Jaksa Agung Bolivia, Roger Mariaca, ditangkap oleh kepolisian negara tersebut, pada Rabu (30/9) waktu setempat. Penangkapan ini terkait dugaan keterlibatan Mariaca dengan kartel narkoba.
Penangkapan ini dilakukan dua hari setelah Amerika Serikat (AS) mencabut visa Mariaca akibat dugaan keterkaitan dengan perdagangan narkoba.
"Penangkapan Jaksa Mariaca telah dikonfirmasi," kata seorang sumber dari Kementerian Pemerintahan Bolivia, yang meminta namanya dirahasiakan, saat berbicara kepada AFP, seperti dilansir pada Kamis (1/10/2026) waktu setempat.
Jaksa wilayah Santa Cruz, Alberto Zeballos, menurut laporan media lokal, juga tutur ditangkap. Zeballos diketahui telah dijatuhi sanksi oleh AS.
Keduanya masuk ke dalam daftar nyaris 20 orang dari Bolivia, Kolombia, dan Ekuador, yang pekan ini dituduh oleh Departemen Luar Negeri AS terlibat dalam praktik korupsi, terlibat dalam perdagangan narkoba, atau berkonspirasi melawan pemerintahan negara masing-masing.
Kepolisian Bolivia juga menggerebek kantor kejaksaan di Sucre, ibu kota Bolivia, pada Rabu (30/9) waktu setempat. Operasi penggerebekan itu diperlihatkan melalui siaran langsung pada akun media sosial Kepolisian Bolivia.
Penggerebekan itu menuai reaksi keras dari pejabat kejaksaan setempat. "Kami mengecam, di hadapan seluruh rakyat Bolivia, tindakan intervensi yang dilakukan secara ilegal ini," kata kepala komunikasi kantor kejaksaan di Sucre, Claudia Pardo, saat dirinya dan rekannya dikepung personel kepolisian.
(nvc/dhn)