Terjadi Lagi, Kapal Tanker Terbakar Usai Hantam Ranjau di Selat Hormuz

Terjadi Lagi, Kapal Tanker Terbakar Usai Hantam Ranjau di Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 19 Okt 2026 15:25 WIB
Ilustrasi kapal terbakar di Selat Hormuz (dok. via REUTERS/ROYAL THAI NAVY)
Ilustrasi kapal terbakar di Selat Hormuz (dok. via REUTERS/ROYAL THAI NAVY)
Teheran -

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan sebuah kapal tanker minyak terbakar setelah menghantam ranjau laut di perairan Selat Hormuz. Ini menjadi insiden terbaru di jalur perairan strategis bagi pasokan minyak dan gas global, yang menjadi titik perselisihan sengit antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Iran secara efektif memblokade Selat Hormuz setelah perang pecah melawan AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Langkah itu memutus jalur pelayaran vital yang biasanya dilakukan oleh seperlima pasokan minyak dunia.

Teheran menuntut agar semua kapal meminta izin terhadap pihaknya sebelum melintasi jalur perairan vital itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Senin (19/10/2026), mengatakan bahwa sebuah kapal tanker menghantam ranjau laut saa melintasi jalur pelayaran ilegal di Selat Hormuz. Tidak disebutkan nama kapal tanker yang dimaksud dan kapan insiden ini tepatnya terjadi.

ADVERTISEMENT

"Sebuah kapal tanker minyak, yang melakukan pelanggaran, menghantam sebuah ranjau laut di sebelah selatan Selat Hormuz, yang mengakibatkan ledakan dan kebakaran di ruang mesinnya," demikian pernyataan IRGC sebagaimana dikutip oleh media pemerintah Iran.

Tidak diketahui secara jelas seberapa besar kerusakan pada kapal tanker itu dan apakah ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Dalam pernyataannya, IRGC menuduh kapal tanker itu berlayar melalui "rute selatan yang tidak diizinkan" di perairan Selat Hormuz, dan mematikan seluruh sistem penentuan posisi dan navigasinya sejak awal pelayaran.

IRGC menegaskan bahwa kapal-kapal yang berlayar di Selat Hormuz dan perairan Teluk dengan sistem navigasi dan identifikasi dalam keadaan mati, akan menghadapi tindakan tegas.

Pernyataan ini dirilis sehari ini IRGC mengumumkan bahwa dua kapal tanker minyak lainnya terbakar di Selat Hormuz setelah menabrak ranjau laut.

Komandan Angkatan Laut IRGC, Laksamana Ali Ozmaei, sebelumnya memperingatkan bahwa kapal mana pun yang mematikan sistem navigasinya akan dianggap sebagai pihak yang "bermusuhan".

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini