Paris Membara tapi Sepasang Kekasih Asyik Depan Kafe Bercengkerama

Paris Membara tapi Sepasang Kekasih Asyik Depan Kafe Bercengkerama

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Okt 2026 20:02 WIB
Pasangan viral enjoy minum-minum di Paris saat kericuhan terjadi (Reuters)
Foto: Pasangan viral enjoy minum-minum di Paris saat kericuhan terjadi (Reuters)
Jakarta -

Prancis membara karena kerusuhan dan penjarahan usai demo tuntutan soal biaya hidup. Namun, di tengah situasi membara itu, ada sepasang kekasih yang asyik duduk di kafe.

Di Prancis, unjuk rasa terjadi di beberapa kota pada Sabtu (17/10) waktu setempat, dengan para demonstran menentang kenaikan biaya hidup dan penurunan kualitas layanan publik. Aksi protes di beberapa wilayah berubah menjadi kekacauan, dengan kelompok-kelompok garis keras merusak bangunan publik, menjarah butik mewah dan supermarket, dan menyerang kendaraan serta petugas kepolisian.

Sekelompok demonstran yang berpakaian serba hitam di Prancis, tepatnya di Marseille, nekat menerobos masuk ke balai kota dan mencoret-coret bangunan itu dengan grafiti anarkis. Di area Limoges, gedung balai kota dibakar, sedangkan di Lyon, kantor dinas pariwisata dibakar demonstran rusuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Negara-negara Eropa lainnya, di mana kemarahan akibat kenaikan harga juga memicu protes, turut memantau situasi dengan cemas. Bentrokan dalam skala lebih kecil sempat terjadi di Milan dan Belgia selama akhir pekan, sementara aksi protes juga mulai muncul di Spanyol dan Portugal.

Sekitar setengah juta orang turun ke jalan di seluruh Prancis pada Sabtu (17/10), untuk memprotes lonjakan biaya hidup. Aksi ini merupakan puncak dari rangkaian protes selama empat minggu, yang awalnya dimulai oleh para siswa sekolah menengah yang menuntut perbaikan kondisi di sekolah mereka.

Apa yang bermula sebagai demonstrasi damai berubah menjadi kekerasan di sejumlah lokasi. Kelompok-kelompok bertopeng yang menyusup ke dalam aksi protes menyerang aparat penegak hukum, membobol dan membakar balai kota serta bangunan publik lainnya, menjarah toko-toko, serta membakar mobil, sepeda, dan skuter di jalanan.

Hampir 2.400 orang ditangkap, sementara hampir 1.000 polisi dan gendarme (polisi bersenjata Prancis) terluka akibat kericuhan itu.

Mendagri Sempat Hendak Mundur

Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengajukan pengunduran dirinya, menyusul penangkapan lebih dari 2.500 orang dan cederanya hampir 1.000 personel aparat keamanan. Para pengunjuk rasa pun turut menjadi korban, salah satu demonstran kehilangan tangannya akibat ledakan granat pengendali massa milik polisi.

"Pada hari Sabtu, di beberapa kota besar, kita tidak mungkin bisa menatap mata para pemilik toko-setelah ratusan toko mereka dijarah-lalu mengatakan bahwa kita tidak kehilangan kendali," ujar Nunez.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Nunez, meskipun ia mengakui adanya kegagalan dalam aspek keamanan dan intelijen terkait respons pemerintah, padahal sekitar 60.000 personel penegak hukum telah dikerahkan di seluruh negeri.

Menteri Kehakiman Gerald Darmanin mengatakan bahwa secara nasional, lebih dari 2.330 orang ditahan oleh polisi selama akhir pekan. Sebanyak 70% di antaranya adalah orang dewasa, dan banyak dari mereka telah dikenal oleh pihak berwenang.

Menurut ketua kamar dagang Alain Di Crescenzo, lebih dari 2.000 toko diperkirakan terdampak oleh kekerasan yang terjadi di seluruh Prancis selama akhir pekan, dengan kerugian mencapai ratusan juta euro.

Dalam pidatonya kepada warga Prancis, Macron mengecam kekerasan yang tak terkendali tersebut. Ia menyatakan bahwa otoritas lokal dapat melarang sejumlah unjuk rasa, namun tidak sampai menerapkan langkah-langkah yang lebih drastis.

Otoritas kota Marseille pada Senin (19/10), mengumumkan pelarangan pertemuan publik mulai tengah hari hingga pukul 20.00 waktu setempat.

Uni Eropa mengecam kekerasan yang terjadi selama akhir pekan sebagai tindakan yang tidak dapat diterima, namun mengingatkan bahwa hak untuk melakukan protes secara damai harus tetap dilindungi di Prancis.

Pasangan Santai di Kafe

Kemudian, usai kerusuhan itu, viral video sepasang kekasih bersantai sambil menikmati minuman di dekat Arc de Triomphe, Paris, dengan latar kericuhan viral di media sosial. Mereka terlihat tetap duduk dengan tenang di teras kafe meski wilayah sekitarnya penuh api akibat kericuhan.

Dilansir CNN dan Reuters, Selasa (20/10/2026), tampak pasangan itu duduk di depan salah satu kafe. Terlihat ada gelas berisi minuman di meja mereka.

Pria dan wanita itu tampak santai merokok dan sesekali minum dari gelas mereka. Sementara, kobaran api dari tempat sampah yang terbakar terlihat menjadi latar belakang saat keduanya dengan tenang berbincang sambil menikmati minuman mereka.

Tonton juga video "Santuy Abis! Pasangan Ini Asyik Minum di Kafe saat Paris Lagi Rusuh"

Halaman 3 dari 3
(rdp/lir)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini