Serangan mematikan yang didalangi kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, terekam kamera CCTV. Sejumlah rekaman yang dirilis otoritas Saudi menunjukkan para jemaah yang sedang mengantre di salah satu terminal bandara, tiba-tiba dikejutkan oleh ledakan keras.
Otoritas Saudi melaporkan bahwa serangan menghantam area bandara sipil tersebut pada Sabtu (10/10) dan Minggu (11/10) waktu setempat, saat Riyadh terseret ke dalam konflik Yaman yang kembali berkobar sejak Juli lalu. Houthi telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut.
Menurut keterangan otoritas penerbangan sipil Saudi, seperti dilansir Reuters, Senin (12/10/2026), sedikitnya 13 orang tewas dan lebih dari 300 orang lainnya luka-luka akibat serangan di bandara Riyadh pada Sabtu (10/10) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan serangan lainnya pada Minggu (11/10 waktu setempat, menurut otoritas Saudi, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 11 orang lainnya.
Serangan pada Sabtu (10/10) dilaporkan menghantam salah satunya di area Terminal 3 Bandara Internasional King Khalid. Sementara serangan pada Minggu (11/10), menurut koalisi pimpinan Saudi, melibatkan sebuah proyektil yang menghantam area Teminal 4 Bandara Internasional King Khalid, hingga menyebabkan kebakaran.
Rekaman CCTV menunjukkan momen serangan Houthi menghantam salah satu terminal Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10) waktu setempat Foto: via REUTERS/Saudi Ministry of Media |
3 Rekaman CCTV Tunjukkan Detik-detik Serangan Terjadi
Televisi pemerintah Saudi, pada Minggu (11/10), merilis setidaknya tiga rekaman CCTV di bandara yang menunjukkan momen serangan menghantam area terminal bandara pada Sabtu (10/10) waktu setempat. Reuters telah memverifikasi timestamp pada rekaman-rekaman CCTV tersebut.
Salah satu rekaman CCTV menunjukkan puluhan jemaah yang mengenakan ihram sedang mengantre dengan rapi, melewati pemeriksaan keamanan, di salah satu gerbang keberangkatan di bandara itu, bersiap melakukan perjalanan ke dua situs paling suci Islam. Reuters menyebut rekaman CCTV ini diambil di Terminal 3 bandara Riyadh.
Namun tiba-tiba mereka dikagetkan oleh ledakan keras, yang disusul kilatan cahaya oranye, dan kemudian langit-langit gedung bandara yang runtuh menimpa mereka. Kepanikan pun terjadi dengan para jemaah tampak berlarian.
Rekaman CCTV memperlihatkan kepulan asap dan api saat terjadinya serangan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10) waktu setempat Foto: (via REUTERS/Saudi Ministry of Media) |
Sebuah rekaman CCTV lainnya menunjukkan orang-orang sedang duduk di area ruang tunggu bandara, ketika ledakan tiba-tiba mengguncang dan kobaran api yang disertai kepulan asap terlihat di salah satu sudut ruang tunggu tersebut.
Satu rekaman CCTV lainnya memperlihatkan antrean para jemaah yang mengenakan ihram sedang melewati area pemeriksaan di bandara, kemudian ledakan keras mengguncang yang membuat video dipenuhi asap pekat. Tampak beberapa bagian langit-langit bangunan runtuh ke lantai.
Bandara Internasional King Khalid ditutup menyusul serangan tersebut, yang merupakan serangan paling mematikan di Saudi selama lebih dari satu dekade terakhir. Serangan itu menyingkap kerentanan dalam kemampuan pertahanan Saudi, saat kerajaan tersebut melancarkan serangan udara terhadap Houthi.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pidato yang disiarkan televisi terkait kelompok tersebut pada Minggu (11/10), menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap bandara di Riyadh tersebut.
Saree juga mengklaim bahwa Houthi juga menyerang bandara di area Dammam, Saudi bagian timur, dan dua fasilitas milik raksasa minyak Saudi Aramco.
Otoritas penerbangan sipil Saudi mengonfirmasi serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd di Dammam pada Minggu (11/10) malam. Disebutkan bahwa "penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan fasilitas bandara sedang dilakukan".
Rekaman CCTV memperlihatkan orang-orang yang sedang duduk di ruang tunggu bereaksi saat terjadi serangan di lokasi yang diidentifikasi sebagai Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10) waktu setempat Foto: (via REUTERS/Saudi Ministry of Media) |













































