×
Ad

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Okt 2026 17:50 WIB
PM Jepang Sanae Takaichi (dok. REUTERS/Kim Kyung-Hoon/Pool)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) menarik semua pesawat pengebom B-1 miliknya dari Pangkalan Udara (RAF) Fairford di Inggris. Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, marah atas dugaan pembunuhan seorang wanita yang dilakukan seorang personel Marinir Amerika Serikat (AS) di Okinawa.

Langkah menarik pesawat pengebom B-1 itu dilakukan AS menyusul insiden mencurigakan pekan lalu, yang melibatkan ancaman bom dan memicu evakuasi di area sekitar pangkalan udara tersebut.

Sementara itu, Takaichi mengecam dugaan pembunuhan oleh personel Marinir AS sebagai "kejahatan keji", dan telah melayangkan protes kepada otoritas Washington.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (5/10/2026):

- Anak Mantan Presiden Brasil Ungguli Petahana, Pemilu Lanjut Putaran Kedua

Flavio Bolsonaro, anak mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, secara mengejutkan menempati posisi pertama dan mengungguli kandidat petahana, Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, dalam pemilu yang digelar negara itu pada Minggu (4/10) waktu setempat.

Namun, pemilu Brasil akan berlanjut ke putaran kedua dalam tiga pekan ke depan, karena tidak ada kandidat yang meraih suara mayoritas pada putaran pertama.

Brasil menggelar pemilu secara serentak dan nasional pada Minggu (4/10) waktu setempat, untuk memilih Presiden, Wakil Presiden, dan anggota Kongres Nasional atau Parlemen Brasil, juga Gubernur, Wakil Gubernur, dan anggota dewan daerah masing-masing.

- Wabah Misterius Lepas dari Lab di Rusia, 1 Orang Tewas dan Ratusan Dikarantina

Otoritas kesehatan Rusia dilaporkan telah melakukan karantina terhadap ratusan orang di Siberia menyusul kematian seorang petugas laboratorium yang terpapar wabah atau pes 'tak dikenal'. Staf yang meninggal itu disebut tak sengaja memecahkan tabung berisi sampel biologis hidup.

Dilansir CNN dan Independent, Senin (5/10/2026), kantor berita pemerintah Rusia, TASS, melaporkan insiden tersebut terjadi di Institut Penelitian Anti-Pes (Anti-Plague Research Institute) di Shelekhov, dekat Irkutsk. Korban yang berusia 28 tahun itu merupakan pegawai di Institut Penelitian Anti-Pes itu.

Otoritas Rusia disebut sedang menangani insiden di mana agen infeksius yang sangat berbahaya diduga terlepas akibat kecelakaan laboratorium di Siberia hingga berujung kematian seorang peneliti. Rospotrebnadzor, badan pemerintah yang menangani penyakit menular, menyatakan belum jelas secara pasti pes apa yang terlepas.




(nvc/nvc)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork