5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Okt 2026 17:43 WIB
An Israeli air force F-15 fighter jet flies during an exhibition as part of a pilot graduation ceremony at the Hatzerim air base in southern Israel June 26, 2014. REUTERS/Amir Cohen/File Photo Purchase Licensing Rights
Jet tempur Israel (dok. REUTERS/Amir Cohen/File Photo)
Jakarta -

Iran mengancam akan menyerang pusat data, fasilitas kecerdasan buatan (AI), dan infrastruktur teknologi lainnya terkait Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah jika perang berlanjut. Puluhan jet tempur Israel dilaporkan terbang mendekati perbatasan Iran pada awal pekan ini.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan bahwa infrastruktur teknologi terkait AS di kawasan tersebut, yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari US$ 2 triliun, bisa terancam jika pertempuran kembali berlanjut.

Sementara itu, manuver puluhan jet tempur Israel itu diduga bertujuan untuk memancing respons militer dari Teheran, ketika konflik Timur Tengah belum juga berakhir. Manuver militer Israel itu disebut berlangsung dari Senin (19/10) malam hingga Selasa (20/10) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (23/10/2026):

- Trump Tuding Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Jelang Pemilu Sela AS

ADVERTISEMENT

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding Iran berupaya memicu lonjakan harga minyak global, menjelang pemilu sela AS yang dijadwalkan pada awal November. Trump menyebut Teheran melakukan segala cara untuk mendongkrak harga minyak.

"Iran melakukan secara cara untuk menaikkan harga minyak sebelum pemilu sela AS," kata Trump dalam pernyataan via akun media sosial Truth Social miliknya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Jumat (23/10/2026).

"Mereka bahkan mengarang-ngarang serangan palsu, penanaman ranjau, dan berbagai hal lainnya, padahal saat ini jumlah minyak yang melintasi Selat Hormuz justru lebih banyak dibandingkan sebelum konflik dimulai," sebutnya, merujuk pada Iran.

- Iran Ancam Serang Pusat Data-Fasilitas AI Milik AS Jika Perang Berlanjut

Iran memperingatkan bahwa pusat data, fasilitas kecerdasan buatan (AI), dan infrastruktur teknologi lainnya, yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, dapat menjadi sasaran jika Washington melancarkan serangan lanjutan terhadap Teheran.

Peringatan tersebut, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (23/10/2026), disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, saat berbicara kepada televisi pemerintah Iran, Press TV.

Rezaei mengatakan bahwa infrastruktur teknologi terkait AS di kawasan tersebut, yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari US$ 2 triliun, bisa terancam jika pertempuran kembali berlanjut.

- Puluhan Jet Tempur Israel Terbang Dekati Perbatasan Iran, Aksi Provokasi?

Puluhan jet tempur Israel dilaporkan terbang mendekati perbatasan Iran pada awal pekan ini. Manuver ini diduga bertujuan untuk memancing respons militer dari Teheran, ketika konflik Timur Tengah belum juga berakhir.

Israel, bersama sekutunya Amerika Serikat (AS), melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Namun ketika gencatan senjata disepakati pada April lalu, Tel Aviv menghentikan serangannya terhadap target-target Teheran, hanya Washington yang sejauh ini sesekali terlibat pertempuran dengan Iran.

Laporan media lokal Israel, Channel 12, yang mengutip sejumlah sumber AS, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (23/10/2026), menyebutkan bahwa manuver militer Israel itu berlangsung dari Senin (19/10) malam hingga Selasa (20/10) waktu setempat.

- Situasi Makin Panas, Korsel Usul Dialog dengan Korut

Korea Selatan (Korsel) mengusulkan pembicaraan militer dengan Korea Utara (Korut), saat ketegangan di perbatasan kedua negara meningkat baru-baru ini. Seoul menyebut pembicaraan militer itu dimaksudkan untuk menyepakati secara bersama "lokasi yang tepat" untuk perbatasan darat kedua negara.

Pembicaraan itu juga akan membahas pemulihan saluran komunikasi demi mengurangi risiko terjadinya bentrokan yang tidak disengaja.

Usulan pembicaraan militer tersebut, seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (23/10/2026), disampaikan oleh Wakil Menteri Kebijakan Pertahanan Nasional Korsel, Kim Hong Cheol, pada Jumat (23/10) menyusul ledakan ranjau darat di Zona Demiliterisasi (DMZ) bulan lalu yang melukai sejumlah tentara Korsel.

- Netanyahu Perintahkan Lockdown Tepi Barat Buntut Warga Israel Diserang

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan lockdown atau penutupan wilayah Tepi Barat, menyusul serangan yang melukai lima warga Israel di wilayah tersebut. Sedikitnya dua pria Palestina, yang disebut oleh Tel Aviv sebagai "teroris" yang mendalangi serangan itu, telah ditembak mati oleh tentara Israel.

Serangan itu terjadi menjelang pemilu legislatif Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober mendatang. Netanyahu menghadapi persaingan ketat untuk mempertahankan masa jabatannya sebagai PM Israel.

Dalam tanggapannya, seperti dilansir AFP, Jumat (23/10/2026), Netanyahu menyebut pasukan Israel berhasil mencegah serangan yang berpotensi menjadi serangan besar, mengingat pelaku diduga membawa amunisi dalam jumlah banyak di dalam kendaraan mereka.

Tonton juga video "Sarmuji Bicara Masa Depan Industri Indonesia"

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini