Sebabnya, pria yang ditunjuk secara aklamasi menjadi ketua MPP PAN periode kedua ini dan mengaku sudah berleher keriput serta akan berpamitan menyusul Soetrisno Bachor ternyata masih punya pengaruh dan kekuatan politik tak tertandingi di PAN. Amien menjelaskan telah terjadi kesepakatan antara Hatta Rajasa dan Dradjad Wibowo sebelum pemilihan ketua umum yang berujung pada mundurnya Dradjad dari pencalonan.
Memang, Amien boleh saja tidak menjadi ketua umum, tetapi sampai saat ini mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu menunjukkan, dia masih yang 'paling berkuasa' di PAN. Ambil contoh, bagaimana Amien menggiring PAN yang awalnya menjadi partai tengah dengan upaya penjajakan ketua umumnya saat itu Soetrisno Bachir (SB) dalam pilpres 2009 lalu dengan mengandeng Gerindra. Amien langsung menghentikan langkah SB dengan menggiring PAN pada koalisi bersama SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa yang menunjukkan batapa berkuasanya Amien Rais di partai berlambang matahari itu, adalah 'skenario' mendamaikan Hatta dan Dradjad dengan konsep kemenangan Hatta secara aklamasi dalam Kongres III PAN di Batam. Hatta yang yakin akan menang dalam pertarungan melawan Dradjad menjadi tidak memiliki peluang membuktikan hal itu dalam sebuah kompetisi.
Demikian juga Dradjat dan timnya yang yakin menang meski dianggap underdog. Dradjad yakin potensi menangnya tetap ada karena hasil konsolidasi di hari-hari terakhirnya mengklaim dukungan DPD yang terus mengalir. Tapi mimpi itu menjadi sirna karena dipaksa harus 'berdamai' dengan mengundurkan diri dari bursa pencalonan.
Cerita menjelang terpilihnya Hatta secara aklamasi dalam Kongres III PAN di Batam kembali menjadi bukti betapa berkuasanya Amien di partai yang pernah dipimpinnya itu. Dalam agenda penyampaian visi-misi calon ketua umum, Hatta diberi kesempatan pertama menyampaikan gagasannya dalam membesarkan PAN. Hatta pun secara terbuka menyatakan siap memimpin PAN dan siap memenangkan kompetisi memperebutkan kursi ketua umum PAN secara demokratis.
Setelah Hatta menyampaikan visi-misinya, pimpinan sidang yang dipegang Mantan Sekjen PAN Zulkifli Hasan langsung memberikan kesempatan yang sama kepada Dradjad Wibowo. Dalam pidatonya, Dradjad juga menyampaikan kesiapannya dengan berbagai visi dan terobosan yang akan diambil jika diberi amanat memimpin PAN 5 tahun mendatang. Forum visi-misi diakhiri dengan persiapan kompetisi melalui voting.
Namun saat Dradjad selesai menyampaikan visi-misi, suasana sidang mendadak 'ricuh' karena pendukung Hatta tiba-tiba berteriak yel-yel dukungan Hatta. Hal ini dibalas pendukung Dradjad yang juga meneriakkan yel-yel dukungan terhadap Dradjad. Kegaduhan dan kericuhan ini tak bisa dikendalikan pimpinan sidang yang meminta peserta tenang. Akibatnya, pimpinan sidang menskorsย sidang selama 5 menit.
Meski sidang diskors, pendukung kedua kubu tidak juga diam. Mereka terus berperang yel-yel dan penyampaian dukungan. Akibatnya forum tidak bisa dikendalikan lagi. Melihat hal itu, Ketua MPP PAN Amien Rais lalu mengambil inisiasi menenangkan forum dengan naik ke panggung dan mengambil mikrofon untuk meminta peserta tenang.
Himbauan pertama Amien tak digubris dan malah disambut teriakan dari pendukung Dradjad yang meminta Amien membiarkan pertarungan memperebutkan ketua umum PAN dilakukan secara demokratis melalui voting. "Biarkan proses ini demokratis, jangan direkayasa," teriak salah satu peserta dari sebelah pojok kanan podium melalui mikrofon.
Menanggapi hal itu, pendukung Hatta meminta agar tim keamanan kongres mengamankan peserta yang terus bicara saat Amien mau menyampaikan pidatonya. "Amankan itu, amankan itu. Lanjutkan Pak Amien," teriak pendukung Hatta.
Setelah Amien meminta peserta tenang lagi, peserta pun lalu berangsur tenang dan Amien melanjutkan pidatonya. Menurut Amien sebelum forum pemilihan dilakukan, telah terjadi pertemuan antara Hatta dan Dradjad saat pembahasan AD/ART PAN di Komisi A. Hasil pertemuan itu memang tidak disebutkan Amien, tetapi Amien mengibaratkan Hatta dan Dradjad itu sebagai matahari dan rembulan dan orang yang berada di sebelah kanan dan kiri yang bila bersatu beriringan akan menjadikan PAN menjadi partai besar.
"Lihat saudaraku, kalau ada pemilihan tentu ada kotak suara di sini. Mas Hatta di sebelah kanan saya, Mas Dradjad di sebelah kiri saya," kata Amien menenangkan pemilihan Ketum PAN dalam Kongres PAN III, di Hotel Planet Holiday, Batam, Sabtu (9/1/2010).
Amien pun langsung meminta Dradjad menyampaikan pandangannya tentang hasil pertemuan satu malam sebelum sesi pemilihan pada 9 Januari. Seperti tak punya kuasa lagi Dradjad mengikuti saran Amien memasuki podium dan Dradjad menyampaikan pengunduran diri.
Memang, secara formal Dradjad tidak menyebutkan kata-kata 'mundur' , tetapi dalam psikologis peserta sidang yang tidak dapat dikendalikan lagi dan pidato Amien yang mengisyaratkan perlunya aklamasi membuat pernyataan Dradjad dimaknai sebagai tidak siap bertarung.
"Demi ukuwah dan persaudaraan kita sebagai kader PAN. Insya Allah saudaraku Hatta menjadi Ketua Umum PAN," kata Dradjad dalam pidatonya sebelum panitia memutuskan kemenangan Hatta secara aklamasi dalam Kongres III PAN di Hotel Holiday, Batam, Sabtu (9/1/2010).
Akibat pidato Dradjad inilah, suasana forum semakin tidak terkendali karena pendukung Hatta memaknai pidato Dradjad sebagai sikap yang tidak mau melanjutkan pertarungan. Dalam suasana itu, ketua sidang langsung menawarkan Hatta ditetapkan sebagai ketua umum secara aklamasi yang disetujui mayoritas peserta kongres.
Suasana pesta kemenangan pun langsung terjadi. Amien Rais bersama Hatta Rajasa diatas panggung untuk sementara waktu, sementara Dradjad terlihat langsung meninggalkan forum beserta timnya setelah menyampaikan pidato pengunduran diri.
Peristiwa ini membuktikan Amien masih bertaring tajam di PAN. Dengan model seperti ini, tak bisa ditolak jika ada anggapan publik kemenangan Hatta itu tak lepas dari 'hadiah' Amien Rais.
Padahal Hatta sebelumnya sudah mempersiapkan diri dengan konsolidasi dan dukungan riil jika harus bertarung. Karena memang sejatinya Hatta ingin proses tetap dilanjutkan meskipun dengan voting.
Hatta pun menyatakan optimismenya akan menang jikalau pertarungan tetap dilanjutkan. Namun karena menghargai sikap Dradjad dan menghargai keputusan peserta sidang, Hatta tidak bisa menolak jika dirinya ditetapkan secara aklamasi.
* Muhammad Nur Hayid adalah wartawan detikcom yang meliput acara Kongres III PAN di Batam.
(yid/fay)











































