Partai Demokrat meraih kemenangan telak dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang digelar Selasa (3/11). Presiden AS Donald Trump secara tak diduga mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat, bahkan melontarkan pujian langka untuk rivalnya tersebut.
Kemenangan telak membuat kendali penuh atas DPR dan Senat AS jatuh ke tangan Partai Demokrat, setelah selama dua tahun terakhir dikuasai oleh Partai Republik.
Sementara itu, Trump tidak hanya mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat, tetapi juga mengakui bahwa isu perang Iran turut berperan dalam kekalahan Partai Republik yang menaungi dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (4/11/2026):
- Israel Bisikin AS Kalau Iran Bakal Pakai Senjata Kimia
Israel telah membagikan informasi intelijen kepada Amerika Serikat (AS) yang menyatakan Iran bersiap menggunakan senjata kimia terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai musuhnya. Namun informasi intelijen Tel Aviv ini diberikan tanpa bukti pendukung, yang membuat sejumlah pejabat Washington meragukannya.
Laporan media terkemuka AS, New York Times (NYT), yang mengutip sejumlah sumber pejabat AS dan pejabat kawasan Teluk, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Rabu (4/11/2026), mengungkapkan bahwa Israel memberitahu AS jika Iran mempertimbangkan penggunaan senjata kimia terhadap musuhnya.
Informasi intelijen dari Israel itu, menurut laporan NYT, menimbulkan kekhawatiran di Washington, namun juga memicu perbedaan pendapat di kalangan pejabat AS. Sejumlah pejabat dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump mempertanyakan kredibilitas klaim tersebut dan motif Israel di balik informasi tersebut.
- Menang Telak di Pemilu Sela AS, Demokrat Ambil Alih DPR-Senat dari Republik
Partai Demokrat meraih kemenangan telak dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang digelar Selasa (3/11) waktu setempat, dengan keberhasilan mengambil alih kendali atas DPR dan Senat sekaligus. Sejumlah kursi DPR dan Senat yang dikuasai Partai Republik berhasil direbut secara mengejutkan oleh Partai Demokrat.
Kemenangan Partai Demokrat ini menyingkirkan Partai Republik, yang menaungi Presiden Donald Trump, dari dominasi atas Kongres yang mereka kuasai selama dua tahun terakhir.
Dengan berhasil merebut Kongres AS dari Partai Republik, maka kendali penuh atas DPR dan Senat ada di tangan Partai Demokrat, yang akan memberikan mereka wewenang untuk menghalangi agenda Trump dan menyelidiki dugaan korupsi selama dua tahun terakhir masa jabatannya.
- Demokrat Menang Telak di Pemilu Sela AS, Trump Tumben Ucapkan Selamat
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi hasil pemilu sela yang menunjukkan kemenangan telak Partai Demokrat atas Partai Republik. Tak diduga, Trump mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat, bahkan melontarkan pujian yang langka untuk rivalnya tersebut.
Trump, dalam tanggapannya, mengakui bahwa isu perang Iran mungkin turut berperan dalam kekalahan Partai Republik yang menaungi dirinya.
Namun, seperti dilansir AFP, Rabu (4/11/2026), Presiden AS berusia 80 tahun itu menolak untuk memikul tanggung jawab pribadi atas hasil pemilu sela yang akan mengubah dinamika dua tahun terakhir masa jabatannya tersebut. Trump berupaya melimpahkan kesalahan kepada rekan-rekannya di Partai Republik.
- Abdul El-Sayed Jadi Muslim Pertama Terpilih Masuk Senat AS
Politikus muslim Amerika Serikat asal Demokrat, Abdul El-Sayed, menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat AS. Dia mengalahkan mantan anggota DPR dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilihan yang disorot ketat di Michigan.
Dilansir Anadolu Agency dan USA Today, Rabu (4/11/2026), kemenangan ini memastikan kursi tersebut tetap dipegang oleh Partai Demokrat. El-Sayed, seorang dokter medis dan mantan pejabat kesehatan masyarakat, lolos dari pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat yang kompetitif untuk memperebutkan kursi yang ditinggalkan oleh Senator Gary Peters yang pensiun.
Kemenangan bersejarah ini diraih setelah kampanye yang penuh perdebatan. Agama Islam yang dianutnya menjadi isu sentral dalam masa kampanye.
- Iran Komentari Hasil Pemilu Sela AS: Rakyat Amerika Pilih NO TO WAR!
Iran mengomentari hasil pemilu sela Amerika Serikat (AS), di mana Partai Republik yang menaungi Presiden Donald Trump kalah telak dari Partai Demokrat dan kehilangan kendali Kongres. Teheran menyebut hasil pemilu sela menunjukkan bahwa rakyat Amerika telah memilih untuk mengatakan "NO TO WAR" atau "TIDAK PADA PERANG".
Partai Demokrat merebut kendali penuh atas Kongres AS, yang terdiri atas DPR dan Senat, melalui kemenangan telak yang tak terduga. Keberhasilan Partai Demokrat dalam pemilu sela ini menjadi tamparan keras bagi Trump dan Partai Republik.
Hasil tersebut dinilai mencerminkan kemarahan mendalam terhadap meningkatnya biaya hidup, tarif, dan kebijakan Trump terhadap Iran, yang memicu lonjakan harga bahan bakar dan menambah ketidakpuasan publik AS kepadanya.
Lihat juga Video: Terpopuler Sepekan: TikToker Hina Yesus-20 Korporasi Tersangka Karhutla
