Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya meluapkan kekesalannya atas kekalahan telak Partai Republik dalam pemilu sela 3 November. Trump juga memperingatkan bahwa AS mungkin harus menghancurkan sisa-sisa Iran, saat potensi operasi militer baru Washington terhadap Teheran membayangi.
Luapan emosi Trump tampaknya tak terbendung lagi setelah dia sempat memberikan respons awal yang tenang, yang tergolong tidak biasa. Trump kembali melontarkan pernyataan keras yang menjadi ciri khasnya, dengan menyebut pemilu sela AS diwarnai kecurangan.
Sementara itu, Trump mengatakan bahwa AS akan segera mengambil keputusan terkait kelanjutan perang melawan Iran. Dia mengklaim bahwa sebagian besar Iran telah hancur dan akan membutuhkan waktu lebih dari dua dekade untuk membangunnya kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (6/11/2026):
- Trump Kesal Kalah di Pemilu Sela AS: Curang!
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya meluapkan kekesalannya atas kekalahan telak Partai Republik dalam pemilu sela 3 November. Luapan emosi Trump tampaknya tak terbendung lagi setelah dia sempat memberikan respons awal yang tenang, yang tergolong tidak biasa.
Trump awalnya menerima hasil pemilu sela tersebut dan mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat yang meraih kemenangan telak atas Partai Republik, dengan kendali penuh DPR dan Senat AS jatuh ke tangan partai tersebut.
Presiden AS itu bahkan sempat melontarkan pujian langka dengan menyebut Partai Demokrat telah melakukan "pekerjaan yang baik".
Baca juga: Trump Kesal Kalah di Pemilu Sela AS: Curang! |
- Warga Iran Bakar Poster Raksasa Trump dan Netanyahu, Tuntut Pembalasan!
Warga Iran membakar poster raksasa yang menampilkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam aksi terbaru di Teheran. Pembakaran poster ini dilakukan setelah Trump dan Partai Republik kalah telak dalam pemilu sela AS yang digelar pada 3 November.
Di Alun-alun Enghelab yang terletak di pusat ibu kota Iran, seperti dilansir AFP, Jumat (6/11/2026), kerumunan orang berkumpul untuk menyaksikan pembakaran poster yang tidak hanya menampilkan Trump dan Netanyahu, tetapi juga Wakil Presiden AS JD Vance dan utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.
Perang yang berkecamuk di Timur Tengah dimulai oleh Trump dan Netanyahu, yang melancarkan gelombang serangan mendadak berskala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah tokoh penting Iran lainnya.
- Eks PM Malaysia Bayar Denda Rp 223 Miliar Demi Jadi Tahanan Rumah
Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, yang kini mendekam di penjara, telah membayar denda sebesar 50 juta Ringgit, atau setara Rp 223,4 miliar, pada Jumat (6/11). Pembayaran denda ini menjadi syarat pengampunan kerajaan, yang memungkinkan Najib menjalani sisa masa hukuman sebagai tahanan rumah.
Najib yang berusia 73 tahun ini dipenjara atas perannya dalam skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) -- yang telah dibubarkan, yang merupakan salah satu kasus penjarahan dana kekayaan negara terbesar di dunia.
Pembayaran denda itu, seperti dilansir AFP, Jumat (6/11/2026), diumumkan oleh partai United Malays National Organisation (UMNO) yang menaungi Najib.
- Iran Kirim Proposal Nuklir untuk AS via Mediator, Disertai 7 Syarat Ini
Iran mengatakan telah mengirimkan proposal nuklir kepada Amerika Serikat (AS), melalui Qatar sebagai mediator, saat konflik yang meluas di kawasan Timur Tengah semakin berlarut-larut.
Diungkapkan seorang pejabat senior Iran, yang berbicara dengan syarat anonimitas, seperti dilansir Reuters, Jumat (6/11/2026), bahwa proposal tersebut baru akan dibahas setelah Washington memenuhi tujuh tuntutan atau syarat yang diajukan oleh Teheran.
Pejabat senior Iran tersebut mengatakan bahwa otoritas AS sedang meninjau proposal nuklir itu. Namun dia menolak untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai proposal tersebut.
- Trump Peringatkan Iran Bisa Hadapi Kehancuran: Kami Akan Ambil Keputusan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa AS mungkin harus menghancurkan sisa-sisa Iran, saat potensi operasi militer baru Washington terhadap Teheran membayangi. Trump mengatakan bahwa AS akan segera mengambil keputusan terkait kelanjutan perang melawan Iran.
Ketika ditanya soal potensi dimulainya kembali tindakan militer AS di Iran, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (6/11/2026), Trump mengatakan bahwa negara tersebut sebagian besar telah hancur dan akan membutuhkan waktu lebih dari dua dekade untuk membangunnya kembali.
"Sekarang kita akan mengambil keputusan: Apakah kita ingin melangkah lebih jauh dan memberikan sertifikasi, yang berarti memastikan hal itu tidak akan pernah terjadi lagi?" kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Kamis (5/11) waktu setempat.
