Prita, Omnia Vincit Amor
Bagikan opini, gagasan, atau sudut pandang Anda mengenai isu-isu terkini
Kirim Tulisan

Kolma

Prita, Omnia Vincit Amor

Selasa, 29 Des 2009 10:27 WIB
Catatan: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com
Prita, Omnia Vincit Amor
Den Haag - Hari ini Prita akan menghadapi vonis. Akankah hakim bertindak sesuai bef (kain putih di leher, menyembul dari toga hitam) simbol adil dan netral, atau terjerembab menjadi hakim recehan, seperti disimbolkan oleh koin recehan dari jutaan 'advokat' pembela Prita.

Apa pun vonis yang akan dijatuhkan pada Prita, bebas atau dipenjara, kemenangan ada di pihak perempuan muda yang kini tengah hamil tiga bulan itu. Bukan karena dia personifikasi hak-hak konsumen dan ancaman padanya juga dipersepsi sebagai ancaman pada kemerdekaan berpendapat. Bukan pula karena dia seorang perempuan, yang memantik pembelaan jutaan orang, melainkan karena substansi perkara yang ditimpakan padanya terlihat mengada-ada dan mengesankan ada kolusi dan persekongkolan.

Jika Prita dipenjara, RS Omni tidak menang. Sebaliknya jika Prita divonis bebas, maka pihak RS Omni akan kalah kuadrat. Kerugian citra sebagai penyedia jasa kesehatan, tak akan tergantikan oleh vonis penjara Prita. Fakta-fakta kasus Prita melekat kuat di benak publik luas, yang oleh RS Omni justru telah dibuat menjadi hantu. Orang didorong berpikir, nanti kalau saya mengeluh soal pelayanan seperti Prita, saya pasti akan dipenjara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prita, divonis bebas atau penjara, adalah pemenang. Kasus Prita ibarat Waterloo bagi RS Omni. Sebuah kegagalan kehumasan, blunder besar, yang mungkin dipicu oleh rasa percaya diri berlebihan karena kekuasaan di tangan, sehingga mencederai visi dan nama Omni. Padahal mengacu pada namanya, seharusnya manajemen RS Omni mengedepankan pendekatan yang bisa menyugesti siapa saja, semua, setiap orang (omnia) merasa aman, nyaman, percaya dan loyal untuk ke sana. Melayani, merangkul siapa saja secara manusiawi, termasuk dalam menyelesaikan perselisihan.

Seandainya dulu Prita didekati secara personal, didengar dan diperhatikan apa keluhannya, maka masalah bisa dilokalisir dan citra RS Omni justru akan naik. Prita bahkan bisa tersentuh, lalu menarik kembali emailnya, yang sesungguhnya masih beredar di kalangan terbatas. Tapi dengan memperkarakan Prita, maka yang terjadi justru sebaliknya. Konsumen mengeluhkan pelayanan kok mau dipenjara. Diberangus, dibungkam. Orang ikut merasa terancam. Prita pun memanen jutaan cinta. Dan kekuatan cinta ini mengalahkan segalanya, Omnia vincit amor...

Keterangan penulis:
Penulis adalah koresponden detikcom di Belanda. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak menggambarkan sikap/pendapat tempat institusi penulis bekerja.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads