Trump Jadikan Demo Rusuh Prancis Bahan Kampanye Pemilu Sela AS

Trump Jadikan Demo Rusuh Prancis Bahan Kampanye Pemilu Sela AS

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 20 Okt 2026 16:28 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS)
Kansas -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan demo rusuh di Prancis sebagai bahan kampanye pemilu sela. Trump memanfaatkan situasi di Prancis sebagai argumen untuk menyerang Partai Demokrat demi mempertahankan kursi Senat, yang sejak lama dipegang Partai Republik, di negara bagian Kansas.

Trump, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/10/2026), menyinggung soal unjuk rasa memprotes kenaikan biaya hidup di Prancis, yang diwarnai pembakaran dan penjarahan, saat melakukan kampanye di Kansas untuk mendukung kandidat petahana dari Partai Republik, Roger Marshall, pada Senin (19/10).

Meskipun kursi Senator Kansas sejak lama dikuasai Partai Republik, namun baru-baru ini para kandidat Partai Republik berada dalam posisi defensif akibat kekecewaan para pemilih AS terkait perang Iran dan kenaikan harga-harga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pidatonya untuk membujuk para pemilih tetap memilih Marshall sebagai Senator Kansas dalam pemilu sela pada 3 November mendatang, Trump menyinggung unjuk rasa yang meluas di Prancis sebagai skenario yang bisa saja terjadi di AS jika Partai Republik tidak memenangkan pemilu sela.

ADVERTISEMENT

Presiden AS itu tidak menyertakan bukti apa pun untuk mendukung klaim tersebut.

Prancis, dalam beberapa hari terakhir, mengalami salah satu gelombang kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Aksi protes besar-besaran, yang dipicu oleh kemarahan publik terhadap meningkatnya biaya hidup, layanan publik yang memburuk, dan kondisi sekolah-sekolah yang tidak memadai, berujung pada aksi pembakaran dan penjarahan massal.

Trump sendiri menghadapi kesulitan dalam upayanya membuat barang dan jasa lebih terjangkau di AS.

Namun dalam pidatonya di Kansas yang cenderung konservatif, Trump melontarkan retorika anti-imigran dan anti-Muslim. Retorika semacam ini sebelumnya dia digunakan untuk mengobarkan kampanye pencapresan dirinya dalam setidaknya tiga pemilu AS sebelumnya.

"Kita tidak akan membiarkan hal itu terjadi di negara ini," ucap Trump, merujuk pada demo rusuh di Prancis.

"Saat Anda melihat menara gereja terbakar dan api berkobar di Prancis, ingatlah bahwa itulah yang ingin dilakukan oleh para Dumocrat radikal terhadap Amerika," sebutnya, menggunakan istilah "Dumocrat" untuk mengejek Partai Demokrat.

Selama bertahun-tahun, para pegiat HAM berulang kali mengkritik retorika Trump yang kerap menargetkan dan mengejek imigran serta kelompok etnis minoritas. Menurut kelompok-kelompok hak sipil, retorika semacam itu menormalisasi sikap diskriminatif terhadap komunitas-komunitas terpinggirkan.

Persaingan ketat dalam pemilu sela tahun ini mencerminkan tantangan yang membayangi Partai Republik, di tengah upaya melawan arus politik yang tidak menguntungkan dan mempertahankan kendali atas DPR maupun Senat AS.

Dalam upaya mempertahankan dominasi Partai Republik di Kongres AS, Trump tengah menjalani rangkaian kampanye intensif selama 32 hari, dengan sering mengunjungi wilayah-wilayah yang pernah dia menangkan dengan mudah dalam pemilu sebelumnya.

Lihat Video 'Apa Pemicu Demo di Prancis hingga Berujung Kerusuhan dan Penjarahan?':

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini