sudah ditindaklanjuti dengan upaya dan aksi, apakah bunyinya seperti ucapan Anggodo yang jengkel kepada Chandra Hamzah, "...nek Chandra sesuk dilebokno malah tak pateni neng njero." (kalau Chandra besok dimasukkan penjara malah saya bunuh di dalam.)? Atau bahasanya lain tetapi maknanya semacam itu?

Selanjutnya, jika sudah ada upaya dan aksi, dan anda sudah tahu siapa yang membuat upaya dan aksi itu, bukankah sudah cukup alasan untuk menangkap dan mengadili pelaku aksi? Bagaimanapun, pelaku aksi pembunuhan patut ditangkap dan diadili, apalagi upaya dan aksinya tidak mendapatkan izin dari Allah. Yang tak kalah penting juga, seperti apa bentuk upaya dan aksi yang anda simpulkan sebagai upaya dan aksi pembunuhan terhadap Presiden RI?

Terakhir saya berterima kasih kepada Allah Maha Besar yang tidak mengizinkan rencana, upaya, dan aksi pembunuhan tersebut sehingga anda tetap segar bugar hingga hari ini. Namun ada juga yang saya sedihkan, yakni mulusnya pembunuhan terhadap almarhum Munir. Apakah itu karena Allah mengizinkan Munir dibunuh? Atau Allah sesungguhnya juga tidak mengizinkan tetapi si pelaku dan jaringannya membunuh Munir tanpa meminta izin Allah?

Tentu saja hanya Allah yang tahu-menahu soal izin ini, Pak Presiden. Pertanyaan terakhir itu saya ajukan hanya karena saya tergoda mengikuti struktur kalimat anda.

Salam dari saya,

A.S. Laksana

NB: Oya, selamat atas peluncuran album ketiga anda, "Ku Yakin Sampai di Sana". Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng meramalkan album lagu-lagu ciptaan anda ini, yang baru diluncurkan kemarin di TIM, bakalan laris di pasaran.

(asy/asy)


Berita Terkait