×
Ad

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2026 19:23 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah kembali gagal meraih Nobel Perdamaian yang sangat didambakannya. Trump menyebut bahwa dirinya seharusnya memenangkan delapan Nobel Perdamaian karena telah mendamaikan delapan perang di berbagai belahan Bumi ini.

Trump, dalam pernyataannya, menyebut penghargaan Nobel Perdamaian telah "kehilangan kredibilitasnya".

Trump juga menyerang Navi Pillay, hakim terkemuka asal Afrika Selatan (Afsel) yang meraih Nobel Perdamaian tahun 2026 ini, sebagai sosok yang tidak dikenal oleh siapa pun dan sebagai "pembenci Israel".

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (10/10/2026):

- Lagi-lagi Gagal Raih Nobel Perdamaian, Trump Ngamuk!

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah kembali gagal meraih Nobel Perdamaian yang sangat didambakannya. Trump menyebut penghargaan Nobel Perdamaian telah "kehilangan kredibilitasnya".

Saat berbicara dalam kampanye Partai Republik di Syracuse, New York, seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (10/10/2026), Trump membahas soal Navi Pillay, hakim terkemuka asal Afrika Selatan (Afsel) yang baru saja meraih Nobel Perdamaian untuk tahun 2026.

Pillay memiliki rekam jejak luar biasa dalam bidang hukum, terutama hukum internasional, karena kiprahnya dalam mengadili kasus kejahatan perang, kejahatan kemanusiaan, hingga genosida. Baru-baru ini, Pillay memimpin komisi khusus PBB yang menyelidiki dan menyimpulkan genosida telah terjadi di Jalur Gaza.

- Arab Saudi Hancurkan 136 Target terkait Houthi di Yaman

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan bahwa pasukannya telah menghancurkan lebih dari 100 target militer terkait Houthi di wilayah Yaman. Saudi menyatakan terus mendukung pemerintahan Yaman dalam operasi militer berskala besar yang dilancarkan terhadap kelompok yang didukung Iran tersebut.

Konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman, yang diakui secara internasional, kembali berkobar pada Juli lalu, dan sejak saat itu telah meluas hingga ke Saudi.

Koalisi Saudi, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (10/10/2026), memberikan dukungan udara sepanjang waktu kepada pasukan pemerintah Yaman, dengan menggempur target-target militer di wilayah-wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.




(nvc/nvc)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork