Heboh Tas Diduga Berisi Bom di Luar Mahkamah Agung Brasil, 1 Orang Ditangkap

Heboh Tas Diduga Berisi Bom di Luar Mahkamah Agung Brasil, 1 Orang Ditangkap

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Jumat, 02 Okt 2026 08:43 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Kepolisian Brasil tengah menyelidiki dugaan adanya bom di dalam sebuah ransel yang dilemparkan ke luar gedung Mahkamah Agung, lembaga peradilan tertinggi negara tersebut. Ransel mencurigakan itu diletakkan tiga hari menjelang dimulainya pemilihan presiden Brasil.

"Tersangka yang telah ditangkap berusaha melompati pagar pengadilan dan melemparkan ransel ke atas halte bus," demikian pernyataan pihak pengadilan, dilansir AFP, Jumat (2/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi membatasi akses ke lokasi kejadian, tempat seorang jurnalis AFP melihat sekitar belasan mobil patroli bersiaga.

Tim penjinak bom sedang dalam perjalanan menuju lokasi, menurut laporan polisi militer. Juru bicara Raphael Broocke mengatakan kepada AFP bahwa "prosedur ketat untuk memeriksa benda tersebut" akan dilakukan.

ADVERTISEMENT

Kampanye pemilihan umum di negara demokrasi terbesar di Amerika Latin ini berlangsung penuh ketegangan, dengan hasil jajak pendapat menunjukkan persaingan sangat ketat antara petahana berhaluan kiri, Luiz Inacio Lula da Silva, dan Senator Flavio Bolsonaro dalam potensi putaran kedua.

Keduanya akan berhadapan dalam pemungutan suara putaran pertama pada Minggu, di mana Lula diprediksi unggul tipis atas rivalnya yang berhaluan kanan.

Mahkamah Agung kerap menuai kritik tajam dari kubu politik kanan, terutama terkait vonis pada 2025 terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro-ayah Flavio-atas tuduhan merencanakan kudeta. Lembaga ini juga terseret dalam skandal penipuan besar-besaran yang mendominasi minggu-minggu terakhir kampanye pemilihan presiden.

Sebelumnya, seorang pria tewas dalam aksi bom bunuh diri di depan gedung pengadilan tersebut pada November 2024. Gedung pengadilan itu juga menjadi sasaran kerusuhan kelompok kanan pada 8 Januari 2023, ketika para pendukung Jair Bolsonaro menyerbu sejumlah gedung lembaga pemerintahan.

Mahkamah Agung kemudian menyatakan peristiwa tersebut sebagai upaya kudeta terhadap kemenangan pemilihan presiden Lula atas Bolsonaro senior pada tahun itu.

Tonton juga video "Puluhan Ribu Jiwa Melayang, Trump Malah Obral Bom ke Israel"

(maa/isa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini