Exit Poll Terbaru: Netanyahu dan Eisenkot Sama Kuat

Exit Poll Terbaru: Netanyahu dan Eisenkot Sama Kuat

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 28 Okt 2026 09:41 WIB
An election billboard features Israeli Prime Minister and Likud party leader Benjamin Netanyahu and former Israeli military chief Gadi Eisenkot, leader of the Yashar party, as the country holds a national election in Ramat Gan Israel, October 27, 2026. The text reads,
Billboard di Israel menampilkan Netanyahu dan penantang utamanya dalam pemilu, Gadi Eisenkot (REUTERS/Nir Elias)
Tel Aviv -

Hasil exit poll terbaru yang dirilis jaringan televisi terkemuka Israel, usai pemungutan suara tuntas dilakukan, menunjukkan koalisi Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu sama kuat dengan kubu oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot. Keduanya disebut memiliki perolehan yang sama, yakni masing-masing 51 kursi parlemen.

Hasil terbaru ini, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Rabu (28/10/2026), dirilis setelah exit poll sebelumnya memproyeksikan keunggulan tipis bagi kubu oposisi atas koalisi sayap kanan Netanyahu. Exit poll baru dirilis setelah pemungutan suara selesai digelar pada Selasa (27/10) malam waktu setempat.

Berdasarkan hasil exit poll terbaru yang dirilis oleh Channel 11 dan Channel 13 pada Rabu (28/10) dini hari, koalisi Netanyahu dan kubu koalisi masing-masing diproyeksikan meraih 51 kursi parlemen atau Knesset.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan exit poll yang dirilis oleh Channel 12 masih menunjukkan keunggulan tipis bagi kubu oposisi yang dipimpin Eisenkot atas koalisi Netanyahu.

ADVERTISEMENT

Terlepas dari hasil exit poll sementara yang telah dirilis, perolehan 51 kursi parlemen tidak cukup untuk mencapai ambang batas mayoritas. Dengan total 120 kursi parlemen diperebutkan, maka diperlukan setidaknya 61 kursi parlemen untuk bisa meraup dominasi dan membentuk pemerintahan baru.

Sementara itu, hasil exit poll yang dirilis tiga televisi utama Israel itu juga memproyeksikan bahwa partai-partai Arab, yang bisa menjadi pemecah kebuntuan politik, meraup total 18 kursi parlemen.

Dalam laporannya, Channel 13 memproyeksikan bahwa Partai Likud yang menaungi Netanyahu akan tetap menjadi partai terbesar di parlemen dengan 27 kursi, diikuti oleh Partai Yashar pimpinan Eisenkot dengan 23 kursi, kemudian aliansi oposisi lainnya yang dipimpin mantan PM Naftali Bennett meraup 13 kursi.

Dua partai Arab dalam politik Israel, Joint List diproyeksikan meraih 11 kursi dan United Arab List atau Ra'am diproyeksikan meraih tujuh kursi. Jika digabung, maka kubu partai-partai Arab akan meraup total 18 kursi parlemen.

Proyeksi terbaru untuk pemilu Israel ini menghapus keunggulan awal kubu oposisi yang dipimpin Eisenkot atas koalisi Netanyahu. Sebelumnya, Channel 13 memproyeksikan kubu oposisi meraup total 53 kursi, sedangkan koalisi Netanyahu meraup 50 kursi, dan partai-partai Arab meraup 17 kursi.

Hasil serupa dilaporkan oleh Channel 12 yang sebelumnya memproyeksikan kubu oposisi meraup 52 kursi, koalisi Netanyahu 50 kursi, dan partai-partai Arab 18 kursi.

Perlu diketahui bahwa exit poll hanyalah proyeksi dan bukan hasil resmi yang dirilis oleh Komisi Pemilu Pusat Israel. Penghitungan suara dimulai sejak tempat pemungutan suara ditutup pada Selasa (27/10) malam, pukul 22.00 waktu setempat, dan masih berlangsung hingga saat ini.

Diperkirakan hasil akhir resmi untuk pemilu Israel akan diumumkan paling lambat 4 November mendatang.

Pemungutan suara yang digelar pada Selasa (27/10) waktu setempat digelar dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen, yang mencetak rekor tertinggi sejak tahun 1999 silam. Angka itu tercatat naik 7,1 persen dibandingkan pemilu tahun 2022 lalu.

Tonton juga video "Israel Gelar Pemilu, Partai Netanyahu Kalah Unggul di Jajak Pendapat"

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini