Kopilot pesawat maskapai flydubai yang berupaya membajak dan menjatuhkan pesawat tujuan Israel kini berada dalam penahanan Arab Saudi. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari wilayah Irak, negara tetangganya, sebagai "kemenangan bersejarah".
Motif di balik aksi nekat kopilot flydubai itu belum diketahui secara jelas. Kopilot yang menikam pilot yang menerbangkan pesawat bersamanya itu, sedang diinterogasi oleh otoritas Riyadh.
Sementara itu, IRGC "menyampaikan selamat kepada bangsa Irak yang membanggakan, front bersatu Perlawanan Islam, dan para pejuang revolusioner dunia Islam atas kemenangan bersejarah ini". IRGC juga menyerukan agar pasukan Amerika meninggalkan kawasan Timur Tengah.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (1/10/2026):
- Kopilot Coba Bajak Flydubai Tujuan Israel Diinterogasi, Motif Belum Diketahui
Kopilot pesawat maskapai flydubai yang berupaya membajak dan menjatuhkan pesawat tujuan Israel, pada Rabu (30/9), telah ditangkap dan kini berada dalam penahanan otoritas Arab Saudi. Motif di balik aksi nekat kopilot itu belum diketahui secara jelas.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, seperti dilansir AFP, Kamis (1/10/2026), mengatakan bahwa kopilot yang menikam pilot yang menerbangkan pesawat bersamanya itu sedang diinterogasi oleh otoritas Riyadh.
"Pilot yang melakukan penikaman itu telah ditangkap dan saat ini sedang diinterogasi oleh otoritas Saudi," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video.
- Ada 4 Warga AS di Flydubai Hampir Dibajak, Trump Telepon Netanyahu
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya telah berbicara via telepon dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu soal percobaan pembajakan terhadap penerbangan maskapai flydubai tujuan Israel.
Insiden yang melanda pesawat flydubai, dengan nomor penerbangan FZ 1703 itu, berawal ketika kapten pilot penerbangan, Smit Machchhar asal India, tiba-tiba ditikam oleh kopilot yang menerbangkan pesawat bersamanya pada Rabu (30/9) waktu setempat.
Pergumulan antara pilot dan kopilotnya ini sempat membuat pesawat menukik tajam hingga ketinggiannya turun hampir 14.000 kaki (4,267 meter) dalam waktu kurang dari 30 detik.
(nvc/nvc)