Putaran Kedua Pilpres Brasil, Petahana Hadapi Anak Mantan Presiden

Putaran Kedua Pilpres Brasil, Petahana Hadapi Anak Mantan Presiden

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2026 18:08 WIB
Brazilian right-wing presidential candidate Flavio Bolsonaro of the Liberal Party (PL) and leftist President Luiz Inacio Lula da Silva of the Workers Party (PT), who is seeking reelection, attend a televised debate ahead of the presidential election runoff in Rio de Janeiro, Brazil, October 23, 2026. REUTERS/Agustin Marcarian      TPX IMAGES OF THE DAY
Flavio Bolsonaro (kiri) dan Pesiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva saat menghadiri debat capres terakhir pada Jumat (23/10) waktu setempat (REUTERS/Agustin Marcarian)
Brasilia -

Brasil akan menggelar putaran kedua pemilihan presiden (pilpres) pada Minggu (25/10) besok. Kandidat petahana, Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, akan berhadapan dengan Senator Flavio Bolsonaro, yang merupakan anak mantan Presiden Jair Bolsonaro.

Warga Brasil, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (24/10/2026), akan menggunakan hak suara mereka untuk menentukan Presiden berikutnya untuk negara tersebut, dalam pilpres yang oleh para analis disebut sebagai salah satu pemilu yang paling terpolarisasi di Brasil.

Pemungutan suara untuk putaran kedua pilpres akan digelar serentak pada Minggu (25/10) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada putaran pertama, yang digelar 4 Oktober lalu, Flavio Bolsonaro yang berusia 45 tahun ini secara mengejutkan mampu mengungguli Lula da Silva yang berusia 80 tahun. Flavio meraup 47 persen suara, sedangkan Lula da Silva meraup 45 persen suara.

ADVERTISEMENT

Pilpres berlanjut ke putaran kedua karena tidak ada kandidat yang meraup lebih dari 50 persen suara.

Hasil jajak pendapat yang dirilis Datafolha pada Kamis (22/10) menunjukkan kedua kandidat memperoleh dukungan yang sama kuat, yakni masing-masing 50 persen.

Hasil jajak pendapat seperti itu telah mendorong mobilisasi besar-besaran di Brasil, baik di ranah digital maupun di tingkat akar rumput. Partai Pekerja yang menaungi Lula da Silva berupaya meraih "virada" atau pembalikan keadaan yang dramatis, dengan meluncurkan kampanye besar-besaran di media sosial.

Sedangkan Flavio Bolsonaro, yang dinaungi Partai Liberal, berupaya memanfaatkan keunggulan di putaran pertama. Dia memposisikan diri sebagai bagian dari kebangkitan konservatif yang lebih luas di Amerika Latin.

Dalam debat capres terakhir yang digelar pada Jumat (23/10) waktu setempat, kedua kandidat saling melontarkan kritikan tajam terkait infrastruktur, keamanan publik, bahkan diwarnai aksi saling melempar tuduhan korupsi.

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini