Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump enggan untuk menyatakan dukungan bagi Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menjelang pemilu legislatif Israel pada akhir Oktober.
Trump, dalam sebuah wawancara terbaru dengan majalah TIME, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (2/10/2026), terkesan menghindari pertanyaan soal dukungan langsung untuk sekutu lamanya tersebut.
"Saya hanya bisa mengatakan bahwa saya tidak lagi terlibat dalam politik, kecuali fakta bahwa kami populer," kata Trump ketika ditanya oleh TIME soal apakah Netanyahu layak kembali menjabat dalam pemilu Israel pada 27 Oktober mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika didesak dengan pertanyaan yang sama, Trump menjawab: "Tidak, hal utama bagi saya -- saya memang ingin membantu mereka mempertahankan Israel."
Trump kemudian berupaya mengalihkan pembicaraan dari pemberian dukungan secara terang-terangan dalam wawancara yang dilakukan pada Senin (28/9) itu.
Presiden AS itu justru menyoroti citra pribadinya di mata publik Israel, dengan mengklaim popularitasnya mencapai "sekitar 99 persen" berkat kebijakan-kebijakannya di masa lalu.
Saat ditanya apakah Washington akan bekerja sama lebih efektif dengan kandidat oposisi dan mantan kepala militer Israel, Gadi Eisenkot, Trump mengatakan bahwa dirinya tidak "mendengar hal-hal buruk tentangnya". Namun demikian, Trump memperingatkan agar tidak meremehkan Netanyahu.
"Orang-orang sudah berkali-kali menganggap Bibi (nama panggilan Netanyahu-red) sudah tamat, sama seperti mereka berkali-kali menganggap saya sudah tamat. Saya tidak akan meremehkan Bibi," katanya.
Hubungan Trump dan Netanyahu dikabarkan semakin renggang dalam beberapa bulan terakhir, akibat situasi terkait Iran dan serangan berkelanjutan Israel di Lebanon dan Jalur Gaza.
Trump juga meragukan laporan soal Netanyahu telah menerima peringatan intelijen beberapa hari sebelum Hamas melancarkan serangan mengejutkan terhadap Israel pada 7 Oktober 2024, yang memicu perang Gaza. Dia beralasan bahwa pasukan Israel pasti sudah disiagakan jika benar ada peringatan intelijen.
"Saya pikir tidak demikian. Saya pikir, jika dia mengetahuinya, dia pasti sudah melakukan sesuatu untuk mengatasinya," ucap Trump.
Simak juga Video 'Trump: Begitu Iran Berakhir, Harga Minyak Bakal Anjlok Drastis!':










































