Malaysia Perpanjang Penutupan Sekolah-sekolah di Johor Imbas Kabut Asap

Malaysia Perpanjang Penutupan Sekolah-sekolah di Johor Imbas Kabut Asap

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB
Kabut asap menyelimuti Malaysia (dok. AFP/MOHD RASFAN)
Kabut asap menyelimuti Malaysia (dok. AFP/MOHD RASFAN)
Johor -

Otoritas negara bagian Johor di Malaysia memperpanjang penutupan sekolah-sekolah dan institusi pendidikan di seluruh wilayahnya, imbas kabut asap yang masih menyelimuti negara bagian itu. Dengan langkah ini, sekolah-sekolah di Johor masih akan diliburkan selama lima hari ke depan, mulai Senin (19/10) waktu setempat.

Ketua Komite Pendidikan dan Informasi negara bagian Johor, Dr Muhammad Naqib Md Ghazali, seperti dilansir kantor berita Bernama dan Malay Mail, Senin (19/10/2026), mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil menyusul rapat Komite Koordinasi Penanganan Kabut Asap Johor.

Dia mengatakan bahwa perpanjangan ini akan tetap bergantung pada perkembangan kualitas udara, prakiraan cuaca, dan penilaian kesehatan yang terus dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laporan pemantauan menunjukkan bahwa Indeks Pencemar Udara (API) masih berada pada level yang mengkhawatirkan, tanpa adanya peningkatan yang berarti," sebut Dr Muhammad Naqib dalam sebuah pernyataan.

ADVERTISEMENT

"Keputusan ini juga mempertimbangkan pergerakan angin ke arah utara dan prakiraan cuaca untuk tiga hingga empat hari ke depan, yang akan menjadi bahan pertimbangan sebelum menentukan kapan sekolah dapat dibuka kembali," ucapnya.

Dr Muhammad Naqib mengatakan bahwa langkah ini sejalan dengan arah pejabat pemimpin Johor, Tunku Mahkota Ismail, yang mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Ditambahkan oleh Dr Muhammad Naqib bahwa kegiatan "Belajar dan Mengajar dari Rumah" atau PdPR akan tetap berlangsung selama masa penutupan, sesuatu dengan panduan Kementerian Pendidikan.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa kebutuhan para siswa yang akan mengikuti ujian dan penilaian akan tetap diperhatikan, dengan kemungkinan pengecualian terbatas.

"Pengecualian ini harus dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Johor (JPN) dan wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) kesehatan secara ketat, tanpa diperbolehkannya kegiatan tambahan apa pun," ucap Dr Muhammad Naqib.

Langkah memperpanjang penutupan sekolah-sekolah ini diambil setelah otoritas Johor meliburkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah sejak 8 Oktober, yang kemudian diperpanjang lima hari sejak 12 Oktober, dan kembali diperpanjang pekan ini.

Tonton juga video "Sekolah di Malaysia Kembali Ditutup gegara Asap Karhutla RI"

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini