Ricuh Demo Pelajar, PM Prancis Bantah Perintahkan Aparat Represif

Ricuh Demo Pelajar, PM Prancis Bantah Perintahkan Aparat Represif

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 07 Okt 2026 00:50 WIB
Frances newly-appointed Prime Minister Sebastien Lecornu reacts as he speaks at the end of the handover ceremony at the Hotel Matignon in Paris on September 10, 2025. LUDOVIC MARIN/Pool via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights
Foto: LUDOVIC MARIN/Pool via REUTERS/File Photo Purchase Licensing Rights
Paris -

Aksi protes puluhan ribu pelajar di seluruh Prancis diwarnai dengan kekerasan. Perdana Menteri (PM) Prancis Sebastien Lecornu menyebut bahwa dirinya tidak akan mentoleransi kekerasan.

"Membakar gedung sekolah tidak memperbaiki kondisi bangunan sekolah. Menyerang guru tidak membantu menggantikan posisi guru," kata Lecornu di hadapan parlemen, dilansir AFP, Selasa (6/10/2026).

Lecornu juga membantah anggapan bahwa pemerintah memerintahkan tindakan represif polisi terhadap para demonstran. "Sebuah kebohongan," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ribuan orang telah ditangkap dan puluhan lainnya terluka dalam beberapa hari terakhir akibat protes pelajar yang diwarnai aksi pembakaran benda-benda di luar sekolah serta pelemparan benda ke arah polisi.

ADVERTISEMENT

Namun, partai sayap kiri, France Unbowed (LFI), dan sejumlah kelompok hak asasi manusia menuduh polisi melakukan tindakan yang tidak proporsional terhadap para pengunjuk rasa, yang banyak di antaranya masih di bawah umur.

Menanggapi insiden di mana sejumlah siswa mengalami cedera, Lecornu mengakui bahwa "kecelakaan" bisa saja terjadi.

Akan tetapi, Lecornu menuduh LFI-partai sayap kiri terbesar di parlemen-memiliki agenda politik untuk menjerumuskan negara ke dalam kekacauan menjelang pemilihan presiden tahun 2027.

Ia juga mengumumkan bahwa kegiatan belajar-mengajar formal di SMA akan ditiadakan selama sisa minggu ini. Langkah ini bertujuan memberikan waktu bagi kepala sekolah, guru, dan siswa untuk melakukan "demokrasi internal" guna membahas situasi di sekolah masing-masing.

(fas/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini