Seorang politikus Prancis, Marine Tondelier, turut angkat bicara dalam perdebatan mengenai komentar kontroversial yang dilontarkan kapten timnas sepak bola Prancis, Kylian Mbappe. Arab Saudi dilaporkan menawarkan US$ 1 miliar, atau setara Rp 18 triliun, kepada Houthi dalam upaya gencatan senjata.
Tondelier membela Mbappe, dengan menyebut komentarnya menyebut pendiri Republik Rakyat China, Mao Zedong, sebagai "diktator" sudah tepat. Tondelier merupakan ketua Partai Ekologi Prancis dan calon presiden (capres) dalam pemilu Prancis tahun 2027 mendatang.
Sementara itu, tawaran Saudi untuk Houthi tersebut dilaporkan melibatkan Iran sebagai mediator konflik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (29/10/2026):
- 90 Persen Suara Dihitung, Koalisi Netanyahu Unggul Tipis Atas Oposisi
Komite Pemilu Pusat Israel (CEC) menyatakan bahwa hampir 90 persen suara yang sah telah selesai dihitung per Rabu (28/10) malam waktu setempat. Hasil sementara masih menunjukkan keunggulan koalisi Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu atas kubu oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot.
Data terbaru yang dirilis CEC per Rabu (28/10) malam, pukul 21.00 waktu setempat, menyebutkan bahwa sebanyak 89,8 persen suara telah selesai dihitung. Hasilnya menunjukkan koalisi Netanyahu meraup total 53 kursi parlemen, sedangkan kubu oposisi pimpinan Eisenkot meraup total 48 kursi parlemen.
Koalisi Netanyahu terdiri atas Partai Likud, Partai Shas, United Torah Judaism, Otzma Yehudit dan Religius Zionism. Sedangkan kubu oposisi terdiri atas Partai Yashar, B'Yachad, Partai Demokrat dan Yisrael Beytenu.
- Korut Tembakkan Proyektil Tak Teridentifikasi ke Arah Laut Timur
Korea Utara (Korut) terdeteksi menembakkan sebuah proyektil tak teridentifikasi dari lepas pantai timurnya pada Kamis (29/10) waktu setempat. Aktivitas peluncuran ini terjadi kurang dari sepekan setelah Korea Selatan (Korsel) mengusulkan dialog untuk mengatasi perselisihan perbatasan yang semakin memanas.
"Korea Utara menembakkan sebuah proyektil tak teridentifikasi ke arah Laut Timur," sebut militer Korsel dalam pernyataannya, merujuk pada perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang, seperti dilansir AFP, Kamis (29/10/2026).
Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Jepang juga mendeteksi aktivitas peluncuran oleh Korut, yang menurut mereka "tampaknya merupakan rudal balistik".
- Politikus Prancis Bela Mbappe Soal Komentar Mao Zedong 'Diktator'
Seorang politikus Prancis, Marine Tondelier, turut angkat bicara dalam perdebatan mengenai komentar kontroversial yang dilontarkan kapten timnas sepak bola Prancis, Kylian Mbappe.
Tondelier membela Mbappe, seperti dilansir AFP, Kamis (29/10/2026), dengan menyebut komentarnya menyebut pendiri Republik Rakyat China, Mao Zedong, sebagai "diktator" sudah tepat. Tondelier merupakan ketua Partai Ekologi Prancis dan calon presiden (capres) dalam pemilu Prancis tahun 2027 mendatang.
Terkait kontroversi tersebut, Mbappe, kemudian klubnya Real Madrid, dan federasi sepak bola Spanyol, La Liga, telah menyampaikan permohonan maaf atas komentar yang memicu kemarahan Beijing tersebut.
- Arab Saudi Disebut Tawarkan Rp 18 T ke Houthi untuk Gencatan Senjata
Arab Saudi dilaporkan menawarkan paket bantuan keuangan senilai US$ 1 miliar, atau setara Rp 18 triliun, kepada kelompok Houthi dalam upaya mencapai gencatan senjata dan menghentikan serangan terhadap infrastruktur vital kerajaan tersebut.
Tawaran Saudi untuk Houthi tersebut, seperti dilansir Hindustan Times dan NDTV, Kamis (29/10/2026), dilaporkan oleh surat kabar Israel, Israel Hayom, yang mengutip sejumlah sumber diplomatik di kawasan diplomatik di kawasan Teluk, dalam laporannya pada Senin (26/10) waktu setempat.
Disebutkan bahwa tawaran semacam itu diduga melibatkan Iran sebagai mediator konflik.
- Tabrakan Horor 2 Kereta Cepat di Spanyol Terjadi Saat Melaju 200 Km/Jam
Setidaknya 68 orang tewas setelah dua kereta api bertabrakan di jalur kereta cepat Madrid-Seville, Spanyol. Tabrakan disebut terjadi saat kereta melaju dengan kecepatan 200 Km per jam.
Dilansir CNN, Kamis (29/10/2026), kecelakaan terjadi pada Rabu (28/10). Pihak berwenang menyatakan kecelakaan tersebut disebabkan oleh kegagalan sistem komputer serta kesalahan manusia. Selain 68 orang tewas, ada lebih dari 100 orang yang terluka akibat kecelakaan di provinsi Toledo itu.
Kereta cepat yang dioperasikan oleh perusahaan kereta api nasional Spanyol, Renfe, menabrak kereta yang dioperasikan oleh perusahaan swasta Iryo. Kereta Renfe itu menabrak kereta Iryo yang sedang berhenti.
Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Prabowo 'Tantang' MSCI-11 Korporasi Asing Terseret Karhutla
