Takwil Gus Dur
Bagikan opini, gagasan, atau sudut pandang Anda mengenai isu-isu terkini
Kirim Tulisan

Kolma

Takwil Gus Dur

Minggu, 03 Jan 2010 11:44 WIB
Catatan: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com
Takwil Gus Dur
Den Haag - Gus Dur, tokoh besar itu telah tiada. Sebagai manusia yang mengenal adab, masyarakat, para pengikut dan lebih terutama lagi keluarganya, akan mengalami masa berkabung sesudahnya. Bahkan agama Islam secara spesifik mengatur adab berkabung ini bagi wanita yang ditinggal mati suaminya, sedemikian detil hingga ke soal pakaian dan kosmetika.

Namun belum kering tanah makam Gus Dur, kubu Yenny puteri Gus Dur sudah kembali bertikai melalui media massa melawan kubu Muhaimin mengenai PKB. Muhaimin mengklaim mendapat wasiat dari Gus Dur untuk menyatukan PKB. Kubu Yenny melalui jurubicara Imron Rosyadi Hamid membantah klaim itu dan balik mengungkit-ungkit 'dosa-dosa' Muhaimin.

Celaka. Sungguh celaka. Orang-orang hingga nun jauh dari Jombang seperti di Negeri Belanda dan belahan lain dunia sedang berkabung, salat gaib, berdoa demi menghormati dan kasih sayang pada Gus Dur, eh keluarga sendiri sudah mulai bertengkar memperebutkan PKB. Notabene baru tiga hari Gus Dur wafat! Tidak bisakah kedua pihak mengunci mulut barang sejenak? Mari berkabung sebentar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PKB untuk sementara ini tidak ada nilainya, sama sekali tak berharga untuk diperebutkan oleh kubu Muhaimin dan Yenny. Yang sesungguhnya jauh lebih berharga adalah mengingat keadaan si mayit, menghormatinya, dan memberikan teladan baik bagi jutaan warga Nahdliyyin. Apalagi Muhaimin dan Yenny adalah Bani Hasyim, keturunan Hadratus Syeikh Hasyim Asy'ari, pendiri jam'iyah NU. Ada tanggung jawab besar di pundak mereka untuk menjaga kehormatan dan nama baik buyut mereka, yang jauh lebih berharga dari PKB dan seisinya.

Lagi pula bahan bakar pemantik pertikaian dua kubu kembali saling berebut PKB itu cuma isyarat-isyarat hari-hari akhir Gus Dur. Muhaimin menakwilkannya sebagai wasiat menyatukan PKB, Yenny menakwilkan makam KH Hasyim Asy'ari yang 'dilihat' kotor oleh Gus Dur sebagai tanda PKB 'harus dibersihkan'. Mereka lupa bahwa mereka bukan Nabi Yusuf, yang diberi mukjizat kemampuan menakwilkan. Jangan-jangan takwil yang lebih tepat adalah bahwa kubu mereka berdua inilah kotoran sebenarnya, yang mengotori nama besar buyut mereka.

Keterangan penulis:
Penulis adalah koresponden detikcom di Belanda. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak menggambarkan sikap/pendapat tempat institusi penulis bekerja. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads