Namun belum kering tanah makam Gus Dur, kubu Yenny puteri Gus Dur sudah kembali bertikai melalui media massa melawan kubu Muhaimin mengenai PKB. Muhaimin mengklaim mendapat wasiat dari Gus Dur untuk menyatukan PKB. Kubu Yenny melalui jurubicara Imron Rosyadi Hamid membantah klaim itu dan balik mengungkit-ungkit 'dosa-dosa' Muhaimin.
Celaka. Sungguh celaka. Orang-orang hingga nun jauh dari Jombang seperti di Negeri Belanda dan belahan lain dunia sedang berkabung, salat gaib, berdoa demi menghormati dan kasih sayang pada Gus Dur, eh keluarga sendiri sudah mulai bertengkar memperebutkan PKB. Notabene baru tiga hari Gus Dur wafat! Tidak bisakah kedua pihak mengunci mulut barang sejenak? Mari berkabung sebentar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagi pula bahan bakar pemantik pertikaian dua kubu kembali saling berebut PKB itu cuma isyarat-isyarat hari-hari akhir Gus Dur. Muhaimin menakwilkannya sebagai wasiat menyatukan PKB, Yenny menakwilkan makam KH Hasyim Asy'ari yang 'dilihat' kotor oleh Gus Dur sebagai tanda PKB 'harus dibersihkan'. Mereka lupa bahwa mereka bukan Nabi Yusuf, yang diberi mukjizat kemampuan menakwilkan. Jangan-jangan takwil yang lebih tepat adalah bahwa kubu mereka berdua inilah kotoran sebenarnya, yang mengotori nama besar buyut mereka.
Keterangan penulis:
Penulis adalah koresponden detikcom di Belanda. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak menggambarkan sikap/pendapat tempat institusi penulis bekerja. (es/es)











































