SBY & Fase Awal Diktator
Bagikan opini, gagasan, atau sudut pandang Anda mengenai isu-isu terkini
Kirim Tulisan

SBY & Fase Awal Diktator

Selasa, 08 Des 2009 14:08 WIB
Catatan: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com
SBY & Fase Awal Diktator
Jakarta - SBY dituding menebar keresahan dengan menuduh gerakan sosial antikorupsi Rabu (9/12/2009)Β  besok akan mendongkel posisinya. Banyak kalangan menilai SBY merupakan pemimpin lemah yang suka curhat seperti anak kecil. Sejatinya, langkah itu hanya mengingatkan tesis seorang ilmuwan politik Hannah Arendt --- terlepas dari maksud sebenarnya yang hanya SBY yang tahu.

Hannah Arendt menulis, bila pemimpin mulai menebar teror dan ketakutan pada rakyatnya sendiri, kemungkinan besar ia tengah membangun pemerintahan otoriter lewat ketakutan itu tadi. Alhasil, masyarakat takut tersebut mudah dikendalikan. Terbukti dibeberapa negara, teror tersebut menjadi alat efektif mendisiplinkan massa, menggebuk oposisi, dan mengkontrol kebebasan media.

Kemudian, usai semuanya dikuasai, kekuasaan (power) menjadi personifikasi pemimpin. Kemauan pemimpin dikaburkan menjadi kehendak bersama. Bila ada yang menentang, ia dituduh melawan "suara rakyat" dan sah untuk dibungkam atau dilenyapkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut ilmuwan yang juga buron Nazi itu, kondisi tersebut merupakanΒ  fase awal kekejaman negara diktator. Selanjutnya, untuk melanggengkan kekuasaan, ketakutan dipelihara hingga komune terkecil. Jaringan patronase diulur dari pusatΒ  ke bawah lewat jaringan partai dominan, kekuatan senjata, birokrasi, sekolah dan media. Bentuknya melingkar-lingkar seperti obat nyamuk bakar atau berlekuk terpotong seperti labirin. Gunanya untuk menjauhkan rakyat dari pemimpinnya.

Pertanyaanya, seberapa lama sistem tersebut berjalan? Itu yang sulit diukur. Kondisi internal dan eksternal serta masyarakat internasional sangat mempengaruhi kelangsungan sistem diktator. Hanya saja, satu idiom terkenal selalu mengingatkan kita. Bahwa kekuasaan tidak terkontrol cenderung korup. Korupsi inilah yang akan mendorong sistem itu ambruk cepat atau lambat.

Pak SBY, semoga Anda tidak terjebak dalam fase awal orde teror itu !


Ari Saputra: wartawan detikcom, tulisan ini merupakan opini pribadi dan tidak mencerminkan sikap perusahaan.

(Ari/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads