Beberapa orang dekat yang cakap menulis buku memuji anda melalui buku. Dino Patti Jalal menulis buku berjudul "Harus Bisa!: Seni Memimpin a la SBY". Anas Urbaningrum menulis buku "Bukan Sekadar Presiden". Andi Mallarangeng, bekas juru bicara yang sekarang menjadi menteri, menerbitkan "Dari Kilometer 0,0", kumpulan kolom yang berisi ketakjubannya kepada anda.
Di masa kampanye pilpres yang lalu diluncurkan buku "Energi Positif" suntingan Dino Patti Jalal. Saya pikir ini buku tentang energi alternatif (untuk menebus kegagalan dengan proyek Blue Energy yang kocar-kacir) atau semacam buku motivasi. Rupanya itu kumpulan tulisan 100 tokoh, beberapa adalah cendekiawan yang saya kagumi, tentang anda. Demi kepentingan kampanye, kebanyakan memuji anda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang segera terbit adalah buku pembelaan berjudul "Hanya Fitnah dan Cari Sensasi, George Revisi Buku" yang ditulis oleh Setiyardi Negara. Dalam konteks buku dibalas buku, terus terang saya lebih suka menyebut buku George sebagai "buku putih" yang dibuat untuk menanggapi segala sanjung puji terhadap anda oleh buku-buku karya orang-orang dekat anda. Karena itu buku Setiyardi Negara bisa kita sebut saja sebagai buku biru, atau buku abu-abu, atau buku merah jambu. Dan rasa-rasanya tak usahlah terlalu merisaukan warna.
Nah, kalau orang-orang yang bisa menulis buku membicarakan anda melalui buku, lain lagi urusannya dengan tukang ojek, tukang ramal, master feng shui, makelar kendaraan, dan makelar kasus. Orang-orang ini, warga negara Indonesia juga, membicarakan anda dalam gaya mereka. Kadang terdengar lucu apa yang mereka sampaikan; topik mereka pun beragam.
Makelar kasus, misalnya, pernah menyebut-nyebut anda sebagai pendukung aksi makelaran mereka. Anda tentu masih ingat percakapan telepon Ong Juliana dan Anggodo. Tukang ramal akan membicarakan weton hari kelahiran anda. Master feng shui akan membicarakan posisi kepemimpinan anda dan urusannya dengan harmoni atau disharmoni alam semesta.
Dan berkenaan dengan temuan tentang fasilitas bintang lima untuk Artalyta Suryani di Rumah Tahanan Pondok Bambu, seseorang yang mengaku pembaca setia kolom mingguan saya di Jawa Pos menulis email dan menyodorkan pertanyaan: "Menurut anda, apakah fasilitas yang diterima besan Presiden lebih mewah dari yang diterima Ayin?"
Saya tidak bisa menjawabnya. Saya tidak pernah menjenguk besan anda, dan belum ada inspeksi mendadak di sana. Tetapi saya kira itu bukan keingintahuan yang merepotkan. Anda bisa memerintahkan Kuntoro cs melakukan peninjauan, mendadak atau tidak, ke penginapan besan anda dan menunjukkan kepada publik bahwa ia menikmati fasilitas yang sama dengan napi sejawatnya. Masalah beres dengan mudah.
Di antara semua pembicaraan lucu itu, Pak Presiden, yang paling jenaka adalah analisis tukang ojek yang kemarin saya tumpangi. Ia membuat telaah gabungan antara ramalan primbon dan feng shui. Maksud saya, ia membicarakan weton anda dan menghubungkannya dengan shio macan api tahun ini. Dan apa hasil analisisnya tentang weton yang dikaitkan dengan macan sirkus? Menurutnya, "Weton SBY wuku bala. Di tahun macan api akan berdatangan pihak-pihak yang gencar menyerangnya. Akibatnya akan ada banyak bencana."
Kita lanjutkan lagi nanti. Salam dari saya.
A.S. Laksana
NB: Saya penasaran dengan omongan tukang ojek itu. Maka saya cek kebenarannya dengan membuka buku kalender Jawa. Buku itu menyebutkan anda lahir Jumat Kliwon. Dan mengenai weton dan wuku, ternyata tukang ojek itu benar.
(asy/asy)











































