Sebuah kapal tanker minyak menghantam ranjau laut saat berusaha melintasi perairan Selat Hormuz, yang secara efektif diblokade oleh Iran selama perang Timur Tengah berkecamuk. Insiden itu dilaporkan memicu sebuah ledakan pada bagian ruang mesin kapal tanker tersebut.
Insiden tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (12/10/2026), dilaporkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataannya pada Minggu (11/10) waktu setempat.
IRGC tidak menyebutkan secara jelas nama maupun asal negara kapal tanker yang menghantam ranjau laut tersebut.
Dalam pernyataannya, Angkatan Laut IRGC menyatakan bahwa kapal jenis supertanker itu, yang mampu mengangkut sekitar dua juta barel minyak, sedang berupaya melintasi Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global, dengan mematikan sistem navigasinya.
Menurut Angkatan Laut IRGC, ranjau laut yang dihantam kapal supertanker itu memicu ledakan pada ruang mesin kapal. Tidak diketahui apakah ada korban jiwa dan seberapa besar kerusakan akibat ledakan itu.
IRGC menyebut bahwa kapal itu merupakan kapal tanker ketiga yang menghantam ranjau laut di sepanjang jalur terlarang di Selat Hormuz sejak Sabtu (10/10) waktu setempat.
Angkatan Laut IRGC kembali menegaskan peringatannya bahwa kapal-kapal yang mematikan sistem navigasi saat melintasi jalur perairan vital tersebut, akan dikategorikan sebagai "kapal musuh".
(nvc/dhn)